Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 September 2019

PDKT dengan Ilmu Politik


[ Resensi Buku #3 ]

Sumber Foto: Pribadi


Judul Buku      : Mengenal Ilmu Politik
Penulis             : Ikhsan Darmawan
Penerbit           : PT.Kompas Media Nusantara
Tahun Terbit    : 2015
Tebal Halaman : 206 Halaman
Resentator       : Budi Setiawan

Sinopsis Buku :

“Politik” pada dasarnya ada di dekat setiap manusia karena politik tidak hanya tentang persoalan yang berkenaan dengan sedikit orang seperti tarik-menarik kepentingan diantara para elit politik, tapi juga bersentuhan dengan hal paling kecil dan dihadapi banyak (bahkan jutaan) orang di sebuah negara seperti naik atau turunnya ongkos kendaraan umum. Kajian mengenai bagaimana dan mengapa sebuah kebijakan dibuat oleh pemerintah dan siapa pihak yang diuntungkan atau dirugikan (dalam konteks kepentingan) oleh sebuah kebijakan tersebut adalh salah satu bagian yang dibahas dan diteliti di dalam ilmu politik.

Ilmu politik sendiri ialah kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis tentang politik. Sejarah kemunculan ilmu politik jika ditelusuri jauh ke masa lampau berawal ketika ilmuwan Yunani bernama Plato mengahasilkan karya-karyanya yang berjudul Republic, Statesma, dan Laws. Dalam karyanya tersebut , Plato mengajukan gagasan-gagasan tentang keadilan, political virtue, dan macam-macam bentuk pemerintahan wilayah (polity). Selain Plato, juga ada karya Aristoteles, politics, yang mengulas mengenai negara, manusia, kesetaraan dan ketidakseataraan, kewarganegaraan, sistem politik, demokrasi , oligarki dan banyak hal lain.

Ilmu politik memiliki sejumlah fokus yaitu diantaranya: a). Fokus pada kekuasaan, b). Fokus pada institusi, c). Fokus pada proses kebijakan, d). Fokus pada ideologi dan gerakan, e). Fokus pada hubungan internasional dan f). Fokus pada perilaku politik. Politik sendiri menurut Andrew Heywood dan sejumlah ilmuwan lain berasal dari bahasa Yunani yakni Polis, secara harfiah artinya adalah negara-kota. Interpretasi mengenai kata politik tidak hanya soal “negara-kota”. Hal ini dikarenakan kata “politik” itu sendiri pada dasarnya tidak bermakna tunggal setidaknya ada empat interpretasi dari kata politik yakni; 1). Seni mengelola pemerintahan 2). Kekuasaan 3). Konflik dan 4). Proses pembuatan kebijakan.

Pemerintah di negara manapun memegang peran yang penting dan strategis. Baik atau buruknya sebuah pemerintah dalam mengelola kebijakan dan pemerintahannya menentukan baik atau buruknya nasib banyak orang di negara tersebut. Apabila pemerintah di negara tertentu tidak mempedulikan ragam kebebasan dan hak asasi manusia dengan dalih menciptakan keteraturan, maka dampak yang dialami warga dari negara tersebut adalah hilangnya banyak kebebasan serta jaminan hak asasi yang bagi banyak pihak adalah hal yang mutlak dimiliki tiap orang saat ini.

Pemerintahan (the goverment) sendiri diartikan sebagai proses kelembagaan dimana keputusan kolektif dan biasanya mengikat dibuat. Pemerintah (goverment) berbeda dengan pemerintahan (governance). Pemerintah mengacu kepada suatu kelompok tertentu yang memiliki wewenang untuk mengelola kekuasaan selama jangka waktu tertentu. Sedangkan pemerintahan ialah seluruh hal yang bertalian dengan masalah dan urusan pemerintah. Austin Ranney membagi tipe pemerintahan menjadi tiga berdasarkan letak kekuasaan untuk memerintah yaitu: 1). Otokrasi (autocracy), pemerintahaan oleh satu orang 2). Oligarki (oligarchy), pemerintahan oleh beberapa orang 3).Demokrasi (democracy), pemerintahan oleh banyak orang.

