Tampilkan postingan dengan label stie mahardhika surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stie mahardhika surabaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Desember 2018

Belajar Public Speaking itu Penting


[ JJB ke #24 ]

"All the great speakers were bad speakers at first (setiap pembicara hebat pada mulanya adalah pembicara yang buruk)”. – Ralph Waldo Emerson

Dok.UKM JM


Sepertinya banyak benarnya apa yang dikatakan Ralph Waldo Emerson di atas. Pertama harus kita sepakati dulu, bahwa kesuksesan itu berawal dari sebuah proses yang penuh dengan perjuangan. Begitupun dengan kesuksesan manjadi public speaker, merekapun pasti punya jam terbang tinggi yang dibarengi dengan latihan, latihan dan latihan. Hingga ia menapaki tangga kesuksesannya menjadi public speaker yang bisa dibilang sudah “WOW”.

Menjadi pembicara hebat memang banyak keuntungan yang akan kita dapatkan. Bahkan communication skill saat ini seakan sudah menjadi sebuah anak tangga yang wajib dijajaki untuk menuju level tangga-tangga kesuksesan berikutnya. Jika mungkin ditanyakan, apa yang bisa merubah dunia selain teknologi, maka jawabannya adalah “kata-kata”, baik kata-kata yang ada dalam tulisan maupun pidato. Tapi sayangnya tidak banyak orang yang menguasai keahlian tersebut.

Seperti yang kita ketahui bersama pemimpin-pemimpin besar dunia adalah juga seorang pembicara yang hebat. Sebut saja misalnya Adolt Hitler (Nazi, Jerman) di dalam bukunya yang berjudul “Mein Kampt” dia dengan jujur mengatakan, “Ich konnte reden,” artinya, “saya menguasai dunia karena kemampuan berpidato.” Katanya. Begitupun dengan pemimpin revolusi Indonesia, bapak proklamator kemerdekaan republik Indonesia Ir.Soekarno juga merupakan pembicara yang hebat pada zamannya. Beliau disebut-sebut sebagai singa podium karena kepiawiannya membawakan pidato di depan rakyat Indonesia dengan berapi-api.

Ada beberapa dampak yang akan kita rasakan jika memiliki kemampuan public speaking seperti yang dikatakan Amirulloh Syarbini dalam bukunya “Jago Public Speaking & Pintar Writing”. Dampak-dampak positif tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pengaruh Dasyat. Pembicara hebat pasti akan memiliki pengaruh yang luar biasa bagi para pendengarnya. Ide-idenya selalu dinanti. Petuah-petuahnya selalu dirindukan. Dan buku-buku yang ditulisnya selalu dibaca jutaan orang. Bahkan sampai meninggal dunia pun, nama-nama mereka tetap diabadikan dalam buku-buku sejarah. Artinya, jika hal tersebut bermanfaat bagi sesama sudah barang tentu juga akan menjadi sebuah “ilmu yang bermanfaat” yang mana pahalanya akan terus mengalir walaupun kita sudah meninggal kelak.

2. Karir Melesat. Dengan kemampuan berbicara dasyat, tak hanya pengaruhnya saja yang luar biasa namun karirnya pun akan meningkat. Seseorang yang mampu memberikan ‘kesan’ dengan  lawan bicaranya, akan menambah nilai (Value added) di depan orang lain dibandingkan dengan orang yang sebenarnya memiliki pengetahuan atau pendidikan baik tetapi tidak mampu mengungkapkan pendapatnya di depan publik. Nama-nama seperti Andrie Wongso (Motivator) atau Tukul Arwana (Presenter) adalah salah satu bukti nyata bahwa kehebatan berbicara yang mereka miliki mampu menghapus keterbatasan pengetahuan dan pendidikan.

3. Popularitas Meningkat. Siapa sih yang tidak mengenal Abdullah Gymnastiar (AA Gym), Yusuf Mansur, Tung Desem Waringin, Choky Sitohang, Andrie Wongso, Tukul Arwana, Mario Teguh, dan lainnya. Apa yang menyebakna mereka terkenal? Kita pasti sepakat, penyebabnya adalah karena mereka pembicara publik yang dasyat. Ya, mereka populer karena kemampuan bicara. Dengan kehebatan berbicaranya, entah itu cara penyajiannya, materi yang disampaikannya, gaya personalnya, mereka akan semakinn diingat dalam benak semua orang.

