Tampilkan postingan dengan label SuaraHati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SuaraHati. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 November 2018

Kenapa Berhenti Produktif?


JJB ke #23


"Dan para insinyur di Jepang sering diingatkan akan sebuah moto, ‘Tidak pernah akan ada kemajuan jika Anda mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama dari waktu ke waktu"  

        -Masaaki Imai-         

Sumber Foto: news.lewatmana.com



Terus beraktifitas, bekerja dan berkreatifitas adalah sebagai pertanda daya hidup seseorang. Maka kelangsungan hidup seseorang tergantung pada tingkat produktifitasnya sebagai manusia. Namun, sayangnya tidak semua orang menyadari akan hal itu. Sehingga seperti yang sering kita lihat bersama banyak pengangguran, berandalan, anak jalanan, maling, pencopet dan lain-lain. Mereka bertebaran di sekitar kita akibat kurang produktifnya pribadi tersebut. Hal itu sudah pasti akan menjadikan masalah masyarakat (Problem Society) yang perlu untuk dituntaskan.

Seiring berjalannya waktu, seorang yang berakal pasti punya cita-cita dan harapan untuk meraih kesuksesan hidup. Artinya adalah kesuksesan ini bisa berupa pencapaian atau prestasi yang berhasil ia raih setelah dirinya bekerja keras dalam mengerjakan sesuatu.
Produktif dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang menguntungkan atau bermanfaat bagi dirinya atau kegiatan yang dipenuhi  hal-hal yang bermanfaat. Tidak hanya itu dalam islampun seorang yang produktif seperti misalnya bekerja karena mengaharap ridha Allah pun dianggap ibadah. Beliau Ibnu Umar R.A dari Rasulullah, berkata,”Sesungguhnya Allah mencintai orang yang beriman yang berkarya.”(HR.Thabrani dalam Al-Kabir)

Untuk mengetahui produktif atau tidaknya seseorang, menurut saya cukup dengan kita mengajukan pertanyaan, “apa karyamu?” itu mungkin sudah cukup dan mewakili dari sekian pertanyaan untuk menguji seseorang produktif atau tidak. Karena syarat seseorang dikatakan produktif yang paling utama adalah dengan karya dan pencapaian apa yang ia ukir selama ini. Menurut saya sebuah karya atau pencapain tersebut tidaklah harus sesuatu yang besar, hal kecilpun bisa dikatakan produktif asal ia punya nilai lebih (Value added) yang bisa membuat dirinya berdaya.

Beberapa bulan terakhir saya merasa ada penurunan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih produktif. Walaupun di satu sisi angan-angan untuk berencana memperbaiki kualitas diri hari demi hari itu selalu ada, namun pada kenyataannya saya tetap saja terkalahkan oleh rasa malas yang berkepanjangan ini. Sialnya terkadang kesadaran-kesadaran seperti ini hanya mampir sebentar, setalah itu edan lagi.

Penurunan semangat dalam hidup ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja atau bahkan diternak untuk kemudian beranak pinak. Ya, kalau misal yang diternak sapi mah bisa menghasilkan. Lha kalau misal sikap malas yang diternak maka jelas rugilah yang akan didapat. Oleh karnanya, kata ‘semangat’ menjadi semacam amunisi yang perlu ada agar kita bisa mencapai target-target kehidupan yang sudah direncanakan.

Dahulu kala ada sebuah legenda yang menyebutkan bahwa manusia serigala (werewolf) memiliki kekuatan yang akan meningkat berkali lipat jika bulan purnama tiba. Begitu juga dengan tukang sihir. Segala kemampuannya akan meningkat disaat bulan purnama menjelang. Kekuatan sihirnya akan mencapai puncak saat momen sakral itu tiba. Hal tersebut berlaku juga bagi kita, kita sendiri bisa membuat purnama yang menggairahkan semangat. Purnama tersebut dapat kita ibaratkan dengan sesuatu yang menjadikan kita lebih bersemngat dan bergelora dalam menjalani kehidupan maupun untuk meraih pencapaian-pencapaian dalam hidup.

