Tampilkan postingan dengan label muhasabah diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhasabah diri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2018

“Merasa Jatuh Cinta, Bolehkah?”


JJB ke #22

Sumber: Foto Pribadi

“Cinta itu berlebihan dalam kecenderungannya tanpa berharap mendapatkan sesuatu. Cinta itu kegelisahan dalam hati karena rasa jatuh cinta pada kekasih,” Begitu kata Junaid Albaghdadi, seorang ulama sufi yang dulu pernah hidup di Baghdad, Irak. Ketika kita dihadapkan pada suatu kegelisahan dalam hati, tiba-tiba mulut kita susah ngomong lalu tangan dan kaki kita gemeteran ketika tepat berada di depan cinta. Kemudian, senyum-senyum sendiri saat melihatnya dari jauh maka kamu bisa menyebutnya dengan nama “jatuh cinta.” Soo Don’t panic, it’s not some kind of sickness, therefore no need to call a doctor. Jangan panik, karena ia bukan sebuah dosa. Setidaknya ia belum tentu jadi sebuah dosa. 

Semua orang pernah merasakan cinta, cinta adalah fitrah dan indikasi kedewasaan. Bila kamu sudah merasakan jatuh cinta, saya ucapkan selamat! Karena itu tanda kamu normal dan baik-baik saja. Sebagai lelaki dan wanita normal, sudah menjadi kewajaran rasa cinta muncul diantara keduanya. Apalagi mereka berinteraksi dalam waktu yang lama. Terjadinya interaksi itu mungkin mereka satu kampus, satu kantor, satu pengajian, satu organisasi, atau segala “satu” yang lain.

Namun, bukan berarti ketika Allah menganugrahkan rasa cinta sebagai fitrah kepada manusia, lantas kita bebas mengeskpresikannya sesuai kehendak kita, sesuai apa pun yang kita inginkan. Ada masanya, ada tata caranya, dan ada aturannya. Karena itulah agama Islam diturunkan oleh Allah. Supaya kita tetap menjadi manusia yang mengekspresikan cinta sesuai dengan aturan-Nya.
Nah, kembali ke topik. Apakah jatuh cinta itu boleh. Dari berbagai analisa dan sudut pandang tentang cinta yang saya dapatkan ternyata jatuh cinta itu adalah anugrah bukan musibah.

“Tapi kenapa sebagian orang bersedih, merasa kehilangan, dan galau berkepanjangan karena jatuh cinta?”

Orang bersedih karena cintanya bertepuk sebelah tangan, merasa kehilangan karena si doi lebih memilih menikah dengan cowok lain, dan galau berkepanjangan karena si cowok meminta putus. Itu semua terjadi karena harapan. Semakin tinggi harapan kita pada seseorang pun semakin sakit ketika kita tiba-tiba terjatuh. Kita boleh merasa optimis ketika jatung tiba-tiba berdetak lebih kencang saat melihat wanita cantik nan anggun di depan kita lalu otak tiba-tiba berkomentar “Aku harus bisa mendapatkannya” tapi jangan lupa izin dulu sama yang memilikinya. Izin sama Allah lewat Doa yang di sana kita selipkan namanya dan lewat  walinya jika kita sudah benar-benar yakin untuk menghitbahnya. Nggak mungkin kan, saat kita suka dan menginginkan hp  iPhone XS Plus series di counter hp menjadi milik kita misalnya, lantas kita langsung mengambilnya begitu saja tanpa membelinya terlebih dahulu? Yang ada malah kita babak belur karena dianggap maling dan menjadi sasaran amukan masa.

Begitulah cinta. Saat kita memutuskan untuk mencintai seseorang maka saat itu pula kita harus berucap “Bismillah aku mencintaimu”. Karena segala cinta hanyalah milik Allah maka saat kita ingin memilikinya kita juga harus izin kepada pemilik-Nya. Dan hanyalah Allah yang berhak memutuskan apakah kita berhak untuk mendapatkan hatinya kemudian menghalalkannya untuk menyempurnakan agamanya atukah kita hanya akan menjadi tamu undangan saat dipesta pernikahannya. Semua atas kehendak Allah, kita hanya perlu berikhtiar dan berdoa untuk mendapatkan yang terbaik. Selebihnya serahkan kepada Allah sang pemilik cinta dari segala cinta dimuka bumi ini.