4. Pendapatan Berlipat. Sebagaian besar orang sukses dari bidang apapun selalu memiliki daya jual yang membuatnya mahal, yaitu “kemampuan berbicara”. Nama-nama besar yag dikenal memiliki kehebatan berbicara di negeri ini adalah mereka yang mempunyai penghasilan luar biasa. Sebut saja misalnya Tung Desem Waringin, ada yang tahu berapa bayaran yang diperoleh TDW untuk mengisi seminar dalam sehari? Menurut informasi yang beredar, sekali mengisi seminar, TDW dibayar tidak kurang dari 80 juta. Bisa kita bayangkan bukan? Berapa pundi-pundi rupiah yang akan didapatkan misalnya setiap hari TDW mengisi seminar atau training. Belum lagi kita bicara penghasilan pembicara-pembica lain seperti Mario Teguh, Tukul Arwana, AA Gym dan lain-lain.

Saya terkadang memang merasa 'iri' pada mereka yang mampu berbicara lancar di depan publik. Terlebih dia memang tak hanya pandai bicara tapi juga konten yang disampaikan punya bobot tersendiri. Terlebih jika dia masih muda, seperti misalnya Makmun Rasyid (Penulis Buku HTI Gagal Paham Khilafah, Rasulullah Way Of Life, dan Hafidz Qur’an), dia menurut saya adalah satu pembicara muda yang idealis. Pemuda yang dengan kecerdasannya berbicara di mukan umum dan dia berbicara secara ringkas, rapi, berbobot sekaligus dapat membius audience dengan retorikanya bagiku sungguh luar biasa. Dan sialnya bakat tersebut belum ada pada diri saya pribadi.

Tapi walaupun begitu, saya sedikit benci pada mereka yang suka bicara namun tidak pernah meng-upgrade pengetahuannya lewat membaca buku atau sumber bacaan lainnya. Pokok pembahasan yang dibicarakan pasti tak jauh dari yang 'itu-itu' saja. Kiranya mungkin akan lebih indah jika seseorang yang gemar mengisi memori otaknya dengan berbagai pengetahuan  dan disamping itu dia juga mahir berbicara. Saya teringat akan pesan dari H.O.S Cokro Aminoto, “Jika kamu ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator”. Saya pikir-pikir pantas saja Bung Karno menjadi pemimpin besar karena beliau punya keahlian dua-duanya.

Bersama Mas Pramono (Coach Public Speaking Wow Speaker)

Saya sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan  orang-orang yang punya kemampuan public speaking yang dasyat seperti Andrie Wongso (Motivator), M.Pramono ( Public Speaking Coach & People Skill Trainer), Rizki Erdiantoro (Grafolog & Public Speaker), teman-teman senior Forum Kopi Wow (Wow Speaker Indonesia) dan lain-lain. Terutama kepada mas Pram (panggilan akrab M.Pramono) yang telah menjadi coach saya dalam belajar mengenai public speaking di Surabaya. Saya ucapkan terima kasih banyak telah mengajarkan sejak dini mengenai teknik-teknik public speaking meskipun masih banyak yang belum saya terapkan dan belum saya kuasai saat berbicara dihadapan orang banyak.

Latihan, latihan dan latihan


Sedikit meminjam perkataan coach saya M.Pramono, “Semua orang bisa menjadi Wow Speaker, karena yang dibutuhkan bukan besarnya talenta melainkan besarnya komitmen untuk berlatih, berlatih dan berlatih. Wow Speaker itu bukan bakat, melainkan komitmen”. “Suaiapp coach, saya akan berkomitmen untuk berlatih terus seperti apa yang mas Pram pesankan,” jawab saya dalam hati.

Sidoarjo, 14 Desember 2018 || Budi Setiawan


Kamis, 26 April 2018

Mohon Waspada Jika ke STIE Mahardhika Malam Hari !

Mohon Waspada Jika ke STIE Mahardhika Malam Hari !




Sebenarnya agak tidak enak hati buat kuceritakan. Tapi rasanya ini penting buat informasi dan kewaspadaan kita bersama.

Jadi begini. Hari Kamis lalu, temanku, Jose (Joko Seto) pergi ke kampus. Ia kesana di tengah malam hari sendirian. Kira-kira waktu itu sudah pukul 22.00 wib, kebetulan anak-anak yang kuliah malam sudah pulang semua. Rencananya ia mau mengambil Hp-nya yang ketinggalan di ruang 3.05 seusai UTS. Maklum, hp-nya ketinggalan sebab setelah UTS dia buru-buru pulang karena lupa kucingnya waktu itu belum dikasih makan.

