Minggu, 18 November 2018

Kenapa Berhenti Produktif?


JJB ke #23


"Dan para insinyur di Jepang sering diingatkan akan sebuah moto, ‘Tidak pernah akan ada kemajuan jika Anda mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama dari waktu ke waktu"  

        -Masaaki Imai-         

Sumber Foto: news.lewatmana.com



Terus beraktifitas, bekerja dan berkreatifitas adalah sebagai pertanda daya hidup seseorang. Maka kelangsungan hidup seseorang tergantung pada tingkat produktifitasnya sebagai manusia. Namun, sayangnya tidak semua orang menyadari akan hal itu. Sehingga seperti yang sering kita lihat bersama banyak pengangguran, berandalan, anak jalanan, maling, pencopet dan lain-lain. Mereka bertebaran di sekitar kita akibat kurang produktifnya pribadi tersebut. Hal itu sudah pasti akan menjadikan masalah masyarakat (Problem Society) yang perlu untuk dituntaskan.

Seiring berjalannya waktu, seorang yang berakal pasti punya cita-cita dan harapan untuk meraih kesuksesan hidup. Artinya adalah kesuksesan ini bisa berupa pencapaian atau prestasi yang berhasil ia raih setelah dirinya bekerja keras dalam mengerjakan sesuatu.
Produktif dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang menguntungkan atau bermanfaat bagi dirinya atau kegiatan yang dipenuhi  hal-hal yang bermanfaat. Tidak hanya itu dalam islampun seorang yang produktif seperti misalnya bekerja karena mengaharap ridha Allah pun dianggap ibadah. Beliau Ibnu Umar R.A dari Rasulullah, berkata,”Sesungguhnya Allah mencintai orang yang beriman yang berkarya.”(HR.Thabrani dalam Al-Kabir)

Untuk mengetahui produktif atau tidaknya seseorang, menurut saya cukup dengan kita mengajukan pertanyaan, “apa karyamu?” itu mungkin sudah cukup dan mewakili dari sekian pertanyaan untuk menguji seseorang produktif atau tidak. Karena syarat seseorang dikatakan produktif yang paling utama adalah dengan karya dan pencapaian apa yang ia ukir selama ini. Menurut saya sebuah karya atau pencapain tersebut tidaklah harus sesuatu yang besar, hal kecilpun bisa dikatakan produktif asal ia punya nilai lebih (Value added) yang bisa membuat dirinya berdaya.

Beberapa bulan terakhir saya merasa ada penurunan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih produktif. Walaupun di satu sisi angan-angan untuk berencana memperbaiki kualitas diri hari demi hari itu selalu ada, namun pada kenyataannya saya tetap saja terkalahkan oleh rasa malas yang berkepanjangan ini. Sialnya terkadang kesadaran-kesadaran seperti ini hanya mampir sebentar, setalah itu edan lagi.

Penurunan semangat dalam hidup ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja atau bahkan diternak untuk kemudian beranak pinak. Ya, kalau misal yang diternak sapi mah bisa menghasilkan. Lha kalau misal sikap malas yang diternak maka jelas rugilah yang akan didapat. Oleh karnanya, kata ‘semangat’ menjadi semacam amunisi yang perlu ada agar kita bisa mencapai target-target kehidupan yang sudah direncanakan.

Dahulu kala ada sebuah legenda yang menyebutkan bahwa manusia serigala (werewolf) memiliki kekuatan yang akan meningkat berkali lipat jika bulan purnama tiba. Begitu juga dengan tukang sihir. Segala kemampuannya akan meningkat disaat bulan purnama menjelang. Kekuatan sihirnya akan mencapai puncak saat momen sakral itu tiba. Hal tersebut berlaku juga bagi kita, kita sendiri bisa membuat purnama yang menggairahkan semangat. Purnama tersebut dapat kita ibaratkan dengan sesuatu yang menjadikan kita lebih bersemngat dan bergelora dalam menjalani kehidupan maupun untuk meraih pencapaian-pencapaian dalam hidup.