Sumber: Foto Pribadi

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan meras tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berpikir.”
(QS.Ar-Rum:21)

Sidoarjo, 10 November 2018 || Budi Setiawan

Rabu, 31 Oktober 2018

Hal-Hal Sederhana yang Bikin Orang Lain Bahagia

JJB ke #21

Sumber Foto: www.zorggroepsintmaarten.nl

”Sesungguhnya Rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”
(QS.Al-A’raf:56)

Kata orang, bahagia itu sederhana. Iya, betul. Ternyata anggapan itu menurutku ada banyak benarnya. Faktanya, orang yang bergelimang harta belum tentu dia bahagia. Bisa jadi dalam kesehariannya orang tersebut selalu merasa was-was karena dikejar-kejar polisi dan KPK yang ternyata hartanya tersebut hasil dari korupsi. Sebaliknya, banyak juga orang-orang yang hidupnya tampak sederhana namun masih bisa tertawa bahagia dengan keluarganya. Dan ini bisa menjadi bukti bahwa bahagia itu memang bisa dikatakan sederhana.

Begitupun cara untuk membuat orang lain bahagia, ternyata juga bisa kita lakukan dengan cara-cara sederhana. Siapa sangka, hal-hal yang tampak sepele bisa jadi justru sangat berharga bagi kebahagiaan orang lain. Dan hal-hal tersebut sering kali saya jumpai dikehidupan sehari-hari. Berawal dari situ saya coba untuk meresponnya yang kemudian menimbulkan kegelisahan yang luar biasa dalam hidup ini. Bagaimana tidak, pasalnya hal-hal sepele tersebut seringkali orang lain lakukan buat kita namun kita sendiri jarang mengamalkannya. Patut kiranya permasalahan tersebut saya angkat menjadi angle dalam jurnal kali ini.

Berikut saya akan uraikan hal-hal sederhana yang bisa bikin orang lain bahagia tersebut:

1. Tersenyum

            Tersenyum adalah shodaqah yang paling murah. Kelihatannya sepele bukan. Tersenyum selain membuat kita bahagia ternyata virus senyum tersebut juga bisa menular ke bibir orang lain yang kita beri senyum. Secara otomatis senyum tersebut akan menambah kebahagiannya.

2. Ucapan Terima Kasih

            Setiap menerima bantuan, apapun bentuknya entah itu hal kecil atau besar jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih. Sederhana memang, namun dengan ucapan ini bisa membuat orang lain merasa dihargai bantuannya. Akibatnya, orang tersebut tak segan untuk mengulurkan tangan pada kita kembali jika dibutuhkan.

3. Memberi Ucapan Disaat Ulang Tahunnya

            Ucapan dan doa yang baik buat teman kita dihari spesialnya sangatlah bisa menambah kebahagian untuknya. Mereka merasa diperhatikan. Terlebih jika kita bisa membuat sedikit kejutan untuknya, misalnya kasih kado atau bawain kue tar untuknya. Sudah pasti kebahagiannya akan tambah berlipat-lipat. Seperti yang saya rasakan sendiri beberapa hari yang lalu. Oh ya, BTW, terima kasih ya teman-teman yang kemaren sudah membuat saya bahagia dengan membuat kejutan saat ultahku. Jujur ini kali pertamanya loh saya dapat kejutan ultah seheboh kemaren. Hehe. (Numpang curhat dikit rek)

4. Memberi Pujian Pada Teman

            Hal ini juga sederhana. Namun pujian yang kita berikan kepada teman kita ternyata juga bisa membuat mereka lebih merasa dihargai atas usaha-usahanya. Terlebih jika usaha yang dilakukan itu ditujukan untuk kebaikan bersama misalkan, itu sudah menjadi bagian dari kewajiban kita untuk memberi pujian dan terima kasih.

5. Memberi Semangat ke Teman

            Tak jauh berbeda dari poin ke tiga dan empat di atas. Memberi semangat kepada teman kita juga bisa menjadi motivasi tersendiri saat dia menghadapi masalah dan membutuhkan dorongan semangat.