Purnama tersebut misalnya adalah seorang Ibu, dengan kita menjadikan ‘ibu’ sebagai purnama saat kuliah misalnya, maka kita akan lebih bersemangat untuk belajar dan menyelesaikan study. Purnama lain yang bisa jadi contoh mungkin bisa jadi calon pasangan kita. Ya, walaupun mungkin masih tampak samar-samar layaknya idghom syamsiyyah tapi setidaknya kita sadar bahwa kita harus betul-betul mempersiapkan diri untuk kebahagiaan keluarga kita di masa depan.(#Eaaakk) Prinsip “Perbaiki dirimu sama denganperbaiki jodohmu” memang sudah seharusnya kita terapkan karena katanya jodoh adalah cerminan diri kita.

Ada yang bilang, “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”. Lah, ngimpi opo..!! emang situ punya kenalan orang dalam? Enggak kan hehe. Hal mustahil tersebut terkadang menjadi icon beberapa pemuda yang tidak punya kesadaran untuk tumbuh dan berkembang. Ia seakan-akan menjadi bunga tidur bagi pemuda yang senang menginap di zona nyaman. Dengan kata “Nyaman” inilah sebuah realitas seakan terlihat tidak jelas, dan akirnya terjebak dikenyamanan yang hanya sebatas kamuflase.

Menjadi seseorang produktif bisa kita latih dengan hal-hal sederhana, misalnya kalau biasanya kita mandi sekali dalam sehari menjadi tiga kali dalam sehari. Kalau misal kita biasaya datang telat ke kampus, kita rubah menjadi datang tiga puluh menit lebih dulu sebelum jam perkuliahan dimulai. Selanjutnya mungkin bisa dibuat planing yang lebih serius dan membuat skala prioritas sehari-hari agar hidup kita jadi lebih terarah. Dan yang terpenting adalah kita harus punya visi dalam hidup. Visi tersebut bisa kita artikan dengan sebuah pertanyaan, “kira-kira sepuluh tahun yang akan datang kita ingin menjadi apa?” artinya bahwa visi itu harus mencangkup tujuan dan cita-cita jangka panjang kita.

Kalau misalnya ada yang bertanya apakah saya punya visi, jawabannya sudah pasti punya. Saya punya visi dalam sepuluh tahun ke depan ingin menjadi seorang penulis best seller yang bisa menginspirasi pembaca lewat tulisan dan menjadi seorang pengusaha yang bisa ikut serta menciptakan lapangan pekerjaan baru. Saya tidak perlu malu memplubikasikan visi dan cita-cita saya ke depan, karena dengan cara seperti ini mungkin bisa membuat kita lebih bertanggung jawab atas apa yang sudah direncanakan dan syukur-syukur dari teman-teman pembaca ada yang mau membantu meng-amini kan alhamdulillah banget. Hehe.

Semoga dengan kita mengkaji ulang  dan menganalisa kembali kaitannya dengan produktifitas kita sebagai manusia ini akan menambah gairah dan semangat ke depan agar lebih baik hari demi hari. Dan jangan sampai kita menjadi orang yang tidak ada kemajuan karena dari waktu ke waktu selalu melakukan hal yang sama seperti pesan para insinyur di Jepang kata Masaaki Imai di atas. Amiinn.

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS.94:&)

Sidoarjo, 19 September 2018 || Budi Setiawan          

Minggu, 25 Februari 2018

Berkarya Untuk Bangsa dengan Aksi Nyata

Berkarya Untuk Bangsa dengan Aksi Nyata

[ JJB Ke #17]

“Kalau pemuda sudah berumur 21,22 sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa... Pemuda yang begini baiknya digunduli saja kepalanya... Revolusi belum selesai”- Bung Karno pidato HUT Proklamasi, 1949

Sumber Foto: kickandy.com


Bertepatan dengan hari raya waisak, jumat (16/2) sepekan yang lalu, Metro TV kembali menayangkan program Kick Andy. Program tersebut bertajuk “Aku Pasti Sukses”, tayangan yang begitu menarik untuk pemuda-pemuda yang mendambakan hal tersebut seperti saya. Kali ini Kick Andy ingin berbagi kisah inspiratif dengan mengundang anak-anak muda lulusan Politeknik yang punya karya luar biasa. Untuk menjadi tamu om Kick Andy dalam programnya tentu bukan sembarang pemuda yang diundang. Pemuda yang saya maksud adalah mereka yang hidupnya tidak terlalu begitu percaya dengan filosofi hidup “Biarkan hidup seperti air yang mengalir” sekali lagi tidak. Atau dengan kata lain pemuda yang normal-normal saja, punya standar hidup yang linier dan tidak melakukan sesuatu hal yang revolusioner juga. Mereka bukan itu, mereka adalah orang-orang special yang “behid the scene” kehidupanya penuh perjuangan yang luar biasa hingga menjadi aktor di balik kesuksesannya seperti sekarang ini.