Purnama tersebut misalnya adalah seorang Ibu, dengan kita menjadikan ‘ibu’ sebagai purnama saat kuliah misalnya, maka kita akan lebih bersemangat untuk belajar dan menyelesaikan study. Purnama lain yang bisa jadi contoh mungkin bisa jadi calon pasangan kita. Ya, walaupun mungkin masih tampak samar-samar layaknya idghom syamsiyyah tapi setidaknya kita sadar bahwa kita harus betul-betul mempersiapkan diri untuk kebahagiaan keluarga kita di masa depan.(#Eaaakk) Prinsip “Perbaiki dirimu sama denganperbaiki jodohmu” memang sudah seharusnya kita terapkan karena katanya jodoh adalah cerminan diri kita.

Ada yang bilang, “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”. Lah, ngimpi opo..!! emang situ punya kenalan orang dalam? Enggak kan hehe. Hal mustahil tersebut terkadang menjadi icon beberapa pemuda yang tidak punya kesadaran untuk tumbuh dan berkembang. Ia seakan-akan menjadi bunga tidur bagi pemuda yang senang menginap di zona nyaman. Dengan kata “Nyaman” inilah sebuah realitas seakan terlihat tidak jelas, dan akirnya terjebak dikenyamanan yang hanya sebatas kamuflase.

Menjadi seseorang produktif bisa kita latih dengan hal-hal sederhana, misalnya kalau biasanya kita mandi sekali dalam sehari menjadi tiga kali dalam sehari. Kalau misal kita biasaya datang telat ke kampus, kita rubah menjadi datang tiga puluh menit lebih dulu sebelum jam perkuliahan dimulai. Selanjutnya mungkin bisa dibuat planing yang lebih serius dan membuat skala prioritas sehari-hari agar hidup kita jadi lebih terarah. Dan yang terpenting adalah kita harus punya visi dalam hidup. Visi tersebut bisa kita artikan dengan sebuah pertanyaan, “kira-kira sepuluh tahun yang akan datang kita ingin menjadi apa?” artinya bahwa visi itu harus mencangkup tujuan dan cita-cita jangka panjang kita.

Kalau misalnya ada yang bertanya apakah saya punya visi, jawabannya sudah pasti punya. Saya punya visi dalam sepuluh tahun ke depan ingin menjadi seorang penulis best seller yang bisa menginspirasi pembaca lewat tulisan dan menjadi seorang pengusaha yang bisa ikut serta menciptakan lapangan pekerjaan baru. Saya tidak perlu malu memplubikasikan visi dan cita-cita saya ke depan, karena dengan cara seperti ini mungkin bisa membuat kita lebih bertanggung jawab atas apa yang sudah direncanakan dan syukur-syukur dari teman-teman pembaca ada yang mau membantu meng-amini kan alhamdulillah banget. Hehe.

Semoga dengan kita mengkaji ulang  dan menganalisa kembali kaitannya dengan produktifitas kita sebagai manusia ini akan menambah gairah dan semangat ke depan agar lebih baik hari demi hari. Dan jangan sampai kita menjadi orang yang tidak ada kemajuan karena dari waktu ke waktu selalu melakukan hal yang sama seperti pesan para insinyur di Jepang kata Masaaki Imai di atas. Amiinn.

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS.94:&)

Sidoarjo, 19 September 2018 || Budi Setiawan          

Sabtu, 10 November 2018

“Merasa Jatuh Cinta, Bolehkah?”


JJB ke #22

Sumber: Foto Pribadi

“Cinta itu berlebihan dalam kecenderungannya tanpa berharap mendapatkan sesuatu. Cinta itu kegelisahan dalam hati karena rasa jatuh cinta pada kekasih,” Begitu kata Junaid Albaghdadi, seorang ulama sufi yang dulu pernah hidup di Baghdad, Irak. Ketika kita dihadapkan pada suatu kegelisahan dalam hati, tiba-tiba mulut kita susah ngomong lalu tangan dan kaki kita gemeteran ketika tepat berada di depan cinta. Kemudian, senyum-senyum sendiri saat melihatnya dari jauh maka kamu bisa menyebutnya dengan nama “jatuh cinta.” Soo Don’t panic, it’s not some kind of sickness, therefore no need to call a doctor. Jangan panik, karena ia bukan sebuah dosa. Setidaknya ia belum tentu jadi sebuah dosa. 