6. Membayari Teman Ngopi dan Karcis Parkir

            Tidak harus dengan mengeluarkan uang banyak untuk membuat orang lain bahagia. Cukup membayari saat lagi ngopi bareng atau membayari karcis parkirnyapun akan membuat dia senang. Dia akan merasa bahwa kita peduli terhadapnya.

7. Mendengarkan Lawan Bicara Baik-Baik

            Semua orang pasti ingin didengarkan pendapatnya sebagaimana kita ingin didengarkan orang lain. Saat kita mendengarkan dengan baik-baik apa yang ia bicarakan setidaknya kita telah menghargai pendapatnya. Meskipun terkadang pendapatnya tidak sesuai dengan kita. Hal ini sederhana namun agak sulit dilakukan, sayapun masih perlu banyak belajar untuk bagaimana menjadi pendengar yang baik.

Itulah beberapa hal sederhana yang bisa bikin orang lain bahagia. Sebetulnya masih banyak contoh-contoh lainnya yang mungkin bisa kita bahas dilain kesempatan. Perlu diketahui pada dasarnya jurnal ini saya buat sebagai tamparan keras untuk diri ini. Hal-hal sepele yang dilakukan orang lain dengan konsisten itu yang khususnya ditujukan untuk saya pribadi, sukses membuat saya malu semalu-malunya. Malu karena baru menyadari manfaatnya dan belum bisa sepenuhnya menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun misalnya coretan saya ini memberikan kebermanfaatan bagi orang lain saya anggap itu bonus saja mah..

Banyak dari kita takut memberikan nasehat kepada orang lain karena merasa dirinya belum sempurna dan banyak kekurangan. Sayapun terkadang berpikiran seperti itu. Namun seketika saya teringat apa yang dikatakan oleh Hasan Al-Bashri, “Andaikata seorang muslim tidak memberi nasehat kepada saudaranya, kecuali setelah dirinya sempurna, niscaya tidak akan ada para pemberi nasehat,” pesannya. Dan pesan yang disampaikan oleh Hasan Al-Bashri itulah yang menjadi salah satu semangat saya untuk selalu menebar kebaikan kepada orang lain meskipun saya sendiri belum sepenuhnya menjadi orang baik. Wallahu’alam.. Semoga bermanfaat.

31 Oktober 2018 || Budi Setiawan

Senin, 16 Oktober 2017

Bukan (Sebenar-benarnya) Orang Sibuk

[JJB Ke #16]
Bukan (Sebenar-benarnya) Orang Sibuk

“Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS.Al-Insyirah:7)

Foto pribadi

Salah satu fakta tentang kehidupan modern yang tak terbantahkan adalah betapa banyaknya orang yang merasa dirinya sibuk. Dan seperti yang kita ketahui bersama sibuk karena pekerjaan menjadi salah satu alasan yang seringkali dilontarkan. Orang sibuk dianggap sebagian orang punya nilai lebih (value-added). Orang sibuk juga dianggap menjadi manusia yang lebih penting daripada orang yang tidak punya kesibukan. Ya, menurutku pengakuan seperti itu sah-sah saja selama orang tersebut lebih produktif daripada yang lain. Dalam arti dia bisa menghasilkan hasil karya yang lebih diatas rata-rata orang.

Berdasarkan kabar yang dimuat diportal berita online bbc.com disebutkan bahwa, kita merasa jauh lebih sibuk belakangan ini karena pekerjaan kita lebih banyak. Namun kita salah. Jumlah jam kerja – yang dibayar maupun tidak – tidak bertambah dalam beberapa dasawarsa terakhir. Setidaknya di Eropa atau Amerika utara. Lain halnya menurut pandangan Asisten Profesor Pemasaran di Columbia Bussiness School, Silvia Bellezza mengutarakan bahwa, “Di negara Italia, pada bulan juni, kalau anda mengatakan akan bekerja sepanjang musim panas, orang akan menganggap anda pecundang yang tidak berduit (untuk berlibur) dan tidak menarik,”bebernya.