Di dalam ilmu politik terdapat konsep yang banyak dikenal, yaitu trias politica, konsep trias politica berawal dari pemikiran bahwa kekuasaan sebaiknya tidak diserahkan kepada satu orang atau lembaga saja. Hal ini berkaitan dengan ungkapan Lord Acton yang menyebutkan, “power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely”. Artinya, kekuasaan cenderung untuk korup atau menyeleweng, dan kekuasaan yang absolut pasti korup atau menyeleweng. Trias politica itu sendiri artinya pembagian kekuasaan kepada tiga lembaga kekuasaan yaitu lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Seorang pembuat kebijakan tidak mungkin dapat juga menjalankan fungsi penerapan kebijakan tersebut secara sekaligus dikarenakan pembuat kebijakan itu memiliki spesialisasi fungsi dalam pembuat keputusan politik saja. Oleh sebab itu, maka lembaga eksekutif memerlukan birokrasi. Secara etismologi, kata birokrasi diambil dari dua kata yaitu “bureau” yang berarti meja dan “cracy” yang berarti pemerintahan. Secara sederhana, birokrasi dapat didefinisikan sebagai seluruh unit yang berada di bawah lembaga eksekutif yang tugasnya membantu lembaga eksekutif dalam penerapan kebijakan-kebijakan.

Di dalam suatu negara yang mendukung sistem demokrasi misalnya, itu ada kaitanya dengan faktor budaya politik yang berlaku di tempat tersebut. Budaya politik adalah nilai-nilai, sikap, dan kepercayaan dari masyarakat tertentu, diperoleh melalui proses sosialisai, yang memengaruhi perilaku politik dalam sebuah negara.

Komunikasi politik, menurut Steven Foster, adalah cara dan implikasi dari  dimana politisi berusaha untuk mengomunikasikan pesan mereka untuk pemilih yang skeptis dan tidak terikat. Dalam hal ini Foster menganggap bahwa komunikasi politik terjadi dalam kaitannya dengan pemilu, ketika terdapat proses kampanya politik yang melibatkan politisi dan pemilih. Sedangkan Opini publik dapat didefinisikan sebagai kumpulan pendapat dari individu-individu di dalam sebuah negara tentang suatu hal yang berkembang di masyarakat. Misalnya ada rencana kebijakan pemerintah untuk membatasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM). Maka opini publik dapat berupa opini dari masyarakat tertentu (biasanya berupa responden survei) tentang usulan rencana kebijakan pembatasan distribusi BBM oleh pemerintah. Opini masyarakat dapat berupa “setuju”,”tidak setuju”, atau mungkin saja, “tidak tahu atau ragu-ragu”.

Di samping itu dalam ilmu politik kita juga mengenal yang namanya partai politik, kelompok kepentingan dan kelompok penekan. Kemudian untuk menegakkan prinsip kedaulatan rakyat, maka warga negara harus tetap mempunyai akses untuk berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan, maka diperlukanlah partisipasi politik. Partisipasi politik secara sederhana dapat diartikan sebagai setiap tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk memengaruhi pembuatan kebijakan yang dilakukan pemerintah. Contohnya adalah warga negara membayar pajak kendaraan bermotor. Membayar pajak adalah salah satu bentuk partisipasi politik. Menggunakan hak pilih atau biasa disingkat dengan memilih (voting) adalah salah satu bentuk partisipasi politik yang terjadi dalam sebuah pemilihan umum.

Kehidupan sebuah negara tidak dapat dilepaskan dari ideologi politik baik itu ideologi politik yang secara khusus menjadi dasar kehidupan bernegara dari sebuah masyarakat maupun ideologi politik yang mewarnai dan saling berkompetisi satu sama lain dalam kehidupan masyarakat di sebuah negara. Ada banyak ideologi politik di dunia ini diantaranya adalah: 1). Komunisme 2). Sosialisme 3). Fasisme 4). Liberalisme dan 5). Demokrasi.