Semua orang pernah merasakan cinta, cinta adalah fitrah dan indikasi kedewasaan. Bila kamu sudah merasakan jatuh cinta, saya ucapkan selamat! Karena itu tanda kamu normal dan baik-baik saja. Sebagai lelaki dan wanita normal, sudah menjadi kewajaran rasa cinta muncul diantara keduanya. Apalagi mereka berinteraksi dalam waktu yang lama. Terjadinya interaksi itu mungkin mereka satu kampus, satu kantor, satu pengajian, satu organisasi, atau segala “satu” yang lain.

Namun, bukan berarti ketika Allah menganugrahkan rasa cinta sebagai fitrah kepada manusia, lantas kita bebas mengeskpresikannya sesuai kehendak kita, sesuai apa pun yang kita inginkan. Ada masanya, ada tata caranya, dan ada aturannya. Karena itulah agama Islam diturunkan oleh Allah. Supaya kita tetap menjadi manusia yang mengekspresikan cinta sesuai dengan aturan-Nya.
Nah, kembali ke topik. Apakah jatuh cinta itu boleh. Dari berbagai analisa dan sudut pandang tentang cinta yang saya dapatkan ternyata jatuh cinta itu adalah anugrah bukan musibah.

“Tapi kenapa sebagian orang bersedih, merasa kehilangan, dan galau berkepanjangan karena jatuh cinta?”

Orang bersedih karena cintanya bertepuk sebelah tangan, merasa kehilangan karena si doi lebih memilih menikah dengan cowok lain, dan galau berkepanjangan karena si cowok meminta putus. Itu semua terjadi karena harapan. Semakin tinggi harapan kita pada seseorang pun semakin sakit ketika kita tiba-tiba terjatuh. Kita boleh merasa optimis ketika jatung tiba-tiba berdetak lebih kencang saat melihat wanita cantik nan anggun di depan kita lalu otak tiba-tiba berkomentar “Aku harus bisa mendapatkannya” tapi jangan lupa izin dulu sama yang memilikinya. Izin sama Allah lewat Doa yang di sana kita selipkan namanya dan lewat  walinya jika kita sudah benar-benar yakin untuk menghitbahnya. Nggak mungkin kan, saat kita suka dan menginginkan hp  iPhone XS Plus series di counter hp menjadi milik kita misalnya, lantas kita langsung mengambilnya begitu saja tanpa membelinya terlebih dahulu? Yang ada malah kita babak belur karena dianggap maling dan menjadi sasaran amukan masa.

Begitulah cinta. Saat kita memutuskan untuk mencintai seseorang maka saat itu pula kita harus berucap “Bismillah aku mencintaimu”. Karena segala cinta hanyalah milik Allah maka saat kita ingin memilikinya kita juga harus izin kepada pemilik-Nya. Dan hanyalah Allah yang berhak memutuskan apakah kita berhak untuk mendapatkan hatinya kemudian menghalalkannya untuk menyempurnakan agamanya atukah kita hanya akan menjadi tamu undangan saat dipesta pernikahannya. Semua atas kehendak Allah, kita hanya perlu berikhtiar dan berdoa untuk mendapatkan yang terbaik. Selebihnya serahkan kepada Allah sang pemilik cinta dari segala cinta dimuka bumi ini.

Sumber: Foto Pribadi

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan meras tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berpikir.”
(QS.Ar-Rum:21)

Sidoarjo, 10 November 2018 || Budi Setiawan

Rabu, 31 Oktober 2018

Hal-Hal Sederhana yang Bikin Orang Lain Bahagia

JJB ke #21

Sumber Foto: www.zorggroepsintmaarten.nl

”Sesungguhnya Rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”
(QS.Al-A’raf:56)

Kata orang, bahagia itu sederhana. Iya, betul. Ternyata anggapan itu menurutku ada banyak benarnya. Faktanya, orang yang bergelimang harta belum tentu dia bahagia. Bisa jadi dalam kesehariannya orang tersebut selalu merasa was-was karena dikejar-kejar polisi dan KPK yang ternyata hartanya tersebut hasil dari korupsi. Sebaliknya, banyak juga orang-orang yang hidupnya tampak sederhana namun masih bisa tertawa bahagia dengan keluarganya. Dan ini bisa menjadi bukti bahwa bahagia itu memang bisa dikatakan sederhana.