Saat kita mendapat jawaban “sibuk” seringkali kita menjadi tidak tertarik untuk tau mereka sedang sibuk apa? Karena bisa jadi tidak ingin dianggap kepo. Namun kepada orang yang kita anggap cukup dekat, tentu saja ada keberanian untuk menanyakan atau hanya sekedar basa-basi. Alasan “sibuk” seakan sudah menjadi jurus andalan dalam medan perang di dunia modern ini.

Jika kita berbicara tentang siapa yang layak disebut sebagai orang tersibuk di Indonesia, maka kita sulit untuk menolak bahwa orang tersebut adalah presiden RI. Sebagai kepala negara dan orang nomer satu di Indonesia sudah barang tentu bisa kita anggap sebagai sesibuk-sibuknya orang. Tapi apakah benar begitu? Ternyata tidak. Ditengah anggapan bahwa presiden adalah orang tersibuk di Indonesia ternyata masih ada yang sempat dan bisa menyalurkan hobinya untuk menulis buku, bikin lagu dan menyanyi. Ya, siapa lagi kalau bukan bapak Susilo Bambang Yudoyono (SBY) atau lebih dikenal dengan nama pak Beye. Ini menjadi tamparan keras bagi saya bahwa orang yang notabene-nya nomer satu di Indonesia saja masih bisa produktif untuk menyalurkan hobinya. Lalu bagaimana dengan orang-orang kurang penting seperti saya? He.

Ah, sepertinya terlalu naif jika saya dengan pedenya menganggap diri ini sudah terlalu sibuk. Padahal kenyataannya berlawanan. Bahkan bisa jadi alasan klise itu cuma jadi pembenaran untuk tidak mengerjakan tugas-tugas kampus misalnya, atau mungkin bisa jadi alasan untuk tidak menghadiri suatu undangan dan pertemuan. Seringkali kita saat jauh dengan orang tua, mereka menanyakan kepada kita, “Kok jarang ngasih kabar to le?” lalu kita jawab,”nggih buk, soalnya saya sibuk, banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan”. Yakin sesibuk itu? Hingga memberi kabar kepada orang tua pun kita tak ada waktu? Padahal kenyataannya kita setiap hari punya saja waktu untuk update status di sosmed dan chatting gebetan atau pacar. Mungkin lebih tepatnya dibilang saja “sok sibuk” itu mungkin lebih baik.

Membuat alasan “sibuk” berarti membatasi diri saya untuk lebih produktif dalam beramal. Dan pasti akan ber-impact terhadap buah hasil dari usaha saya selama ini. Saya merasa yakin diluar sana orang-orang yang sudah sedikit banyak menemukan singgasana kesuksesannya pasti punya jam terbang yang lebih tinggi daripada kita. Kalau saya mah jangankan terbang tinggi, suruh benerin genteng yang bocorpun masih ogah-ogahan karena takut jatuh. Sepertinya saya rasa perlu belajar menjadi Spiderman, agar bisa memanjat lebih tinggi dan nggak takut jatuh lagi.

Foto pribadi



Yang harus kita sadari adalah dibalik kesuksesan pasti ada keringat, air mata dan bahkan darah yang harus rela dikeluarkan. Kemenangan kaum muslimin melawan kafir quraisy pada saat perang badar dizaman Rasulullah, tidak lepas dari perjuangan yang sangat melelahkan. Banyak air mata dan darah kaum muslimin yang harus di ikhlaskan pada pada saat itu. Bisa kita bayangkan, seandainya sahabat-sahabat nabi tidak punya keberanian mengambil resiko untuk perang jihad pada waktu itu dengan dalih “sibuk” mengurusi pekerjaan, bagaimana nasib umat muslim? Sangat mustahil bukan dari 313 pasukan kaum muslimin yang menghadapi 1000 pasukan suku quraisy memenangkan sebuah peperangan seandainya sebelum berperang nyali kaum muslimin sudah ciut.

