Rabu, 25 Juli 2018

RESEP OBAT SAKIT HATI UNTUK MASPUR


[ JJB KE #20 ]

“Aku harus melihat kamu bahagia, meskipun kamu bahagianya sama orang lain bukan sama aku. Tapi satu hal yang harus kamu ingat ! Di sini ada hati yang selalu dengan tulus menyayangi kamu”.
-Mas Pur-

Sumber Foto: Youtube.com


            Potongan adegan perpisahan sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP) yang diperankan Mas Pur (Furry Setya) dan Novita (Putri Ane) belakangan viral di dunia maya. Adegan perpisahan keduanya telah sanggup membuat baper penonton dan publik dunia maya dengan kalimatnya yang menohok. Ditambah lagi dengan dikasih bumbu backsound lagu ‘luluh’ (Samson) saat diputus Novita, serta lagu ‘Asal kau bahagia’ (Armada) saat bertemu dipertigaan jalan, duh... sudah pasti bikin suasana tambah baper setengah modiiyaaar  para pemirsa.

            Adegan perpisahan tersebut menjadi trending topik setelah ditonton sekitar 1,1 juta penonton di youtube. Hal tersebut bisa jadi semacam oase dari panasnya berita politik di negeri ini. Tapi terlepas dari itu semua ada beberapa hal yang patut menjadi analisis bahkan pelajaran bagi kita semua. Bagaimana tidak ! perpisahan Mas Pur dengan Novita yang dikabarkan karena tidak direstui orang tuanya itu sudah menjadi polemik di masyarakat nyata selama berabad-abad. Ah, saya rasa mungkin Pak Sutradara ingin menunjukkan paradigma lain dalam dunia sinetron dan drama. Bahwa sinetron atau drama tak selamanya berakhir indah saja yang menjadi perhatian publik seperti yang ada di serial drama Korea.

            Percintaan memang idealnya tidak melibatkan dua orang saja, tetapi juga melibatkan keluarga dan orang tua, karena begitulah budaya yang biasa terjadi di negeri ini. Restu dari orang tua dan keluarga dianggap sangat penting untuk menjadi ukuran melanjutkan hubungan. Walaupun kita sendiri tidak tahu bagaimana usaha Mas Pur dari kalangan menengah ke bawah yang kebetulan berprofesi sebagai tukang ojek dengan muka pas-pasan (Maaf lho mas, kebetulan kita agak sama walaupun gantengan aku dikit hehe), bisa mendapatkan seorang pujaan hati seperti Novita yang cantik, putih, kinclong sekaligus dari kalangan orang mampu. Tapi pada akhirnya maminya tidak setuju karena mungkin dirasa tidak sepadan, dan lebih memilih menjodohkanya dengan Radit brengsek.

Jika segala usaha telah dilakukan namun tak juga mendapatkan restu orang tua biasanya hubungan tersebut akan kandas. Sudah pasti hati yang saling mencinta tersebut akan patah dan terluka, sehebat apapun ia menyembunyikannya. Melihat dari kenyataan di atas, sepertinya memang sah-sah saja jika ada pernyataan bahwa, “Tragedi cinta tak direstui adalah tragedi kemanusiaan paling kejam setelah kapitalisme”. Tapi aksi Mas Pur dengan lontaran ‘kata-kata bijak perpisahan’-nya yang fonumental beserta muka polos nan tulus, telah mampu meyakinkan kita bahwa Mas Pur sesosok aktor yang tegar. Terlebih setelah perpisahan itu Mas Pur memutuskan untuk mudik ke Semarang dan berlibur di sana bersama teman-teman yang lain, hal itu setidaknya sudah menunjukkan bahwa dia menyikapi rasa sakit hati dengan hal-hal positif daripada memilih untuk pergi ke dukun ataupun malah gantung diri.

Sebagai tukang ojek dengan kadar keimanan yang pas-pasan, Mas Pur mungkin belum tahu, bahwa untuk menyembuhkan hati yang sakit itu selain berlibur ada namanya “Tombo Ati” resep dari walisongo yang sudah terbukti ampuh menyembuhkan berbagai penyakit hati. Tombo ati (Obat Hati) tersebut adalah sebagai berikut:
Tombo ati, iku limo perkarane
Kaping pisan moco Qur'an lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kembulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Mugi - mugi Gusti Allah njembatani
Artinya:
Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Qur'an dan maknanya
Yang kedua, sholat malam dirikanlah
Yang ketiga, berkumpulah dengan orang sholeh
Yang keempat, perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya, siapa bisa menjalani
Moga - moga Gusti Allah mencukupi

          Teruntuk Mas Purnomo terakhir saya sampaikan, bahwa kami senatiasa berada dipihak sampeyan  #KamiBersamaMaspur karena #MaspurAdalahKita. Semoga rasa sakit hati Mas Pur karena ditinggal menikah oleh Novita sang pujaan hati segera sembuh dan segera mendapatkan penggantinya. Amin.

Sidoarjo, 26 Juli 2018 || Budi Setiawan

Kamis, 26 April 2018

Mohon Waspada Jika ke STIE Mahardhika Malam Hari !

Mohon Waspada Jika ke STIE Mahardhika Malam Hari !




Sebenarnya agak tidak enak hati buat kuceritakan. Tapi rasanya ini penting buat informasi dan kewaspadaan kita bersama.

Jadi begini. Hari Kamis lalu, temanku, Jose (Joko Seto) pergi ke kampus. Ia kesana di tengah malam hari sendirian. Kira-kira waktu itu sudah pukul 22.00 wib, kebetulan anak-anak yang kuliah malam sudah pulang semua. Rencananya ia mau mengambil Hp-nya yang ketinggalan di ruang 3.05 seusai UTS. Maklum, hp-nya ketinggalan sebab setelah UTS dia buru-buru pulang karena lupa kucingnya waktu itu belum dikasih makan.

Nah, sampainya di samping ruang 3.05, ia mendengar suara yang memanggil namanya. Suasananya sedikit menegangkan. Maklum, malam itu malam Jumat Kliwon dan dalam kondisi yang lumayan sepi. Lampu-lampu kampus pun sudah banyak yang dimatikan.Tapi Jose bersikap biasa saja.