Begitupun cara untuk membuat orang lain bahagia, ternyata juga bisa kita lakukan dengan cara-cara sederhana. Siapa sangka, hal-hal yang tampak sepele bisa jadi justru sangat berharga bagi kebahagiaan orang lain. Dan hal-hal tersebut sering kali saya jumpai dikehidupan sehari-hari. Berawal dari situ saya coba untuk meresponnya yang kemudian menimbulkan kegelisahan yang luar biasa dalam hidup ini. Bagaimana tidak, pasalnya hal-hal sepele tersebut seringkali orang lain lakukan buat kita namun kita sendiri jarang mengamalkannya. Patut kiranya permasalahan tersebut saya angkat menjadi angle dalam jurnal kali ini.

Berikut saya akan uraikan hal-hal sederhana yang bisa bikin orang lain bahagia tersebut:

1. Tersenyum

            Tersenyum adalah shodaqah yang paling murah. Kelihatannya sepele bukan. Tersenyum selain membuat kita bahagia ternyata virus senyum tersebut juga bisa menular ke bibir orang lain yang kita beri senyum. Secara otomatis senyum tersebut akan menambah kebahagiannya.

2. Ucapan Terima Kasih

            Setiap menerima bantuan, apapun bentuknya entah itu hal kecil atau besar jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih. Sederhana memang, namun dengan ucapan ini bisa membuat orang lain merasa dihargai bantuannya. Akibatnya, orang tersebut tak segan untuk mengulurkan tangan pada kita kembali jika dibutuhkan.

3. Memberi Ucapan Disaat Ulang Tahunnya

            Ucapan dan doa yang baik buat teman kita dihari spesialnya sangatlah bisa menambah kebahagian untuknya. Mereka merasa diperhatikan. Terlebih jika kita bisa membuat sedikit kejutan untuknya, misalnya kasih kado atau bawain kue tar untuknya. Sudah pasti kebahagiannya akan tambah berlipat-lipat. Seperti yang saya rasakan sendiri beberapa hari yang lalu. Oh ya, BTW, terima kasih ya teman-teman yang kemaren sudah membuat saya bahagia dengan membuat kejutan saat ultahku. Jujur ini kali pertamanya loh saya dapat kejutan ultah seheboh kemaren. Hehe. (Numpang curhat dikit rek)

4. Memberi Pujian Pada Teman

            Hal ini juga sederhana. Namun pujian yang kita berikan kepada teman kita ternyata juga bisa membuat mereka lebih merasa dihargai atas usaha-usahanya. Terlebih jika usaha yang dilakukan itu ditujukan untuk kebaikan bersama misalkan, itu sudah menjadi bagian dari kewajiban kita untuk memberi pujian dan terima kasih.

5. Memberi Semangat ke Teman

            Tak jauh berbeda dari poin ke tiga dan empat di atas. Memberi semangat kepada teman kita juga bisa menjadi motivasi tersendiri saat dia menghadapi masalah dan membutuhkan dorongan semangat.

6. Membayari Teman Ngopi dan Karcis Parkir

            Tidak harus dengan mengeluarkan uang banyak untuk membuat orang lain bahagia. Cukup membayari saat lagi ngopi bareng atau membayari karcis parkirnyapun akan membuat dia senang. Dia akan merasa bahwa kita peduli terhadapnya.

7. Mendengarkan Lawan Bicara Baik-Baik

            Semua orang pasti ingin didengarkan pendapatnya sebagaimana kita ingin didengarkan orang lain. Saat kita mendengarkan dengan baik-baik apa yang ia bicarakan setidaknya kita telah menghargai pendapatnya. Meskipun terkadang pendapatnya tidak sesuai dengan kita. Hal ini sederhana namun agak sulit dilakukan, sayapun masih perlu banyak belajar untuk bagaimana menjadi pendengar yang baik.

Itulah beberapa hal sederhana yang bisa bikin orang lain bahagia. Sebetulnya masih banyak contoh-contoh lainnya yang mungkin bisa kita bahas dilain kesempatan. Perlu diketahui pada dasarnya jurnal ini saya buat sebagai tamparan keras untuk diri ini. Hal-hal sepele yang dilakukan orang lain dengan konsisten itu yang khususnya ditujukan untuk saya pribadi, sukses membuat saya malu semalu-malunya. Malu karena baru menyadari manfaatnya dan belum bisa sepenuhnya menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun misalnya coretan saya ini memberikan kebermanfaatan bagi orang lain saya anggap itu bonus saja mah..