Sidoarjo, 17 Oktober 2017 || Budi Setiawan

Jumat, 29 September 2017

Cinta Ditolak Doa Bertindak

 [JJB Ke#15]
Cinta Ditolak Doa Bertindak

“Cinta ditolak, bukan dukun yang harus bertindak. Bukan juga arak yang harus ditenggak. Cinta ditolak doalah yang harus bertindak.”
-Budi Setiawan

Sumber Foto: https://menyentuhhati.com


Mencintai seseorang memang begitu indah, namun bagaimana jika cinta kamu ditolak oleh dia, menyakitkan bukan? Sebagai manusia awam sudah pasti dan sudah barang tentu jawabanya iya. Padahal kita sudah terlanjur mengidam-idamkan dan berupaya dengan berbagai cara untuk mendapatkan cintanya. Bahkan nggak cuma menyatakan cinta kepadanya langsung, tetapi juga malah sudah menyatakan ke orang tuanya satu bahasa yang lebih kuat lagi. Tapi bukannya kata “I LOVE YOU TOO” atau “AKU TERIMA LAMARAN KAMU” misalnya yang kamu dapat jawaban dari dia, melainkan dia menolak kamu. Duh.. Pasti rasanya mak jlebb...!!!

Menurut pengamatan saya, ada beberapa kalimat variabel penolakan yang biasa diucapkan misalnya: “Maaf, aku belum bisa terima cinta kamu” “Maaf, kamu bukan kriteria aku” Maaf, aku masih ingin fokus kuliah” atau ada yang lebih halus lagi, “maaf, kamu terlalu baik buat aku” Hah terlalu baik tapi kok ditolak? Hehe. Ada lagi yang jawab gini “iya, aku juga sayang sama kamu, tapi hanya sebatas teman”. Tambahan kalimat ‘tapi hanya sebatas teman’ inilah yang tidak begitu indah saat didengar. Terlepas dari variabel kata penolakan yang mana yang digunakan tapi semua pada intiya sama yaitu CINTA KAMU DITOLAK.

Prinsip orang Jahil, jika CINTA DITOLAK DUKUN BERTINDAK. Naudzubillah.. Pernah dengar lagu dangdut  ‘‘jaran goyang’’ yang belakangan ini begitu populer dinyanyiin Via Valen dan Nella Kharisma sebagai berikut:

Apa salah dan dosaku, sayang
Cinta suciku kau buang-buang
Lihat jurus yang kan ku berikan
Jaran goyang, jaran goyang

Sayang, janganlah kau waton serem
Hubungan kita semula adem
Tapi sekarang kecut bagaikan asem
Semar mesem, semar mesem

Jurus yang sangat ampuh, teruji terpercaya
tanpa anjuran dokter, tanpa harus muter-muter
cukup siji solusinya, pergi ke mbah dukun saja
Langsung sambat, “Mbah, saya putus cinta”

Kalau tidak berhasil, pakai jurus yang kedua
Semar mesem namanya, jaran goyang jodohnya
Cen rodok ndagel syarate, penting di lakoni wae
Ndang di cubo, mesthi kasil terbukti kasiate, genjrottt

Coba kita analisa. Sekilas lagu tersebut memang enak banget didengar, tapi tidak dengan isinya. Lagu `Jaran Goyang` menceritakan kisah cinta seseorang yang terabaikan. Bukannya menyerah, dia menggunakan segala cara untuk memperjuangkan cintanya. Orang itu, yang diceritakan dalam lirik lagu, sampai-sampai pergi ke paranormal. Dia menggunakan mantra `Jaran Goyang` untuk menggaet lawan jenis. Padahal kata Rasulullah bila kita mendatangi dukun, sholat kita bisa nggak diterima selama 40 hari, ini bagi yang sholat bagi yang jarang sholat bisa lebih parah lagi lho.

“Barangsiapa mendatangi peramal atau dukun lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari”.( HR. Muslim dan Ahmad )

“Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad” ( HR.Tirmidzi )

Tuh, kan. Sudah lupain saja. nggak usah pakai ‘jaran goyang’. Karena ‘jaran goyang’ sudah ada penangkalnya. Seperti lagu parodi ‘balasan jaran goyang’ yang dibuat seorang Youtuber bernama Kery Astina. Isi lagu ini cukup membuat orang senyum-senyum sendiri, sangat berisi makna dan lucu. Berikut adalah sedikit cuplikan lirik dari lagu “Balasan jaran goyang” oleh Kery Astina:

Silahkan saja dicoba sayang
Kalo mau pake jaran goyang
Karna ku sudah punya penangkal
Baca Quran baca Quran

Kamu mau pake semar mesem
Supaya aku jadi kesemsem
Aku tiap malam takkan merem
Sholat malem sholat malem

Penangkal yang memang ampuh
Memang sudah terpercaya
Tanpa harus ke dokter
Tak perlu ke orang pinter

Cukup satu solusinya
Pergi ke masjid terdekat
Langsung sholat
Jangan lupa baca Quran

Pengen tambah berhasil
Pake penangkal kedua
Sholat malem namanya
Baca Quran setelahnya.