Sampai kemudian hal yang tak akan pernah dilupakannya seumur hidup itu terjadi. Ia mendekati sumber suara itu dan mulai mendekati pintu masuk ruang 3.05. Saat kaki kanannya melangkah, bulu kuduknya berdiri. Ia agak panik, tetapi tetap menunjukan kesan kalau semua baik-baik saja.

Lalu ia membuka pintu. Dan kamu tahu, teman-teman? Pintunya terkunci. Padahal sebelumnya ada suara yang memanggilnya. Kenceng lagi. Ia pun semakin panik dan buru-buru pergi ke lantai 1 untuk meminta bantuan OB. Ia pikir, jika ke lantai 1 semuanya bisa normal kembali. Sampai di depan tangga turun ke lantai 2, suara itu kembali memanggilnya.

Jose bingung sekaligus makin merinding. Tapi dengan sisa keberanian, ia dekati suara itu. Sumber suara itu, setelah didekati, terhenti lagi di ruang 3.04. Dan apa yang terjadi? ruangannya terkunci lagi. Ia tak bisa masuk dan melacak muasal suara itu.

Ia panik. Lalu ia memutuskan balik ke kosnya di kureksari, Waru. Ia jalan kaki menusuri tangga kampus. Sampai di lantai 2 ia kaget. Suara itu lagi-lagi memanggilnya.

“Jos.. Jose.. Berhenti” suara itu kembali muncul dengan volume yang makin keras.

Jose berhenti. Ia clingak-clinguk dan ketakutan. Sembari pelan-pelan menengok kebelakang, ia berdzikir tanpa henti. Tangannya gemetar. Dan betapa terkejutnya ia, sosok itu menampakkan dirinya.

Bajunya putih, lusuh dan agak bau. Tetapi wajahnya samar. Sosok itu kian mendekat. Semakin dekat.

“Hei!” kata sosok itu.

Jose diam tak berkutik.

“Kamu kemana saja. Aku mau tanya sesuatu” katanya.

Jose dengan keringat dingin lalu benar-benar melihat sosok itu. Dan lagi-lagi ia tak menyangka hal itu akan terjadi di hidupnya.

"Kun...kun.. Kunty...!!" Jose berbicara dengan gagap, lidahnya menjadi kelu dan kaku.

“Kunta-kunty !! Aku kenty woe..!! Minggu depan acara workshop jurnalistik  gimana?” ungkap sosok itu, yang setelah diteliti agak lama adalah teman satu organisasi yaitu Kenty, ia ternyata belum mandi sejak tiga hari yang lalu.

Jose pun menjelaskan bahwa acara Workshop Jurnalistik akan dilaksanakan 6 Mei 2018 di ruang 3.05 Multifunction Hall Lt.3 STIE Mahardhika Surabaya pukul 10.00-15.00 WIB.

Di sana akan ada pembicara Kepala Kompartemen Metropolis Jawapos (Doan Widhiandono) beliau juga seorang penulis Oleh-Oleh Jurnalis, Catatan Traveling di 20 kota pada 11 negara yang akan berbagi ilmu tentang:
1). Kiat-kita bijak bermedia di era millenial.
2). Citizen Of Journalism
3). Literasi media massa.
Dan juga Kepala Biro NET TV Jatim (Mustika Muhammad) yang akan berbagi ilmu tentang Jurnalistik Televisi.

HTM Acara tersebut hanya 50K/Peserta. Yang akan mendapatkan benefit berupa;
1). Sertifikat.
2). Makan Siang.
3). Snack.
4). Seminar Kit
5). Ilmu yang bermanfaat.

Dan bagi yang mau mendaftar cukup registrasi via WA dengan format: [ Workshop_Nama_Instansi/kampus_Email_No.Hp ] ke nomor 0821-3269-1460 (Kenty). Pembayaran ke no. Rek.216-062-7584 (BCA) an.Lasmini.

Buruan daftar pemirsa !! Karena kuota terbatas !!

Sabtu, 10 Maret 2018

MEMBACA: Jurus Pertama Seorang Penulis dan Jurnalis


MEMBACA: Jurus Pertama Seorang Penulis dan Jurnalis

[ JJB Ke #18 ]

Think before you speak. Read before you think.” ― Fran Lebowitz

Sumber foto: Solopos.com


Betul sekali perkataan dari Frans Lebowitz di atas, ”Berpikirlah sebelum berbicara. Membacalah sebelum kamu berpikir.” Bisa kita bayangkan bersama, seandainya sebelum berbicara kita tidak berpikir terlebih dahulu, sudah barang tentu kata-kata yang kita ucapkan un-faedah dan tak terarah. Alhasil, bisa jadi kita malah dapat gelar sebagai “LAMBE TURAH” dari orang lain karena tidak adanya manfaat dari banyaknya perkataan yang lahir dari rahim mulut kita. Ngeriii... bos, jika orang lain memberikan label tersebut kepada kita. Bukankah di rumah kita masing-masing mendapatkan sebutan istimewa dari emak-emak kita sebagai “cah ganteng sak donya dan cak ayu sak jagad?” Hehe.

Begitu juga sebelum berfikir akan lebih baiknya kita banyak membaca terlebih dahulu. Karena proses berpikir seseorang pada dasarnya juga butuh bahan bakar, dan bahan bakar itu salah satunya adalah membaca. Bisa dibayangkan, seandainya kita mau pergi kuliah ke kampus dan ternyata tangki bensin sepeda motor yang akan kita naiki habis apa yang terjadi? Sudah pasti kita harus membawanya ke SPBU kan? Menurut saya membaca tidak hanya sebatas untuk mengisi waktu luang, akan tetapi juga untuk mengisi kekosongan otak kita dari pengetahuan dan wawasan yang selama ini belum tersentuh.

Beberapa bulan yang lalu saya sempat mengikuti acara “Sinau Sastra” yang diselenggarakan oleh FLP (Forum Lingkar Pena) Sidoarjo. Dalam acara tersebut saya sempat mewancarai salah satu pembicaranya yaitu mas Rafif Amir Ahnaf. Beliau adalah ketua LFP Jatim, Penulis dan Motivator juga. Dari hasil wawancara dengan beliau saya mendapatkan banyak pencerahan terkait organisasi tersebut beserta arah gerak dan program-program kerja yang telah dijalankan. Berawal dari situ saya begitu tertarik dengan program-program kerja organisasinya dan berkeinginan untuk menerapkannya dalam organisasi saya.