Banyak dari kita takut memberikan nasehat kepada orang lain karena merasa dirinya belum sempurna dan banyak kekurangan. Sayapun terkadang berpikiran seperti itu. Namun seketika saya teringat apa yang dikatakan oleh Hasan Al-Bashri, “Andaikata seorang muslim tidak memberi nasehat kepada saudaranya, kecuali setelah dirinya sempurna, niscaya tidak akan ada para pemberi nasehat,” pesannya. Dan pesan yang disampaikan oleh Hasan Al-Bashri itulah yang menjadi salah satu semangat saya untuk selalu menebar kebaikan kepada orang lain meskipun saya sendiri belum sepenuhnya menjadi orang baik. Wallahu’alam.. Semoga bermanfaat.

31 Oktober 2018 || Budi Setiawan

Rabu, 25 Juli 2018

RESEP OBAT SAKIT HATI UNTUK MASPUR


[ JJB KE #20 ]

“Aku harus melihat kamu bahagia, meskipun kamu bahagianya sama orang lain bukan sama aku. Tapi satu hal yang harus kamu ingat ! Di sini ada hati yang selalu dengan tulus menyayangi kamu”.
-Mas Pur-

Sumber Foto: Youtube.com


            Potongan adegan perpisahan sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP) yang diperankan Mas Pur (Furry Setya) dan Novita (Putri Ane) belakangan viral di dunia maya. Adegan perpisahan keduanya telah sanggup membuat baper penonton dan publik dunia maya dengan kalimatnya yang menohok. Ditambah lagi dengan dikasih bumbu backsound lagu ‘luluh’ (Samson) saat diputus Novita, serta lagu ‘Asal kau bahagia’ (Armada) saat bertemu dipertigaan jalan, duh... sudah pasti bikin suasana tambah baper setengah modiiyaaar  para pemirsa.

            Adegan perpisahan tersebut menjadi trending topik setelah ditonton sekitar 1,1 juta penonton di youtube. Hal tersebut bisa jadi semacam oase dari panasnya berita politik di negeri ini. Tapi terlepas dari itu semua ada beberapa hal yang patut menjadi analisis bahkan pelajaran bagi kita semua. Bagaimana tidak ! perpisahan Mas Pur dengan Novita yang dikabarkan karena tidak direstui orang tuanya itu sudah menjadi polemik di masyarakat nyata selama berabad-abad. Ah, saya rasa mungkin Pak Sutradara ingin menunjukkan paradigma lain dalam dunia sinetron dan drama. Bahwa sinetron atau drama tak selamanya berakhir indah saja yang menjadi perhatian publik seperti yang ada di serial drama Korea.

            Percintaan memang idealnya tidak melibatkan dua orang saja, tetapi juga melibatkan keluarga dan orang tua, karena begitulah budaya yang biasa terjadi di negeri ini. Restu dari orang tua dan keluarga dianggap sangat penting untuk menjadi ukuran melanjutkan hubungan. Walaupun kita sendiri tidak tahu bagaimana usaha Mas Pur dari kalangan menengah ke bawah yang kebetulan berprofesi sebagai tukang ojek dengan muka pas-pasan (Maaf lho mas, kebetulan kita agak sama walaupun gantengan aku dikit hehe), bisa mendapatkan seorang pujaan hati seperti Novita yang cantik, putih, kinclong sekaligus dari kalangan orang mampu. Tapi pada akhirnya maminya tidak setuju karena mungkin dirasa tidak sepadan, dan lebih memilih menjodohkanya dengan Radit brengsek.

Jika segala usaha telah dilakukan namun tak juga mendapatkan restu orang tua biasanya hubungan tersebut akan kandas. Sudah pasti hati yang saling mencinta tersebut akan patah dan terluka, sehebat apapun ia menyembunyikannya. Melihat dari kenyataan di atas, sepertinya memang sah-sah saja jika ada pernyataan bahwa, “Tragedi cinta tak direstui adalah tragedi kemanusiaan paling kejam setelah kapitalisme”. Tapi aksi Mas Pur dengan lontaran ‘kata-kata bijak perpisahan’-nya yang fonumental beserta muka polos nan tulus, telah mampu meyakinkan kita bahwa Mas Pur sesosok aktor yang tegar. Terlebih setelah perpisahan itu Mas Pur memutuskan untuk mudik ke Semarang dan berlibur di sana bersama teman-teman yang lain, hal itu setidaknya sudah menunjukkan bahwa dia menyikapi rasa sakit hati dengan hal-hal positif daripada memilih untuk pergi ke dukun ataupun malah gantung diri.