Kelebihan:

1. Salah satu buku yang mencoba mengenalkan apa itu ilmu politik beserta     isinya dengan bahasa yang sederhana.
2. Memiliki ruang lingkup pembahasan yang cukup komprehensif dalam tataran pengantar ilmu politik.
3. Terdapat beberapa gambar ilustrasi yang secara proporsional di sajikan oleh penulis di dalam buku.
4. Layak dan cocok dibaca oleh para mahasiswa dan masyarakat luas yang ingin memperluas wawasan tentang dunia politik pada umumnya dan ilmu politik pada khususnya.

Kekurangan:

1. Meskipun secara akademis tulisan dalam buku ini dinilai ditulis dengan bahasa sederhana namun masih ada beberapa kata yang susah dimengerti oleh masyarakat awam yang semestinya ditulis juga arti katanya dalam lembar glosarium.
2. Terdapat beberapa pernyataan dari beberapa ahli yang dikutip dengan bahasa inggris namun tidak ditulis artinya yang memudahkan pembaca untuk memahami maknanya.
3. Sedikit sekali contoh aplikasi dari ilmu politik tersebut yang mengambil subyek dan obyek politik di Indonesia.


Senin, 25 Maret 2019

"Konsep Minimalisme: Kebahagiaan hidup dalam kesederhanaan"

 
[ Resensi Buku #2 ]
Sumber foto: Pribadi


-Judul Buku   :Seni Hidup Minimalis
-Penulis         : Francine Jay
-Penerbit       : PT.Gramedia Pustaka Utama
-Tahun Terbit: 2018
-Tebal            : 260 Halaman
-Resentator   : Budi Setiawan

Hidup dengan menerapkan konsep Minimalisme bisa diartikan kitalah yang mengendalikan barang yang kita miliki. Kita yang menentukan ruang, fungsi, dan potensi rumah kita. Kita mengubah rumah menjadi tempat terbuka, penuh udara segar, dan mampu menampung hal-hal bermakna dalam hidup ini. Itu artinya kita menyatakan kebebasan dari kondisi yang serba-berantakan. Bebas berarti merdeka. Merdeka dari apa? Dari keterikatan dan belenggu barang-barang yang kita punya.

Coba kita pikirkan berapa banyak waktu dan energi yang kita korbankan untuk memiliki suatu barang: merencanakan untuk membeli, mencari diskon, mengumpulkan bahkan mungkin meminjam uang untuk membeli, pergi ke toko, membawa pulang, mencari tempat penyimpanan, belajar menggunakannya, merawat, membeli asuransi dan seabrek kegiatan yang mendorong kita untuk menyikapi barang tersebut. Coba misal kita lakukan setiap tahapan ini dengan jumlah barang yang kita punya. Hasilnya, sungguh melelahkan sekali kawan. Kita merasa tidak pernah punya cukup banyak waktu; bisa jadi barang kitalah penyebabnya. Itulah kenapa di atas disebutkan bahwa barang kita tanpa disadari bisa membelenggu kebebasan dan kemerdekaan kita.

Dengan menumbuhkan pola pikir minimalis penulis mengajak kita melihat dan mengkaji ulang kegunaan barang kita, mempertimbangkan manfaat dan nilai positif darinya serta menemukan kebebasan hidup dengan jumlah barang yang "cukup" untuk memenuhi kebutuhan kita bukan malah memenuhi semua keinginan kita.

Nah, setelah diterapkannya pola pikir minimalis. Langkah berikutnya yaitu mengaktualisasikan sikap tersebut dalam tindakan. Metode yang ditawarkan disini adalah dengan menerapkan metode STREMLINE, yang terdiri dari sepuluh teknik ampuh untuk membersihkan dan menjaga rumah tetap rapi. Teknik ini sangat mudah dilakukan dan diingat. Setiap hurufnya melambangkan satu langkah dalam proses merapikan tempat tinggal Anda. Huruf-huruf metode STREAMILINE tersebut yakni sebagi berikut:

S- Start over: Mulai dari awal
T- Trash, treasure, or transfer: Buang, simpan, atau berikan
R- Reason for each item: Alasan setiap barang
E- Everything in its place: Semua barang pada tempatnya
A- All surfaces clear: Semua permukaan bersih
M- Modules: Ruang
L- Limits: Batas
I- If one comes in, one goes out: Satu masuk, satu keluar
N- Narrow down: Kurangi
E- Everyday maintenance: Perawatan setiap hari.