Ide untuk membuat program tersebut kemudian saya bicarakan dengan beberapa teman-teman pengurus organisasi dan mereka menyetujuinya. Program tersebut kita namakan dengan “Project Reading Challenge”. Pesertanya adalah pengurus dan jurnalis magang dari organisasi saya. Karena organisasi kita adalah organisasi yang bergerak dibidang pers mahasiswa, maka bahan bacaan yang kita wajibkan waktu itu berupa artikel berita yang berlangsung selama dua minggu. Dalam pelaksanaanya satu hari peserta program wajib membaca minimal satu berita, “One Day One News,” kalau lebih dari itu akan lebih bagus. Di akhir sesi kita umumkan grafik jumlah berita yang telah dibaca oleh peserta kemudian yang terbanyak kita kasihkan penghargaan dan hadiah sebagai bentuk apresiasi kita terhadapnya.

Berawal dari program yang tampak sederhana tersebut, saya tidak membayangkan ternyata banyak reaksi dan respon positif dari mereka. Itu semua bisa saya baca lewat hasil jawaban kuosioner dari masing-masing peserta yang kita minta isi di google form. Berikut adalah data kuesioner dari "Project Reading Challenge" yang kita dapatkan:

Apakah program tersebut cukup menambah minat baca saudara?
22 tanggapan

Sumber: Google Form


Sangat menambah 40,9%

Cukup  menambah 54,5%
Biasa saja 4,6%
Sangat menambah
:12
Cukup menambah
:9
Biasa saja
:1










Berikan kesan anda setelah mengikuti program "Reading Challenge tersebut:22 tanggapan

Dulu saya sebelum ada program ini sangat tidak suka yang namanya membaca berita. Setelah saya mengikuti program ini, saya jadi ingin tau berita dan program ini sangat bermanfaat sekali.
Senang dan bisa lebih giat untuk membaca lagi
Semakin suka membaca berita
Perlu di adakan lagi agar minat baca lebih banyak
Menurut saya program ini sangat bagus karena biasanya kita enggan membacaa berita tapi setelah ada program ini kita jadi menyempatkan membaca walaupun sibuk
Joss
Banyak menambah wawasan dan pengetahuan tentang kejadian yg di sekitar maupun di daerah lain
Semoga bermanfaat
Good karena bisa membawa kebiasaan baru yg bermanfaat
Sangat menambah minat baca yang awalnya baca berita paling tidak 3 kali dalam seminggu dengan adanya program tsb bisa baca tiap hari dan menyadari manfaat dari baca tsb
Membuat saya menambah wawasan
Makin tahu keadaan di sekitar kita terutama keadaan Indonesia hari ini
Kesanny bikin kepala mumet cz banyak baca berita tp bikin ketagihan n tambah wawasan. Thanks yg buat program
Sangat berkesan dapat menambah pengetahuan
Sangat memotivasi menambah pengetahuan
Bisa menambah minat baca, terutama dalam membaca berita ter up date
Biasa aja, tapi seru sih 😳
Selain menambah wawasan program ini mengajak agar kita mau membaca, meskipun saat ini berada di zaman Milenial. Membaca sama hal nya membuka jendela dunia.
Dengan diadakannya program reading challenge, menambah semangat untuk lebih banyak membaca
setelah adanya program reading challenge , minat baca saya sedikit meningkat.
Setelah mengikuti program ini minat baca saya cukup meninggkat
Program Reading Challenge adalah program yang sangat menarik walaupun tidak banyak yang saya baca tapi dapat mendorong saya agar lebih banyak membaca khususnya berita

Apa pesan yang ingin anda sampaikan terhadap program tersebut agar kedepan bisa lebih baik lagi:19 tanggapan

Semoga program ini tetap berjalan seperti kemarin, dan semoga program ini membawa berkah yang tidak suka membaca jadi suka membaca. Aminnnn 😀
Lebih mensupport teman" untuk membaca dan memahami isi berita..
Jika bisa diadakan selalu agar selalu update dengan berita bukan karena ada event. Melainkan menjadi kebiasaan
Semoga budaya membaca tidak di hanya di lombakan saja tetapi bisa di gunakan sehari-hari
Bisa di agendakan program seperti ini tapi beri jeda pelaksanaan biar tidak terkesan bosan
Hadiah yang lebih menarik
Programnya bagus kalau di jadikan kegiatan rutinan
Terus lanjutkan
Mungkin waktunya bisa di perpanjang tidak di batasi jam 9 mlm
Diagendakan untuk reading chellenge selanjutnya agar minat baca makin bertambah supaya membaca berita menjadi kebiasaan dan membaca berita tidak berharap

Membangun sebuah peradaban yang baik ternyata tidak harus dilakukan dengan revolusi dan gerakan besar yang telah dilakukan oleh bapak-bapak bangsa yang fotonya terpajang di setiap lembar uang kita. Semua itu bisa kita lakukan lewat hal-hal kecil dan sederhana namun punya potensi besar untuk menjadi awal perubahan yang bersifat makro. Rofiq Hudawy penulis buku “Doakan Jangan Duakan” pernah berkata dalam status Instagramnya, “ Jika ada yang tanya bagaimana caranya menulis maka saya jawab BACALAH ! (Iqro’). Karena pada pada dasarnya penulis yang baik juga pembaca yang baik.

Semoga lewat program-program kerja yang sederhana ini akan menjadi batu loncatan kita untuk membuat program-program yang lebih besar lagi. Amiin..  Jangan berhenti melangkah kawan!  tetaplah memacu kudamu untuk terus berlari mengerjar mimpi dan menjadi bagian dari pemuda-pemuda inisiator perubahan di zaman now ini.