Nah, sampainya di samping ruang 3.05, ia mendengar suara yang memanggil namanya. Suasananya sedikit menegangkan. Maklum, malam itu malam Jumat Kliwon dan dalam kondisi yang lumayan sepi. Lampu-lampu kampus pun sudah banyak yang dimatikan.Tapi Jose bersikap biasa saja.

Sampai kemudian hal yang tak akan pernah dilupakannya seumur hidup itu terjadi. Ia mendekati sumber suara itu dan mulai mendekati pintu masuk ruang 3.05. Saat kaki kanannya melangkah, bulu kuduknya berdiri. Ia agak panik, tetapi tetap menunjukan kesan kalau semua baik-baik saja.

Lalu ia membuka pintu. Dan kamu tahu, teman-teman? Pintunya terkunci. Padahal sebelumnya ada suara yang memanggilnya. Kenceng lagi. Ia pun semakin panik dan buru-buru pergi ke lantai 1 untuk meminta bantuan OB. Ia pikir, jika ke lantai 1 semuanya bisa normal kembali. Sampai di depan tangga turun ke lantai 2, suara itu kembali memanggilnya.

Jose bingung sekaligus makin merinding. Tapi dengan sisa keberanian, ia dekati suara itu. Sumber suara itu, setelah didekati, terhenti lagi di ruang 3.04. Dan apa yang terjadi? ruangannya terkunci lagi. Ia tak bisa masuk dan melacak muasal suara itu.

Ia panik. Lalu ia memutuskan balik ke kosnya di kureksari, Waru. Ia jalan kaki menusuri tangga kampus. Sampai di lantai 2 ia kaget. Suara itu lagi-lagi memanggilnya.

“Jos.. Jose.. Berhenti” suara itu kembali muncul dengan volume yang makin keras.

Jose berhenti. Ia clingak-clinguk dan ketakutan. Sembari pelan-pelan menengok kebelakang, ia berdzikir tanpa henti. Tangannya gemetar. Dan betapa terkejutnya ia, sosok itu menampakkan dirinya.

Bajunya putih, lusuh dan agak bau. Tetapi wajahnya samar. Sosok itu kian mendekat. Semakin dekat.

“Hei!” kata sosok itu.

Jose diam tak berkutik.

“Kamu kemana saja. Aku mau tanya sesuatu” katanya.

Jose dengan keringat dingin lalu benar-benar melihat sosok itu. Dan lagi-lagi ia tak menyangka hal itu akan terjadi di hidupnya.

"Kun...kun.. Kunty...!!" Jose berbicara dengan gagap, lidahnya menjadi kelu dan kaku.

“Kunta-kunty !! Aku kenty woe..!! Minggu depan acara workshop jurnalistik  gimana?” ungkap sosok itu, yang setelah diteliti agak lama adalah teman satu organisasi yaitu Kenty, ia ternyata belum mandi sejak tiga hari yang lalu.

Jose pun menjelaskan bahwa acara Workshop Jurnalistik akan dilaksanakan 6 Mei 2018 di ruang 3.05 Multifunction Hall Lt.3 STIE Mahardhika Surabaya pukul 10.00-15.00 WIB.

Di sana akan ada pembicara Kepala Kompartemen Metropolis Jawapos (Doan Widhiandono) beliau juga seorang penulis Oleh-Oleh Jurnalis, Catatan Traveling di 20 kota pada 11 negara yang akan berbagi ilmu tentang:
1). Kiat-kita bijak bermedia di era millenial.
2). Citizen Of Journalism
3). Literasi media massa.
Dan juga Kepala Biro NET TV Jatim (Mustika Muhammad) yang akan berbagi ilmu tentang Jurnalistik Televisi.

HTM Acara tersebut hanya 50K/Peserta. Yang akan mendapatkan benefit berupa;
1). Sertifikat.
2). Makan Siang.
3). Snack.
4). Seminar Kit
5). Ilmu yang bermanfaat.

Dan bagi yang mau mendaftar cukup registrasi via WA dengan format: [ Workshop_Nama_Instansi/kampus_Email_No.Hp ] ke nomor 0821-3269-1460 (Kenty). Pembayaran ke no. Rek.216-062-7584 (BCA) an.Lasmini.

Buruan daftar pemirsa !! Karena kuota terbatas !!