Sebagai tukang ojek dengan kadar keimanan yang pas-pasan, Mas Pur mungkin belum tahu, bahwa untuk menyembuhkan hati yang sakit itu selain berlibur ada namanya “Tombo Ati” resep dari walisongo yang sudah terbukti ampuh menyembuhkan berbagai penyakit hati. Tombo ati (Obat Hati) tersebut adalah sebagai berikut:
Tombo ati, iku limo perkarane
Kaping pisan moco Qur'an lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kembulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Mugi - mugi Gusti Allah njembatani
Artinya:
Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Qur'an dan maknanya
Yang kedua, sholat malam dirikanlah
Yang ketiga, berkumpulah dengan orang sholeh
Yang keempat, perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya, siapa bisa menjalani
Moga - moga Gusti Allah mencukupi

          Teruntuk Mas Purnomo terakhir saya sampaikan, bahwa kami senatiasa berada dipihak sampeyan  #KamiBersamaMaspur karena #MaspurAdalahKita. Semoga rasa sakit hati Mas Pur karena ditinggal menikah oleh Novita sang pujaan hati segera sembuh dan segera mendapatkan penggantinya. Amin.

Sidoarjo, 26 Juli 2018 || Budi Setiawan

Kamis, 26 April 2018

Mohon Waspada Jika ke STIE Mahardhika Malam Hari !

Mohon Waspada Jika ke STIE Mahardhika Malam Hari !




Sebenarnya agak tidak enak hati buat kuceritakan. Tapi rasanya ini penting buat informasi dan kewaspadaan kita bersama.

Jadi begini. Hari Kamis lalu, temanku, Jose (Joko Seto) pergi ke kampus. Ia kesana di tengah malam hari sendirian. Kira-kira waktu itu sudah pukul 22.00 wib, kebetulan anak-anak yang kuliah malam sudah pulang semua. Rencananya ia mau mengambil Hp-nya yang ketinggalan di ruang 3.05 seusai UTS. Maklum, hp-nya ketinggalan sebab setelah UTS dia buru-buru pulang karena lupa kucingnya waktu itu belum dikasih makan.

Nah, sampainya di samping ruang 3.05, ia mendengar suara yang memanggil namanya. Suasananya sedikit menegangkan. Maklum, malam itu malam Jumat Kliwon dan dalam kondisi yang lumayan sepi. Lampu-lampu kampus pun sudah banyak yang dimatikan.Tapi Jose bersikap biasa saja.

Sampai kemudian hal yang tak akan pernah dilupakannya seumur hidup itu terjadi. Ia mendekati sumber suara itu dan mulai mendekati pintu masuk ruang 3.05. Saat kaki kanannya melangkah, bulu kuduknya berdiri. Ia agak panik, tetapi tetap menunjukan kesan kalau semua baik-baik saja.

Lalu ia membuka pintu. Dan kamu tahu, teman-teman? Pintunya terkunci. Padahal sebelumnya ada suara yang memanggilnya. Kenceng lagi. Ia pun semakin panik dan buru-buru pergi ke lantai 1 untuk meminta bantuan OB. Ia pikir, jika ke lantai 1 semuanya bisa normal kembali. Sampai di depan tangga turun ke lantai 2, suara itu kembali memanggilnya.

Jose bingung sekaligus makin merinding. Tapi dengan sisa keberanian, ia dekati suara itu. Sumber suara itu, setelah didekati, terhenti lagi di ruang 3.04. Dan apa yang terjadi? ruangannya terkunci lagi. Ia tak bisa masuk dan melacak muasal suara itu.

Ia panik. Lalu ia memutuskan balik ke kosnya di kureksari, Waru. Ia jalan kaki menusuri tangga kampus. Sampai di lantai 2 ia kaget. Suara itu lagi-lagi memanggilnya.

“Jos.. Jose.. Berhenti” suara itu kembali muncul dengan volume yang makin keras.