Sidoarjo, 11 Maret 2018 || Budi Setiawan

Minggu, 25 Februari 2018

Berkarya Untuk Bangsa dengan Aksi Nyata

Berkarya Untuk Bangsa dengan Aksi Nyata

[ JJB Ke #17]

“Kalau pemuda sudah berumur 21,22 sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa... Pemuda yang begini baiknya digunduli saja kepalanya... Revolusi belum selesai”- Bung Karno pidato HUT Proklamasi, 1949

Sumber Foto: kickandy.com


Bertepatan dengan hari raya waisak, jumat (16/2) sepekan yang lalu, Metro TV kembali menayangkan program Kick Andy. Program tersebut bertajuk “Aku Pasti Sukses”, tayangan yang begitu menarik untuk pemuda-pemuda yang mendambakan hal tersebut seperti saya. Kali ini Kick Andy ingin berbagi kisah inspiratif dengan mengundang anak-anak muda lulusan Politeknik yang punya karya luar biasa. Untuk menjadi tamu om Kick Andy dalam programnya tentu bukan sembarang pemuda yang diundang. Pemuda yang saya maksud adalah mereka yang hidupnya tidak terlalu begitu percaya dengan filosofi hidup “Biarkan hidup seperti air yang mengalir” sekali lagi tidak. Atau dengan kata lain pemuda yang normal-normal saja, punya standar hidup yang linier dan tidak melakukan sesuatu hal yang revolusioner juga. Mereka bukan itu, mereka adalah orang-orang special yang “behid the scene” kehidupanya penuh perjuangan yang luar biasa hingga menjadi aktor di balik kesuksesannya seperti sekarang ini.

Sebetulnya saya sendiri tidak melihat tayangannya secara langsung melalui channel tv. Saya hanya melihat lewat siaran ulang di website m.metrotvnews.com/kick-andy, karena baru dapat kabar dari internet di hari minggunya. Karena tertarik dengan tema yang diangkat, saya pun menonton videonya sampai selesai. Kick Andy saat itu mengundang empat orang dalam acaranya yaitu Rido Nurul Adityawan, Taufik Hidayat, Agur Yake Mulia dan Tiyo Avianto. Hadir juga dalam acaranya menteri Menristekdikti bapak M.Nasir. Ke empat inspirator Kick Andy tersebut punya spesifikasi dan cerita hidup yang berbeda-beda.

Inpirator pertama namanya Nurul Adityawan dengan karya berupa usaha bisnis kuliner spesialis ayam penyet. Dia adalah lulusan Politeknik Negeri semarang. Di usianya yang masih tergolong muda ia sudah mampu mendirikan franchise dengan jumlah total ada sekitar 640 gerai yang tersebar tidak hanya di Indonesia namun juga di beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Taiwan dan Hongkong.

Selanjutnya yaitu Taufik Hidayat. Pemuda berkacamata ini adalah pengusaha jamur yang sukses di Usia yang tergolong masih muda. Dia lulusan D3 Politeknik Negeri Bandung dan memutuskan untuk merintis bisnis jamur setelah sebelumya bekerja di perusahaan otomotif terkenal di Jakarta. Selain itu kang taufik ini juga mendirikan sekolah alam untuk para petani dan pemuda putus sekolah di desanya. Sekolah alam ini berisi penyuluhan mengenai budidaya jamur dan sayur-sayuran lain. Pembinaan ini dilakukan secara sukarela dan gratis. Dengan usahanya ini dia mampu mengangkat derajat orang tua dan keluarganya.

Inspirator ke-tiga adalah Agur Yake Mulia (22 tahun). Dia adalah pendiri Sekolah Robot Rotobot dan juga pengajar ekskul di sekolah-sekolah di Klaten, Solo dan Jogja. Sejak masih sekolah SMK Agur sudah menekuni bakatnya dan sempat menjuarai berbagai perlombaan bikin robot. Dengan prestasinya itu dia akhirnya bisa kuliah dengan mendapat beasiswa bidik misi. Luar biasanya, sejak enam bulan sekolah robotnya didirikan siswanya sudah mampu memenangkan kompetisi robotic internasional.

Terakhir ada mas Tiyo Avianto yang merupakan seorang technopreneur di bidang IT dan IoT (Internet Of Things). Dia adalah salah satu pemuda penggagas dan pengembang teknologi Ibeacon di Indonesia untuk kebutuhan Industri. FYI iBeacon adalah salah satu protokol komunikasi untuk internet of things yang dikeluarkan oleh Apple, Inc (Wikipedia). Karyanya tersebut berupa alat untuk mengefektifkan presensi di sebuah perusahaan dengan karyawan yang banyak. Alat ini sudah didistribusikan secara masal tidak hanya didalam negeri tetapi juga di beberapa negara seperti Jepang dan lain-lain.

Belajar dari mereka, kita jadi tahu bahwa SUKSES itu tak harus jadi PNS. Nurul, Taufik, Agur dan Tiyo adalah bukti bahwa sebuah perjuangan dan proses tak akan menghianati sebuah hasil. Untuk menuju tangga kesuksesan diperlukan perjuangan yang teramat panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan saja. Karena mie instan pun sebelum kita makan, kita butuh proses berupa memasaknya terlebih dahulu lalu setelah itu bisa kita sajikan dalam sebuah mangkok. Bener nggak? Jadi semua itu tak benar-benar secara instan.

Tentunya semua itu harus dibuktikan dalam aksi nyata berkarya. Banyak orang yang mendabakan sebuah kesuksesan namun masih terhalang oleh ketidak mampuan untuk berbuat aksi nyata. Para inspirator di program Kick Andy di atas dapat kita jadikan inspirasi untuk terus berproses dan berkembang. Namun, walaupun begitu saya pribadi tidak ingin jadi mereka. Suatu saat saya pasti punya cara sendiri untuk sukses yang bahkan lebih dari mereka. Bukan karena sombong, tetapi untuk memotivasi diri ini agar punya standart tinggi dan tak puas hanya menjadi orang rata-rata saja. Semoga saja kita bukan termasuk pemuda-pemuda yang akan “digunduli” oleh Bung Karno dalam pidatonya diatas hehe.

25 Februari 2018 || Budi Setiawan


Senin, 16 Oktober 2017

Bukan (Sebenar-benarnya) Orang Sibuk

[JJB Ke #16]
Bukan (Sebenar-benarnya) Orang Sibuk

“Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS.Al-Insyirah:7)

Foto pribadi

Salah satu fakta tentang kehidupan modern yang tak terbantahkan adalah betapa banyaknya orang yang merasa dirinya sibuk. Dan seperti yang kita ketahui bersama sibuk karena pekerjaan menjadi salah satu alasan yang seringkali dilontarkan. Orang sibuk dianggap sebagian orang punya nilai lebih (value-added). Orang sibuk juga dianggap menjadi manusia yang lebih penting daripada orang yang tidak punya kesibukan. Ya, menurutku pengakuan seperti itu sah-sah saja selama orang tersebut lebih produktif daripada yang lain. Dalam arti dia bisa menghasilkan hasil karya yang lebih diatas rata-rata orang.