Memang tak bisa dipungkiri, saat cinta kita ditolak maka hati akan terasa begitu sakit. Karena sejak awal kita telah menggantungkan harapan kita kepada orang yang kita cinta. Bahkan ada juga yang beranggapan “Aku mencintaimu, kamulah milikku”. Sehingga ketika harapan itu pupus ditengah jalan dan si doi ternyata tidak ada rasa dengan kita, kita lalu menyesal dan menyalahkan diri sendiri.

Hal-hal semacam itu kemungkinan kecil terjadi kalau sejak awal kita menaruh harapan itu kepada-Nya bukan kepada si doi. Tak ada cara lain yang lebih ampuh untuk mendapatkan hatinya selain meminta kepada Sang Pemberi Cinta itu sendiri, yaitu Allah. Karena Dia adalah tempat terbaik kita mengadu. Yang paling mengerti tentang apa yang kita butuhkan bukan selalu yang kita minta. Dia lah yang lebih tau siapa jodoh kita sebenarnya yang tertulis dalam skenario-Nya.

Meskipun cinta di tolak,mendingan doa yang bertindak. Bukan doa yang macam-macam,atau doa yang lagi trend sekarang. Misal, bila dia bukan jodohku maka jadikanlah dia jodohku. Lho doa kok maksa, kalau kita di paksa kan juga gak mau,masak mau memaksakan kehendak kita sama Allah.

Doakan saja yang terbaik buat kita sendiri maupun kepada orang yang telah menolak cinta kita. Bila kita mau menerima lagi paham dengan apa yang Allah kehendaki maka InsyaAllah sakit hati kita akan segera terobati. Apalagi doa orang teraniaya kan cepat dikabulkan, pernah dengar hadist itu? Ya, walaupun begitu jangan lantas kita mendoakan yang buruk juga bagi orang yang telah menolak cinta atau lamaran kita.

Doa yang baik akan membawa kebaikan pula bagi orang yang mendoakannya. Misalnya kita berdoa; “Ya Robb, semoga engkau pertemukan jodohnya dengan orang shaleh”. Tidak menuntut kemungkinan bisa jadi orang sholeh yang Allah kirimkan buat dia itu adalah kita. Atau kalau nggak setelah kita berdoa demikian, disamping itu Allah juga sudah menyiapkan calon lain yang lebih cocok untuk diri kita. Bisa saja terjadi kan?

Dari Abu Ad-Darda’ dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)

Soo.. Patah hati itu adalah hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah saat kita patah hati lalu kita putus asa atas kehendak Allah secara berlebihan. Cinta ditolak, bukan berarti kita harus putus asa. Cinta ditolak, bukan berarti tak ada lagi cinta dihari esok. Cinta ditolak, Allah akan selalu dan tetap menerima cintamu.




































Jumat, 07 Juli 2017

Hajat Penggantian Nama Jurnal

Hajat Penggantian Nama Jurnal

[ JJB: Jurnal Jomblo Berprinsip ke#13]

     Sumber foto:http://goowes.co/2016/10/27/


Sebulan lebih blog ini tak tersentuh tangan saya. Saya merasa menjadi kesatria yang kalah di medan pertempuran sengit dengan komitmen saya yang saya tulis dijurnal sebelumnya. Saya berjanji pada diri sendiri akan rutin menulis jurnal diblog ini paling tidak seminggu sekali. Namun pada kenyataannnya lebih dari sebulan blok ini nyaris tak saya sentuh. Nggak kebayangkan andaikan blog ini diibaratkan cewek dan sudah satu bulan lebih saya cuekin, pastilah sudah berpaling ke lain hati he.