Setalah kita memahami metode STREAMILINE diatas kemudian kita akan menerapkan metode itu pada ruangan-ruangan tertentu yang ada di rumah kita. Baik itu ruang keluarga, ruang tidur, ruang pakaian, ruang kerja, ruang dapur, ruang makan, kamar mandi, ruang penyimpanan (Gudang, garasi, loteng) serta juga bagaimana menyikapi barang-barang hadiah, peninggalan dan barang kenangan dari orang-orang tersayang.

Setalah semua tahapan diatas sudah kita praktekkan dan terapkan kemudian selanjutnya adalah memperkenalkan cara hidup yang sama kepada anggota keluarga. Anggota keluarga merupakan kesatuan komponen yang harus saling bekerjasama demi tercapainya konsep hidup minimalis beserta kebahagiaan yang diharapkannya. Kita perlihatkan betapa asyiknya hidup hanya dengan sedikit barang dan rumah yang rapi.

Gaya hidup yang sederhana juga bisa berdampak positif pada bumi, penghuninya dan generasi mendatang. Dampak penting yang akan semakin mendorong kita untuk mengurangi konsumsi dan hidup tanpa beban di muka bumi. Kata Mahatma Gandi, "Hiduplah dengan sederhana agar orang lain dapat hidup." Tak disangka inilah hadiah terbesar yang bisa didapatkan dari hidup minimalis. Kita harus berpikir global bahwa didunia ini kita hidup bersama lebih dari tujuh miliar orang lainnya. Ruang dan sumberdaya kita terbatas, lalu bagaimana kita bisa menjamin ada cukup makanan, air, lahan, dan energi untuk masa yang akan datang jika tanpa sedikitpun menerapkan konsep hidup minimalis?

Kelebihan Buku:

-       Buku ini sangat cocok dibaca oleh siapa saja yang ingin meraih kebahagiaan dengan menerapkan cara hidup minimalis

-       Isi dari buku ini bisa membuka wawasan baru untuk kita semua  terkait manfaat yang luar biasa dari konsep hidup minimalis.

     -   Bahasa yang digunakan mudah dipahami maksudnya.

     -   Metode STREAMLINE yang ditawarkanpun mudah diingat dan dipahami.

Kekurangan Buku:

-       Tidak menyertakan form timeline dan cek list daftar pekerjaan yang mestinya bisa lebih menuntun pembaca untuk mempraktekkan tiap metode yang ditawarkan secara bertahap.

-       Tidak ada contoh cerita kasus khusus yang bisa jadi inspirasi buat pembaca untuk lebih memberikan stimulus dalam menerapkannya dikehidupan nyata.

Rabu, 06 Februari 2019

MEMAHAMI TRANSFORMASI MARKETING 4.0

[ Resensi Buku #1 ]

Sumber: Foto Pribadi



Judul Buku      : Marketing 4.0, Bergerak dari Tradisional ke Digital
Pengarang       : Philip Kotler, Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan
Penerbit           : PT.Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit    : 2019
Tebal Halaman: 171 Halaman
Resentator       : Budi Setiawan

Sinopsis Buku:

            Revolusi industri 4.0 telah membawa pergeseran manusia dari tradisional ke digital dengan begitu cepat. Dilain pihak taktik pemasaranpun terjadi transformasi dan perkembangan dari waktu ke waktu.

            Enam tahun terakhir, marketing 3.0 menginspirasi dunia untuk merangkul dan menjelajahi pemasaran yang berorientasi pada manusia (Human Centris). Dengan adanya konvergensi teknologi ini akhirnya akan berunjung pada konvergensi antara pemasaran digital dan pemasaran tradisional. Untuk itu bapak pemasaran Phillip Kotler beserta Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan memperkenalkan marketing 4.0 sebagai perkembangan wajar dari marketing 3.0.