Berdasarkan kabar yang dimuat diportal berita online bbc.com disebutkan bahwa, kita merasa jauh lebih sibuk belakangan ini karena pekerjaan kita lebih banyak. Namun kita salah. Jumlah jam kerja – yang dibayar maupun tidak – tidak bertambah dalam beberapa dasawarsa terakhir. Setidaknya di Eropa atau Amerika utara. Lain halnya menurut pandangan Asisten Profesor Pemasaran di Columbia Bussiness School, Silvia Bellezza mengutarakan bahwa, “Di negara Italia, pada bulan juni, kalau anda mengatakan akan bekerja sepanjang musim panas, orang akan menganggap anda pecundang yang tidak berduit (untuk berlibur) dan tidak menarik,”bebernya.

Saat kita mendapat jawaban “sibuk” seringkali kita menjadi tidak tertarik untuk tau mereka sedang sibuk apa? Karena bisa jadi tidak ingin dianggap kepo. Namun kepada orang yang kita anggap cukup dekat, tentu saja ada keberanian untuk menanyakan atau hanya sekedar basa-basi. Alasan “sibuk” seakan sudah menjadi jurus andalan dalam medan perang di dunia modern ini.

Jika kita berbicara tentang siapa yang layak disebut sebagai orang tersibuk di Indonesia, maka kita sulit untuk menolak bahwa orang tersebut adalah presiden RI. Sebagai kepala negara dan orang nomer satu di Indonesia sudah barang tentu bisa kita anggap sebagai sesibuk-sibuknya orang. Tapi apakah benar begitu? Ternyata tidak. Ditengah anggapan bahwa presiden adalah orang tersibuk di Indonesia ternyata masih ada yang sempat dan bisa menyalurkan hobinya untuk menulis buku, bikin lagu dan menyanyi. Ya, siapa lagi kalau bukan bapak Susilo Bambang Yudoyono (SBY) atau lebih dikenal dengan nama pak Beye. Ini menjadi tamparan keras bagi saya bahwa orang yang notabene-nya nomer satu di Indonesia saja masih bisa produktif untuk menyalurkan hobinya. Lalu bagaimana dengan orang-orang kurang penting seperti saya? He.

Ah, sepertinya terlalu naif jika saya dengan pedenya menganggap diri ini sudah terlalu sibuk. Padahal kenyataannya berlawanan. Bahkan bisa jadi alasan klise itu cuma jadi pembenaran untuk tidak mengerjakan tugas-tugas kampus misalnya, atau mungkin bisa jadi alasan untuk tidak menghadiri suatu undangan dan pertemuan. Seringkali kita saat jauh dengan orang tua, mereka menanyakan kepada kita, “Kok jarang ngasih kabar to le?” lalu kita jawab,”nggih buk, soalnya saya sibuk, banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan”. Yakin sesibuk itu? Hingga memberi kabar kepada orang tua pun kita tak ada waktu? Padahal kenyataannya kita setiap hari punya saja waktu untuk update status di sosmed dan chatting gebetan atau pacar. Mungkin lebih tepatnya dibilang saja “sok sibuk” itu mungkin lebih baik.

Membuat alasan “sibuk” berarti membatasi diri saya untuk lebih produktif dalam beramal. Dan pasti akan ber-impact terhadap buah hasil dari usaha saya selama ini. Saya merasa yakin diluar sana orang-orang yang sudah sedikit banyak menemukan singgasana kesuksesannya pasti punya jam terbang yang lebih tinggi daripada kita. Kalau saya mah jangankan terbang tinggi, suruh benerin genteng yang bocorpun masih ogah-ogahan karena takut jatuh. Sepertinya saya rasa perlu belajar menjadi Spiderman, agar bisa memanjat lebih tinggi dan nggak takut jatuh lagi.

Foto pribadi



Yang harus kita sadari adalah dibalik kesuksesan pasti ada keringat, air mata dan bahkan darah yang harus rela dikeluarkan. Kemenangan kaum muslimin melawan kafir quraisy pada saat perang badar dizaman Rasulullah, tidak lepas dari perjuangan yang sangat melelahkan. Banyak air mata dan darah kaum muslimin yang harus di ikhlaskan pada pada saat itu. Bisa kita bayangkan, seandainya sahabat-sahabat nabi tidak punya keberanian mengambil resiko untuk perang jihad pada waktu itu dengan dalih “sibuk” mengurusi pekerjaan, bagaimana nasib umat muslim? Sangat mustahil bukan dari 313 pasukan kaum muslimin yang menghadapi 1000 pasukan suku quraisy memenangkan sebuah peperangan seandainya sebelum berperang nyali kaum muslimin sudah ciut.

Sidoarjo, 17 Oktober 2017 || Budi Setiawan

Jumat, 29 September 2017

Cinta Ditolak Doa Bertindak

 [JJB Ke#15]
Cinta Ditolak Doa Bertindak

“Cinta ditolak, bukan dukun yang harus bertindak. Bukan juga arak yang harus ditenggak. Cinta ditolak doalah yang harus bertindak.”
-Budi Setiawan

Sumber Foto: https://menyentuhhati.com


Mencintai seseorang memang begitu indah, namun bagaimana jika cinta kamu ditolak oleh dia, menyakitkan bukan? Sebagai manusia awam sudah pasti dan sudah barang tentu jawabanya iya. Padahal kita sudah terlanjur mengidam-idamkan dan berupaya dengan berbagai cara untuk mendapatkan cintanya. Bahkan nggak cuma menyatakan cinta kepadanya langsung, tetapi juga malah sudah menyatakan ke orang tuanya satu bahasa yang lebih kuat lagi. Tapi bukannya kata “I LOVE YOU TOO” atau “AKU TERIMA LAMARAN KAMU” misalnya yang kamu dapat jawaban dari dia, melainkan dia menolak kamu. Duh.. Pasti rasanya mak jlebb...!!!