Sebetulnya saya sendiri tidak melihat tayangannya secara langsung melalui channel tv. Saya hanya melihat lewat siaran ulang di website m.metrotvnews.com/kick-andy, karena baru dapat kabar dari internet di hari minggunya. Karena tertarik dengan tema yang diangkat, saya pun menonton videonya sampai selesai. Kick Andy saat itu mengundang empat orang dalam acaranya yaitu Rido Nurul Adityawan, Taufik Hidayat, Agur Yake Mulia dan Tiyo Avianto. Hadir juga dalam acaranya menteri Menristekdikti bapak M.Nasir. Ke empat inspirator Kick Andy tersebut punya spesifikasi dan cerita hidup yang berbeda-beda.

Inpirator pertama namanya Nurul Adityawan dengan karya berupa usaha bisnis kuliner spesialis ayam penyet. Dia adalah lulusan Politeknik Negeri semarang. Di usianya yang masih tergolong muda ia sudah mampu mendirikan franchise dengan jumlah total ada sekitar 640 gerai yang tersebar tidak hanya di Indonesia namun juga di beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Taiwan dan Hongkong.

Selanjutnya yaitu Taufik Hidayat. Pemuda berkacamata ini adalah pengusaha jamur yang sukses di Usia yang tergolong masih muda. Dia lulusan D3 Politeknik Negeri Bandung dan memutuskan untuk merintis bisnis jamur setelah sebelumya bekerja di perusahaan otomotif terkenal di Jakarta. Selain itu kang taufik ini juga mendirikan sekolah alam untuk para petani dan pemuda putus sekolah di desanya. Sekolah alam ini berisi penyuluhan mengenai budidaya jamur dan sayur-sayuran lain. Pembinaan ini dilakukan secara sukarela dan gratis. Dengan usahanya ini dia mampu mengangkat derajat orang tua dan keluarganya.

Inspirator ke-tiga adalah Agur Yake Mulia (22 tahun). Dia adalah pendiri Sekolah Robot Rotobot dan juga pengajar ekskul di sekolah-sekolah di Klaten, Solo dan Jogja. Sejak masih sekolah SMK Agur sudah menekuni bakatnya dan sempat menjuarai berbagai perlombaan bikin robot. Dengan prestasinya itu dia akhirnya bisa kuliah dengan mendapat beasiswa bidik misi. Luar biasanya, sejak enam bulan sekolah robotnya didirikan siswanya sudah mampu memenangkan kompetisi robotic internasional.

Terakhir ada mas Tiyo Avianto yang merupakan seorang technopreneur di bidang IT dan IoT (Internet Of Things). Dia adalah salah satu pemuda penggagas dan pengembang teknologi Ibeacon di Indonesia untuk kebutuhan Industri. FYI iBeacon adalah salah satu protokol komunikasi untuk internet of things yang dikeluarkan oleh Apple, Inc (Wikipedia). Karyanya tersebut berupa alat untuk mengefektifkan presensi di sebuah perusahaan dengan karyawan yang banyak. Alat ini sudah didistribusikan secara masal tidak hanya didalam negeri tetapi juga di beberapa negara seperti Jepang dan lain-lain.

Belajar dari mereka, kita jadi tahu bahwa SUKSES itu tak harus jadi PNS. Nurul, Taufik, Agur dan Tiyo adalah bukti bahwa sebuah perjuangan dan proses tak akan menghianati sebuah hasil. Untuk menuju tangga kesuksesan diperlukan perjuangan yang teramat panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan saja. Karena mie instan pun sebelum kita makan, kita butuh proses berupa memasaknya terlebih dahulu lalu setelah itu bisa kita sajikan dalam sebuah mangkok. Bener nggak? Jadi semua itu tak benar-benar secara instan.

Tentunya semua itu harus dibuktikan dalam aksi nyata berkarya. Banyak orang yang mendabakan sebuah kesuksesan namun masih terhalang oleh ketidak mampuan untuk berbuat aksi nyata. Para inspirator di program Kick Andy di atas dapat kita jadikan inspirasi untuk terus berproses dan berkembang. Namun, walaupun begitu saya pribadi tidak ingin jadi mereka. Suatu saat saya pasti punya cara sendiri untuk sukses yang bahkan lebih dari mereka. Bukan karena sombong, tetapi untuk memotivasi diri ini agar punya standart tinggi dan tak puas hanya menjadi orang rata-rata saja. Semoga saja kita bukan termasuk pemuda-pemuda yang akan “digunduli” oleh Bung Karno dalam pidatonya diatas hehe.