Dijurnal ke#13 ini alhamdulillah saya seperti mendapatkan sebuah wangsit (baca:ilham) untuk mengubah judul jurnal saya diblog ini. Yang seperti diketahui bahwa postingan-postingan sebelumnya saya memberi judul jurnal dengan nama JJM (Jurnal Jomblo Mulia) yang nanti akan saya rubah menjadi JJB (Jurnal Jomblo Berprinsip). Penggantian nama ini bukan tanpa alasan. Salah satu alasan yang mendasarinya adalah saya rasa terlalu naif jika saya menyebut diri sebagai jomblo mulia. Karena memang pada kenyataannya terlalu jauh dari apa yag dikatakan mulia. Pastinya terlepas dari makna dari jomblo yang pada hakikatnya memang mulia seperti yang telah saya ulas di jurnal sebelumnya yang berjudul Jomblo Itu Bukan AIB . Ini mungkin sebagai muhasabah diri saya selama ini. Akhir-akhir ini saya akui banyak melakukan kekhilafan dan dosa yang membuat hati saya menjadi gundah gulana. Kosa kata "gundah gulana" ternyata tak hanya bersandingan dengan masalah cinta saja. Tapi dosa-dosa yang kita lakukan juga akan menggelapkan hati kita sekaligus mebuat hati ini menjadi gelisah.

Saya sepertinya telah terjebak dalam lingkaran setan yang berkepanjangan. Hingga berkali-kali mengulangi dosa yang serupa. Tidak perlu saya publikasikan dosa seperti apa yang telah saya lakukan hingga saya menyesalinya seperti ini. Biarlah ini menjadi rasahasia antara aku dengan Allah SWT saja, mungkin dengan beberapa teman dekatku saja. JJB (Jurnal Jomblo Berprinsip) ini mungkin lebih tepat untuk menggambarkan keadaanku saat ini. Yang memang pada awalnya saya memutuskan berstatus single (baca: jomblo) itu karena sebuah prinsip bukan nasib. Ya mudah-mudahan saya tidak gampang khilaf untuk merubah status saya ini terkecuali saya memang sudah benar-benar siap untuk mengakhiri ke-jomblo-an saya. Dan yang paling penting Allah telah mempertemukan dengan bidadari pilihanNya untuk saya. hehe. Sudahlah.. muhasabah kok malah jadi ngomongin jodoh haduh Ya Allah maafkan hamba khilaf.. Didalam jurnal ini saya berkeinginan untuk hanya menulis dengan berdasarkan apa yang telah saya alami dengan cara 3M (Membaca, merasa dan melakukan) untuk kemudian menulisnya based on true story.

Pagi tadi ketika saya membaca beberapa ayat Alqur'an saya menemukan salah satu ayat dalam surat Ar-Ra'd: 11 yang kurang lebih artinya seperti ini "Sesungguhnya Allah tidak merubah apa-apa/ keadaan yang ada pada suatu kaum (ma biqoumin), hingga mereka mengubah apa-apa/ keadaan yang ada pada jiwa-jiwa mereka (ma bi anfusihim)". Hati saya terketuk untuk menyadari bahwa rutinitas dosa-dosa yang telah saya lakukan selama ini hingga yang semakin menjauhkan dari kata "mulia" itu karena sikap saya yang cenderung enggan merubah diri (jiwa) saya sendiri. merubah kebiasaan buruk yang selama ini saya lakukan. Saya sungguh takut kalau mendapatkan lebel sebagai orang yang munafik. Saya ingin jujur terutama kepada diri saya sendiri bahwa saya ini naif dan banyak dosa. Hingga saya berharap saya bisa menemukan teman-teman yang busa mengingatkan atas kesalahan yang saya perbuat, bukan hanya memuji kebaikan saya. Teman-teman yang saling menguatkan untuk merubah diri ini keluar dari apa yang disebut "lingkaran setan". Tapi saya begitu yakin bahwa hidup saya dimasa depan adalah yang saya pikirkan dan lakukan saat ini, bukan berdasar apa yang saya pikir dan lakukan dimasa lalu. Saya ingin hari ini lebih baik dari hari kemaren. Karena saya sama sekali tidak ingin menjadi orang yang merugi dikemudian hari.

8 Juli 2017 | Budi Setiawan