Menurut pengamatan saya, ada beberapa kalimat variabel penolakan yang biasa diucapkan misalnya: “Maaf, aku belum bisa terima cinta kamu” “Maaf, kamu bukan kriteria aku” Maaf, aku masih ingin fokus kuliah” atau ada yang lebih halus lagi, “maaf, kamu terlalu baik buat aku” Hah terlalu baik tapi kok ditolak? Hehe. Ada lagi yang jawab gini “iya, aku juga sayang sama kamu, tapi hanya sebatas teman”. Tambahan kalimat ‘tapi hanya sebatas teman’ inilah yang tidak begitu indah saat didengar. Terlepas dari variabel kata penolakan yang mana yang digunakan tapi semua pada intiya sama yaitu CINTA KAMU DITOLAK.

Prinsip orang Jahil, jika CINTA DITOLAK DUKUN BERTINDAK. Naudzubillah.. Pernah dengar lagu dangdut  ‘‘jaran goyang’’ yang belakangan ini begitu populer dinyanyiin Via Valen dan Nella Kharisma sebagai berikut:

Apa salah dan dosaku, sayang
Cinta suciku kau buang-buang
Lihat jurus yang kan ku berikan
Jaran goyang, jaran goyang

Sayang, janganlah kau waton serem
Hubungan kita semula adem
Tapi sekarang kecut bagaikan asem
Semar mesem, semar mesem

Jurus yang sangat ampuh, teruji terpercaya
tanpa anjuran dokter, tanpa harus muter-muter
cukup siji solusinya, pergi ke mbah dukun saja
Langsung sambat, “Mbah, saya putus cinta”

Kalau tidak berhasil, pakai jurus yang kedua
Semar mesem namanya, jaran goyang jodohnya
Cen rodok ndagel syarate, penting di lakoni wae
Ndang di cubo, mesthi kasil terbukti kasiate, genjrottt

Coba kita analisa. Sekilas lagu tersebut memang enak banget didengar, tapi tidak dengan isinya. Lagu `Jaran Goyang` menceritakan kisah cinta seseorang yang terabaikan. Bukannya menyerah, dia menggunakan segala cara untuk memperjuangkan cintanya. Orang itu, yang diceritakan dalam lirik lagu, sampai-sampai pergi ke paranormal. Dia menggunakan mantra `Jaran Goyang` untuk menggaet lawan jenis. Padahal kata Rasulullah bila kita mendatangi dukun, sholat kita bisa nggak diterima selama 40 hari, ini bagi yang sholat bagi yang jarang sholat bisa lebih parah lagi lho.

“Barangsiapa mendatangi peramal atau dukun lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari”.( HR. Muslim dan Ahmad )

“Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad” ( HR.Tirmidzi )

Tuh, kan. Sudah lupain saja. nggak usah pakai ‘jaran goyang’. Karena ‘jaran goyang’ sudah ada penangkalnya. Seperti lagu parodi ‘balasan jaran goyang’ yang dibuat seorang Youtuber bernama Kery Astina. Isi lagu ini cukup membuat orang senyum-senyum sendiri, sangat berisi makna dan lucu. Berikut adalah sedikit cuplikan lirik dari lagu “Balasan jaran goyang” oleh Kery Astina:

Silahkan saja dicoba sayang
Kalo mau pake jaran goyang
Karna ku sudah punya penangkal
Baca Quran baca Quran

Kamu mau pake semar mesem
Supaya aku jadi kesemsem
Aku tiap malam takkan merem
Sholat malem sholat malem

Penangkal yang memang ampuh
Memang sudah terpercaya
Tanpa harus ke dokter
Tak perlu ke orang pinter

Cukup satu solusinya
Pergi ke masjid terdekat
Langsung sholat
Jangan lupa baca Quran

Pengen tambah berhasil
Pake penangkal kedua
Sholat malem namanya
Baca Quran setelahnya.

Memang tak bisa dipungkiri, saat cinta kita ditolak maka hati akan terasa begitu sakit. Karena sejak awal kita telah menggantungkan harapan kita kepada orang yang kita cinta. Bahkan ada juga yang beranggapan “Aku mencintaimu, kamulah milikku”. Sehingga ketika harapan itu pupus ditengah jalan dan si doi ternyata tidak ada rasa dengan kita, kita lalu menyesal dan menyalahkan diri sendiri.

Hal-hal semacam itu kemungkinan kecil terjadi kalau sejak awal kita menaruh harapan itu kepada-Nya bukan kepada si doi. Tak ada cara lain yang lebih ampuh untuk mendapatkan hatinya selain meminta kepada Sang Pemberi Cinta itu sendiri, yaitu Allah. Karena Dia adalah tempat terbaik kita mengadu. Yang paling mengerti tentang apa yang kita butuhkan bukan selalu yang kita minta. Dia lah yang lebih tau siapa jodoh kita sebenarnya yang tertulis dalam skenario-Nya.

Meskipun cinta di tolak,mendingan doa yang bertindak. Bukan doa yang macam-macam,atau doa yang lagi trend sekarang. Misal, bila dia bukan jodohku maka jadikanlah dia jodohku. Lho doa kok maksa, kalau kita di paksa kan juga gak mau,masak mau memaksakan kehendak kita sama Allah.

Doakan saja yang terbaik buat kita sendiri maupun kepada orang yang telah menolak cinta kita. Bila kita mau menerima lagi paham dengan apa yang Allah kehendaki maka InsyaAllah sakit hati kita akan segera terobati. Apalagi doa orang teraniaya kan cepat dikabulkan, pernah dengar hadist itu? Ya, walaupun begitu jangan lantas kita mendoakan yang buruk juga bagi orang yang telah menolak cinta atau lamaran kita.

Doa yang baik akan membawa kebaikan pula bagi orang yang mendoakannya. Misalnya kita berdoa; “Ya Robb, semoga engkau pertemukan jodohnya dengan orang shaleh”. Tidak menuntut kemungkinan bisa jadi orang sholeh yang Allah kirimkan buat dia itu adalah kita. Atau kalau nggak setelah kita berdoa demikian, disamping itu Allah juga sudah menyiapkan calon lain yang lebih cocok untuk diri kita. Bisa saja terjadi kan?