25 Februari 2018 || Budi Setiawan


Jumat, 29 September 2017

Cinta Ditolak Doa Bertindak

 [JJB Ke#15]
Cinta Ditolak Doa Bertindak

“Cinta ditolak, bukan dukun yang harus bertindak. Bukan juga arak yang harus ditenggak. Cinta ditolak doalah yang harus bertindak.”
-Budi Setiawan

Sumber Foto: https://menyentuhhati.com


Mencintai seseorang memang begitu indah, namun bagaimana jika cinta kamu ditolak oleh dia, menyakitkan bukan? Sebagai manusia awam sudah pasti dan sudah barang tentu jawabanya iya. Padahal kita sudah terlanjur mengidam-idamkan dan berupaya dengan berbagai cara untuk mendapatkan cintanya. Bahkan nggak cuma menyatakan cinta kepadanya langsung, tetapi juga malah sudah menyatakan ke orang tuanya satu bahasa yang lebih kuat lagi. Tapi bukannya kata “I LOVE YOU TOO” atau “AKU TERIMA LAMARAN KAMU” misalnya yang kamu dapat jawaban dari dia, melainkan dia menolak kamu. Duh.. Pasti rasanya mak jlebb...!!!

Menurut pengamatan saya, ada beberapa kalimat variabel penolakan yang biasa diucapkan misalnya: “Maaf, aku belum bisa terima cinta kamu” “Maaf, kamu bukan kriteria aku” Maaf, aku masih ingin fokus kuliah” atau ada yang lebih halus lagi, “maaf, kamu terlalu baik buat aku” Hah terlalu baik tapi kok ditolak? Hehe. Ada lagi yang jawab gini “iya, aku juga sayang sama kamu, tapi hanya sebatas teman”. Tambahan kalimat ‘tapi hanya sebatas teman’ inilah yang tidak begitu indah saat didengar. Terlepas dari variabel kata penolakan yang mana yang digunakan tapi semua pada intiya sama yaitu CINTA KAMU DITOLAK.

Prinsip orang Jahil, jika CINTA DITOLAK DUKUN BERTINDAK. Naudzubillah.. Pernah dengar lagu dangdut  ‘‘jaran goyang’’ yang belakangan ini begitu populer dinyanyiin Via Valen dan Nella Kharisma sebagai berikut:

Apa salah dan dosaku, sayang
Cinta suciku kau buang-buang
Lihat jurus yang kan ku berikan
Jaran goyang, jaran goyang

Sayang, janganlah kau waton serem
Hubungan kita semula adem
Tapi sekarang kecut bagaikan asem
Semar mesem, semar mesem

Jurus yang sangat ampuh, teruji terpercaya
tanpa anjuran dokter, tanpa harus muter-muter
cukup siji solusinya, pergi ke mbah dukun saja
Langsung sambat, “Mbah, saya putus cinta”

Kalau tidak berhasil, pakai jurus yang kedua
Semar mesem namanya, jaran goyang jodohnya
Cen rodok ndagel syarate, penting di lakoni wae
Ndang di cubo, mesthi kasil terbukti kasiate, genjrottt

Coba kita analisa. Sekilas lagu tersebut memang enak banget didengar, tapi tidak dengan isinya. Lagu `Jaran Goyang` menceritakan kisah cinta seseorang yang terabaikan. Bukannya menyerah, dia menggunakan segala cara untuk memperjuangkan cintanya. Orang itu, yang diceritakan dalam lirik lagu, sampai-sampai pergi ke paranormal. Dia menggunakan mantra `Jaran Goyang` untuk menggaet lawan jenis. Padahal kata Rasulullah bila kita mendatangi dukun, sholat kita bisa nggak diterima selama 40 hari, ini bagi yang sholat bagi yang jarang sholat bisa lebih parah lagi lho.