            Dasar pemikiran utama dari buku ini adalah bahwa pemasaran harus disesuaikan dengan perubahan alami dari jalur pelanggan dalam ekonomi digital. Para pemasar harus menerima pergeseran ke lanskap bisnis yang lebih horizontal, inklusif dan sosial. Media sosial telah menghapus rintangan geografis & demografis yang memungkinkan masyarakat berkomunikasi dan perusahaan berinovasi melalui kolaborasi.

            Paradoks dari pemasaran ke pelanggan terhubung, menuntut pemasar untuk memadukan antara interaksi online versus offline. Dan konektivitas telah memberdayakan pelanggan dengan informasi yang berlimpah. Selain itu Subkultur digital besar dari kaum muda, perempuan dan warganet yang akan menjadi pondasi bagi jenis pelanggan baru sepenuhnya disaat ini.

            Di era digital ini jalur pelanggan didefinisikan ulang dari 4A (Aware, Appeal, Ask dan Act) menjadi 5A (Aware, Appeal, Ask, Act dan Advocate) karena ternyata pendapat dan rekomendasi dari keluarga dan teman-teman kita memiliki dampak besar terhadap keputusan pembelian. Anjuran itu bisa dari online contohnya  TripAdvisor, posting produk perusahaan dll  maupun dari offline.

            Sejalan dengan 5A, buku ini memperkenalkan seperangkat metrik baru yaitu purchase action ratio (PAR) dan brand action ratio (BAR). Keduanya dapat mengevalusai dengan lebih baik seberapa efektif pemasar dalam menggerakkan pelanggan dari sadar ke bertindak dan akhirnya menganjurkan. Pada intinya PAR dan BAR memungkinkan pemasar untuk mengukur seberapa produktivitas usaha pemasaran dalam sebuah perusahaan. Juga ditelusuri secara mendalam beberapa industri kunci & belajar cara  melaksanakan gagasan marketing 4.0 pada industri 4.0 dengan mengidentifikasi empat pola besar untuk berbagai industri: “gagang pintu”, “ikan mas”, “terompet”, dan “corong”.

            Setelah itu dibagian ketiga diuraikan secara terperinci dari marketing 4.0 yang dimulai dengan pemasaran yang berorientasi pada manusia, yang ditujukan untuk memanusiakan mereka dengan atribut yang mirip manusia. Selain itu pemasaran konten dan pemasaran omnichannel juga diharapkan lebih diperhatikan dan ditingkatkan untuk meraih penjualan yang lebih tinggi dengan mengkombinasikan teknologi dengan tradisional.

            Pada akhirnya, marketing 4.0 adalah pendekatan pemasaran yang menggunakan interaksi online dan offline antara perusahaan dan pelanggan, memadukan gaya dan substansi dalam membangun merek dan akhirnya melengkapi onektivitas mesin ke mesin dengan sentuhan manusia ke manusia untuk memperkuat keterlibatan pelanggan. Pemasaran digital & pemasaran tradisinonal dimaksudkan untuk dipadukan dan dikombinasikan dengan tujuan mendapat pembelaan ataupun loyalitas pelanggan.

Kelebihan Buku:

-       Buku ini sangat cocok dibaca oleh para dosen, mahasiswa, praktisi dan pekerja pemasaran, pengusaha serta semua orang yang ingin mengetahui perkembangan terbaru dari dunia pemasaran.

-       Isi dari buku lumayan berbobot karena penulis memaparkan fakta berdasarkan data dan sumber-sumber yang relevan.

-       Memampukan pembaca untuk memeriksa contoh langsung peningkatan produktiviatas dari perkembangan marketing 4.0 dengan melibatkan pelanggan disepanjang jalur dunia nyata melalui pasar digital masa kini.

Kekurangan Buku:

-       Banyak istilah dalam buku ini yang mungkin akan susah dimengerti oleh orang awam.

-       Tidak ada indeks bukunya

-       Cover buku kurang maching dengan judulnya.