Dari Abu Ad-Darda’ dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)

Soo.. Patah hati itu adalah hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah saat kita patah hati lalu kita putus asa atas kehendak Allah secara berlebihan. Cinta ditolak, bukan berarti kita harus putus asa. Cinta ditolak, bukan berarti tak ada lagi cinta dihari esok. Cinta ditolak, Allah akan selalu dan tetap menerima cintamu.




































Jumat, 08 September 2017

Perbaiki Dirimu Sama dengan Perbaiki Jodohmu

“Perbaiki Dirimu Sama dengan Perbaiki Jodohmu”

JJB Ke #14

“Tak bisa ditebak dimana ia akan berlabuh, tak bisa diperkirakan kepada siapa ia akan tumbuh, tak bisa diprediksi kemana ia akan jatuh, cukup panggil ia dengan nama cinta.” (Budi Setiawan)

Berbicara tentang jodoh, memang selalu menarik, selalu menjadi materi pembahasan yang seru dimanapun dan kapanpun. Terlebih bagi mereka yang sudah menginjak usia dewasa diatas 18 tahun, sudah barang tentu pembahasan masalah jodoh disini punya tempat tersendiri bagi penantinya. Khususnya bagi para wanita yang masih sendiri akan bertambah tingkat kegalauannya saat melihat satu persatu teman sebayanya telah menemukan jodohnya lalu menikah.
Ayo coba jujur, benar gak? Hehe.

Tunggu dulu, sebenernya apakah kita perlu galau sampai berlebihan seperti itu? Karena setiap minggunya timeline media sosial kita selalu dihiasi dengan foto-foto dan status tentang lamaran, akad nikah maupun resepsi?. Sebagai manusia biasa kita boleh saja baper (bawa perasaan) pada saat-saat tertentu misalnya saat pernikahan ustad muda yang sholeh menikah dengan perempuan yang sholehah , seperti halnya pernikahan antara Muzammil dan Sonia beberapa waktu yang lalu yang sempat menjadi trending topic disosial media. Kalau Korsel punya Song Joo-king dan Song Hye-kyo, Indonesia punya Muzammil Hasballah dan Sonia Ristanti. Sampai banyak muslimah heboh dengan membuat tagar #haripatahhatiduniaakhirat. Mereka merasa kecewa dan patah hati karena sosok ikhwan idamannya ternyata memutuskan menikah dengan seseorang yang bukan dia. Padahal kenal aja enggak, bagaimana bisa patah hati? Boleh saja sih kita merasa baper namun jangan terus menerus dan jangan sampai lebay. Cukup kita doakan saja semoga pernikahan mereka samawa. Selebihnya, yuk intropeksi diri.

Dengan ber-intropeksi diri kita akan memasang cermin untuk melihat seberapa baik atau buruk diri kita.
“Tapikan baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain?”
Nah, ini sebuah pernyataan yang bagus. Maka sudah semestinya kita juga bercermin kepada orang lain yang kualitas dan kuantitasnya lebih baik dari kita. Untuk mendapatkan jodoh yang sesuai dengan apa yang kita harapkan sudah barang tentu kita harus memantaskan diri dulu, kira-kira kita pantas nggak bersanding dengannya. Karena seperti janji Allah dalam Al-Quran surat An-Nuur ayat 26 dinyatakan bahwa:

“Wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”

Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan begitu pula sebaliknya. Itu Allah lho yang janji, bukan saya. Masa kamu nggak percaya? Kalau kita menginginkan seorang pendamping hidup yang baik maka sudah semestinya kita perbaiki diri dulu.
“Memperbaiki diri gimana?”
Memperbaiki diri itu dari yang sebelumnya belum baik menjadi lebih baik dari hal terkecil dan dianggap sepelepun. Misalnya biasanya kita bangun kesiangan jadi bangun pagi, biasanya kita bolos kuliah membohongi dosen jadi rajin ngampus, biasanya mandi sehari sekali jadi tiga kali sehari. Pokoknya semua yang kita anggap baik lakukan begitu sebaliknya yang kita anggap buruk kita tinggalkan. Merubah kebiasaan buruk menjadi baik memang tak semudah membalikkan telapak tangan kita. Diperlukan proses yang panjang dan tidak secepat kita memasak mie instan. Perlahan namun tujuan akhirnya pasti.

Islam adalah agama yang sempurna, semua pasti ada solusinya. Kalau hanya masalah jodoh sih gampang. Nah, lalu bagaimana jika lelaki itu seorang pendosa dimasa lalunya kemudian di masa depan ia mengharapkan wanita sholehah untuk hidup bersamanya? Apakah bisa?
Manusia memang tempatnya salah dan dosa. Tapi tak menuntuk kemungkinan jika kita mau untuk bertaubat dan memperbaiki diri kita niscaya Allah akan mengampuninya. Allah sendiri sudah menyebutkan dalam Al-Quran, innallaha yuhibbut tawwabiina wa yuhibbul mutathahhiriin yang artinya, ’’Allah menyukai orang yang bertaubat dan bersuci”. Sebanyak apapun dosa kita dimasa lalu pasti akan dimaafkan jika kita benar-benar memohon untuk dimaafkan oleh Allah. Tentunya harus disertai dengan tindakan nyata selain daripada doa yang kita panjatkan. Memperbaiki dirimu sama halnya dengan memperbaiki jodohmu. Ketika kita berusaha dengan sekuat tenaga untuk memperbaiki diri. Allah juga sudah mempersiapkan jodoh yang sesuai dengan diri kita. Allah adalah sebaik-baiknya penulis skenario hidup kita. Dan kita tinggal memilih untuk menjadi pemeran yang baik atau yang buruk dalam panggung sandiwara di dunia ini.

Sidoarjo, 08 September 2017 | Budi Setiawan 




































Jumat, 07 Juli 2017

Hajat Penggantian Nama Jurnal

Hajat Penggantian Nama Jurnal

[ JJB: Jurnal Jomblo Berprinsip ke#13]

     Sumber foto:http://goowes.co/2016/10/27/


Sebulan lebih blog ini tak tersentuh tangan saya. Saya merasa menjadi kesatria yang kalah di medan pertempuran sengit dengan komitmen saya yang saya tulis dijurnal sebelumnya. Saya berjanji pada diri sendiri akan rutin menulis jurnal diblog ini paling tidak seminggu sekali. Namun pada kenyataannnya lebih dari sebulan blok ini nyaris tak saya sentuh. Nggak kebayangkan andaikan blog ini diibaratkan cewek dan sudah satu bulan lebih saya cuekin, pastilah sudah berpaling ke lain hati he.