“Barangsiapa mendatangi peramal atau dukun lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari”.( HR. Muslim dan Ahmad )

“Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad” ( HR.Tirmidzi )

Tuh, kan. Sudah lupain saja. nggak usah pakai ‘jaran goyang’. Karena ‘jaran goyang’ sudah ada penangkalnya. Seperti lagu parodi ‘balasan jaran goyang’ yang dibuat seorang Youtuber bernama Kery Astina. Isi lagu ini cukup membuat orang senyum-senyum sendiri, sangat berisi makna dan lucu. Berikut adalah sedikit cuplikan lirik dari lagu “Balasan jaran goyang” oleh Kery Astina:

Silahkan saja dicoba sayang
Kalo mau pake jaran goyang
Karna ku sudah punya penangkal
Baca Quran baca Quran

Kamu mau pake semar mesem
Supaya aku jadi kesemsem
Aku tiap malam takkan merem
Sholat malem sholat malem

Penangkal yang memang ampuh
Memang sudah terpercaya
Tanpa harus ke dokter
Tak perlu ke orang pinter

Cukup satu solusinya
Pergi ke masjid terdekat
Langsung sholat
Jangan lupa baca Quran

Pengen tambah berhasil
Pake penangkal kedua
Sholat malem namanya
Baca Quran setelahnya.

Memang tak bisa dipungkiri, saat cinta kita ditolak maka hati akan terasa begitu sakit. Karena sejak awal kita telah menggantungkan harapan kita kepada orang yang kita cinta. Bahkan ada juga yang beranggapan “Aku mencintaimu, kamulah milikku”. Sehingga ketika harapan itu pupus ditengah jalan dan si doi ternyata tidak ada rasa dengan kita, kita lalu menyesal dan menyalahkan diri sendiri.

Hal-hal semacam itu kemungkinan kecil terjadi kalau sejak awal kita menaruh harapan itu kepada-Nya bukan kepada si doi. Tak ada cara lain yang lebih ampuh untuk mendapatkan hatinya selain meminta kepada Sang Pemberi Cinta itu sendiri, yaitu Allah. Karena Dia adalah tempat terbaik kita mengadu. Yang paling mengerti tentang apa yang kita butuhkan bukan selalu yang kita minta. Dia lah yang lebih tau siapa jodoh kita sebenarnya yang tertulis dalam skenario-Nya.

Meskipun cinta di tolak,mendingan doa yang bertindak. Bukan doa yang macam-macam,atau doa yang lagi trend sekarang. Misal, bila dia bukan jodohku maka jadikanlah dia jodohku. Lho doa kok maksa, kalau kita di paksa kan juga gak mau,masak mau memaksakan kehendak kita sama Allah.

Doakan saja yang terbaik buat kita sendiri maupun kepada orang yang telah menolak cinta kita. Bila kita mau menerima lagi paham dengan apa yang Allah kehendaki maka InsyaAllah sakit hati kita akan segera terobati. Apalagi doa orang teraniaya kan cepat dikabulkan, pernah dengar hadist itu? Ya, walaupun begitu jangan lantas kita mendoakan yang buruk juga bagi orang yang telah menolak cinta atau lamaran kita.

Doa yang baik akan membawa kebaikan pula bagi orang yang mendoakannya. Misalnya kita berdoa; “Ya Robb, semoga engkau pertemukan jodohnya dengan orang shaleh”. Tidak menuntut kemungkinan bisa jadi orang sholeh yang Allah kirimkan buat dia itu adalah kita. Atau kalau nggak setelah kita berdoa demikian, disamping itu Allah juga sudah menyiapkan calon lain yang lebih cocok untuk diri kita. Bisa saja terjadi kan?

Dari Abu Ad-Darda’ dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)

Soo.. Patah hati itu adalah hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah saat kita patah hati lalu kita putus asa atas kehendak Allah secara berlebihan. Cinta ditolak, bukan berarti kita harus putus asa. Cinta ditolak, bukan berarti tak ada lagi cinta dihari esok. Cinta ditolak, Allah akan selalu dan tetap menerima cintamu.




































Jumat, 07 Juli 2017

Hajat Penggantian Nama Jurnal

Hajat Penggantian Nama Jurnal

[ JJB: Jurnal Jomblo Berprinsip ke#13]

     Sumber foto:http://goowes.co/2016/10/27/


Sebulan lebih blog ini tak tersentuh tangan saya. Saya merasa menjadi kesatria yang kalah di medan pertempuran sengit dengan komitmen saya yang saya tulis dijurnal sebelumnya. Saya berjanji pada diri sendiri akan rutin menulis jurnal diblog ini paling tidak seminggu sekali. Namun pada kenyataannnya lebih dari sebulan blok ini nyaris tak saya sentuh. Nggak kebayangkan andaikan blog ini diibaratkan cewek dan sudah satu bulan lebih saya cuekin, pastilah sudah berpaling ke lain hati he.

Dijurnal ke#13 ini alhamdulillah saya seperti mendapatkan sebuah wangsit (baca:ilham) untuk mengubah judul jurnal saya diblog ini. Yang seperti diketahui bahwa postingan-postingan sebelumnya saya memberi judul jurnal dengan nama JJM (Jurnal Jomblo Mulia) yang nanti akan saya rubah menjadi JJB (Jurnal Jomblo Berprinsip). Penggantian nama ini bukan tanpa alasan. Salah satu alasan yang mendasarinya adalah saya rasa terlalu naif jika saya menyebut diri sebagai jomblo mulia. Karena memang pada kenyataannya terlalu jauh dari apa yag dikatakan mulia. Pastinya terlepas dari makna dari jomblo yang pada hakikatnya memang mulia seperti yang telah saya ulas di jurnal sebelumnya yang berjudul Jomblo Itu Bukan AIB . Ini mungkin sebagai muhasabah diri saya selama ini. Akhir-akhir ini saya akui banyak melakukan kekhilafan dan dosa yang membuat hati saya menjadi gundah gulana. Kosa kata "gundah gulana" ternyata tak hanya bersandingan dengan masalah cinta saja. Tapi dosa-dosa yang kita lakukan juga akan menggelapkan hati kita sekaligus mebuat hati ini menjadi gelisah.

Saya sepertinya telah terjebak dalam lingkaran setan yang berkepanjangan. Hingga berkali-kali mengulangi dosa yang serupa. Tidak perlu saya publikasikan dosa seperti apa yang telah saya lakukan hingga saya menyesalinya seperti ini. Biarlah ini menjadi rasahasia antara aku dengan Allah SWT saja, mungkin dengan beberapa teman dekatku saja. JJB (Jurnal Jomblo Berprinsip) ini mungkin lebih tepat untuk menggambarkan keadaanku saat ini. Yang memang pada awalnya saya memutuskan berstatus single (baca: jomblo) itu karena sebuah prinsip bukan nasib. Ya mudah-mudahan saya tidak gampang khilaf untuk merubah status saya ini terkecuali saya memang sudah benar-benar siap untuk mengakhiri ke-jomblo-an saya. Dan yang paling penting Allah telah mempertemukan dengan bidadari pilihanNya untuk saya. hehe. Sudahlah.. muhasabah kok malah jadi ngomongin jodoh haduh Ya Allah maafkan hamba khilaf.. Didalam jurnal ini saya berkeinginan untuk hanya menulis dengan berdasarkan apa yang telah saya alami dengan cara 3M (Membaca, merasa dan melakukan) untuk kemudian menulisnya based on true story.

Pagi tadi ketika saya membaca beberapa ayat Alqur'an saya menemukan salah satu ayat dalam surat Ar-Ra'd: 11 yang kurang lebih artinya seperti ini "Sesungguhnya Allah tidak merubah apa-apa/ keadaan yang ada pada suatu kaum (ma biqoumin), hingga mereka mengubah apa-apa/ keadaan yang ada pada jiwa-jiwa mereka (ma bi anfusihim)". Hati saya terketuk untuk menyadari bahwa rutinitas dosa-dosa yang telah saya lakukan selama ini hingga yang semakin menjauhkan dari kata "mulia" itu karena sikap saya yang cenderung enggan merubah diri (jiwa) saya sendiri. merubah kebiasaan buruk yang selama ini saya lakukan. Saya sungguh takut kalau mendapatkan lebel sebagai orang yang munafik. Saya ingin jujur terutama kepada diri saya sendiri bahwa saya ini naif dan banyak dosa. Hingga saya berharap saya bisa menemukan teman-teman yang busa mengingatkan atas kesalahan yang saya perbuat, bukan hanya memuji kebaikan saya. Teman-teman yang saling menguatkan untuk merubah diri ini keluar dari apa yang disebut "lingkaran setan". Tapi saya begitu yakin bahwa hidup saya dimasa depan adalah yang saya pikirkan dan lakukan saat ini, bukan berdasar apa yang saya pikir dan lakukan dimasa lalu. Saya ingin hari ini lebih baik dari hari kemaren. Karena saya sama sekali tidak ingin menjadi orang yang merugi dikemudian hari.

8 Juli 2017 | Budi Setiawan