Dijurnal ke#13 ini alhamdulillah saya seperti mendapatkan sebuah wangsit (baca:ilham) untuk mengubah judul jurnal saya diblog ini. Yang seperti diketahui bahwa postingan-postingan sebelumnya saya memberi judul jurnal dengan nama JJM (Jurnal Jomblo Mulia) yang nanti akan saya rubah menjadi JJB (Jurnal Jomblo Berprinsip). Penggantian nama ini bukan tanpa alasan. Salah satu alasan yang mendasarinya adalah saya rasa terlalu naif jika saya menyebut diri sebagai jomblo mulia. Karena memang pada kenyataannya terlalu jauh dari apa yag dikatakan mulia. Pastinya terlepas dari makna dari jomblo yang pada hakikatnya memang mulia seperti yang telah saya ulas di jurnal sebelumnya yang berjudul Jomblo Itu Bukan AIB . Ini mungkin sebagai muhasabah diri saya selama ini. Akhir-akhir ini saya akui banyak melakukan kekhilafan dan dosa yang membuat hati saya menjadi gundah gulana. Kosa kata "gundah gulana" ternyata tak hanya bersandingan dengan masalah cinta saja. Tapi dosa-dosa yang kita lakukan juga akan menggelapkan hati kita sekaligus mebuat hati ini menjadi gelisah.

Saya sepertinya telah terjebak dalam lingkaran setan yang berkepanjangan. Hingga berkali-kali mengulangi dosa yang serupa. Tidak perlu saya publikasikan dosa seperti apa yang telah saya lakukan hingga saya menyesalinya seperti ini. Biarlah ini menjadi rasahasia antara aku dengan Allah SWT saja, mungkin dengan beberapa teman dekatku saja. JJB (Jurnal Jomblo Berprinsip) ini mungkin lebih tepat untuk menggambarkan keadaanku saat ini. Yang memang pada awalnya saya memutuskan berstatus single (baca: jomblo) itu karena sebuah prinsip bukan nasib. Ya mudah-mudahan saya tidak gampang khilaf untuk merubah status saya ini terkecuali saya memang sudah benar-benar siap untuk mengakhiri ke-jomblo-an saya. Dan yang paling penting Allah telah mempertemukan dengan bidadari pilihanNya untuk saya. hehe. Sudahlah.. muhasabah kok malah jadi ngomongin jodoh haduh Ya Allah maafkan hamba khilaf.. Didalam jurnal ini saya berkeinginan untuk hanya menulis dengan berdasarkan apa yang telah saya alami dengan cara 3M (Membaca, merasa dan melakukan) untuk kemudian menulisnya based on true story.

Pagi tadi ketika saya membaca beberapa ayat Alqur'an saya menemukan salah satu ayat dalam surat Ar-Ra'd: 11 yang kurang lebih artinya seperti ini "Sesungguhnya Allah tidak merubah apa-apa/ keadaan yang ada pada suatu kaum (ma biqoumin), hingga mereka mengubah apa-apa/ keadaan yang ada pada jiwa-jiwa mereka (ma bi anfusihim)". Hati saya terketuk untuk menyadari bahwa rutinitas dosa-dosa yang telah saya lakukan selama ini hingga yang semakin menjauhkan dari kata "mulia" itu karena sikap saya yang cenderung enggan merubah diri (jiwa) saya sendiri. merubah kebiasaan buruk yang selama ini saya lakukan. Saya sungguh takut kalau mendapatkan lebel sebagai orang yang munafik. Saya ingin jujur terutama kepada diri saya sendiri bahwa saya ini naif dan banyak dosa. Hingga saya berharap saya bisa menemukan teman-teman yang busa mengingatkan atas kesalahan yang saya perbuat, bukan hanya memuji kebaikan saya. Teman-teman yang saling menguatkan untuk merubah diri ini keluar dari apa yang disebut "lingkaran setan". Tapi saya begitu yakin bahwa hidup saya dimasa depan adalah yang saya pikirkan dan lakukan saat ini, bukan berdasar apa yang saya pikir dan lakukan dimasa lalu. Saya ingin hari ini lebih baik dari hari kemaren. Karena saya sama sekali tidak ingin menjadi orang yang merugi dikemudian hari.

8 Juli 2017 | Budi Setiawan

Senin, 12 Juni 2017

Tamu yang Terabaikan

Tamu yang Terabaikan

[JJM : Ke #12]


Saudaraku tersayang
Aku ingin pulang
Aku bak tamu yang tak diundang
Karena kehadiranku sering kau abaikan


Hampir setengah bulan aku bertamu diistanamu
Tapi kau tak meng-indahkan kedatanganku
Bahkan oleh-olehku yang aku bawa dari jauh, nyaris tak kau sentuh.

Memang dulu saat aku akan datang
Kau mengaku menyambutku dengan senang.
Marhaban yaa.. ramadhan..
Marhaban yaa.. ramadhan..

Tapi begitu aku datang kepadamu
Aku tak lebih hanya kau persilahkan masuk
Tanpa kau memberikan jamuan yang manis kepadaku

Al-qur'an hanya kau baca sekilas
Kalah dengan update status diwaktu dan tempat yang tak terbatas
Kau juga lebih senang tertidur pulas
Daripada beramal baik dan bekerja keras

Malampun kau sibukkan diri dengan berbelanja
Daripada kau minta ampunan atas segala dosa
Terkadang sholat maghrib sering kau tunda tunda,
Kalah asyik bercengkrama saat buka bersama.

Saudaraku,
rasanya aku seperti tamu yang tak diharapkan.
Sepertinya kau tak menyesal jika ku tinggalkan.

Percayalah wahai saudaraku
Belum tentu aku bisa bertemu kau lagi.
Karena bisa jadi jatah hayatmu keburu habis.
Kau pasti bakal menyesal lantaran membiarkanku terlantar.

Wahai Saudaraku,
Kapankah kau akan memperhatikanku
Sebelum aku benar-benar meninggalkanmu.

8 Juni 2017 | Budi Setiawan