Jose berhenti. Ia clingak-clinguk dan ketakutan. Sembari pelan-pelan menengok kebelakang, ia berdzikir tanpa henti. Tangannya gemetar. Dan betapa terkejutnya ia, sosok itu menampakkan dirinya.

Bajunya putih, lusuh dan agak bau. Tetapi wajahnya samar. Sosok itu kian mendekat. Semakin dekat.

“Hei!” kata sosok itu.

Jose diam tak berkutik.

“Kamu kemana saja. Aku mau tanya sesuatu” katanya.

Jose dengan keringat dingin lalu benar-benar melihat sosok itu. Dan lagi-lagi ia tak menyangka hal itu akan terjadi di hidupnya.

"Kun...kun.. Kunty...!!" Jose berbicara dengan gagap, lidahnya menjadi kelu dan kaku.

“Kunta-kunty !! Aku kenty woe..!! Minggu depan acara workshop jurnalistik  gimana?” ungkap sosok itu, yang setelah diteliti agak lama adalah teman satu organisasi yaitu Kenty, ia ternyata belum mandi sejak tiga hari yang lalu.

Jose pun menjelaskan bahwa acara Workshop Jurnalistik akan dilaksanakan 6 Mei 2018 di ruang 3.05 Multifunction Hall Lt.3 STIE Mahardhika Surabaya pukul 10.00-15.00 WIB.

Di sana akan ada pembicara Kepala Kompartemen Metropolis Jawapos (Doan Widhiandono) beliau juga seorang penulis Oleh-Oleh Jurnalis, Catatan Traveling di 20 kota pada 11 negara yang akan berbagi ilmu tentang:
1). Kiat-kita bijak bermedia di era millenial.
2). Citizen Of Journalism
3). Literasi media massa.
Dan juga Kepala Biro NET TV Jatim (Mustika Muhammad) yang akan berbagi ilmu tentang Jurnalistik Televisi.

HTM Acara tersebut hanya 50K/Peserta. Yang akan mendapatkan benefit berupa;
1). Sertifikat.
2). Makan Siang.
3). Snack.
4). Seminar Kit
5). Ilmu yang bermanfaat.

Dan bagi yang mau mendaftar cukup registrasi via WA dengan format: [ Workshop_Nama_Instansi/kampus_Email_No.Hp ] ke nomor 0821-3269-1460 (Kenty). Pembayaran ke no. Rek.216-062-7584 (BCA) an.Lasmini.

Buruan daftar pemirsa !! Karena kuota terbatas !!

Sabtu, 10 Maret 2018

MEMBACA: Jurus Pertama Seorang Penulis dan Jurnalis


MEMBACA: Jurus Pertama Seorang Penulis dan Jurnalis

[ JJB Ke #18 ]

Think before you speak. Read before you think.” ― Fran Lebowitz

Sumber foto: Solopos.com


Betul sekali perkataan dari Frans Lebowitz di atas, ”Berpikirlah sebelum berbicara. Membacalah sebelum kamu berpikir.” Bisa kita bayangkan bersama, seandainya sebelum berbicara kita tidak berpikir terlebih dahulu, sudah barang tentu kata-kata yang kita ucapkan un-faedah dan tak terarah. Alhasil, bisa jadi kita malah dapat gelar sebagai “LAMBE TURAH” dari orang lain karena tidak adanya manfaat dari banyaknya perkataan yang lahir dari rahim mulut kita. Ngeriii... bos, jika orang lain memberikan label tersebut kepada kita. Bukankah di rumah kita masing-masing mendapatkan sebutan istimewa dari emak-emak kita sebagai “cah ganteng sak donya dan cak ayu sak jagad?” Hehe.

Begitu juga sebelum berfikir akan lebih baiknya kita banyak membaca terlebih dahulu. Karena proses berpikir seseorang pada dasarnya juga butuh bahan bakar, dan bahan bakar itu salah satunya adalah membaca. Bisa dibayangkan, seandainya kita mau pergi kuliah ke kampus dan ternyata tangki bensin sepeda motor yang akan kita naiki habis apa yang terjadi? Sudah pasti kita harus membawanya ke SPBU kan? Menurut saya membaca tidak hanya sebatas untuk mengisi waktu luang, akan tetapi juga untuk mengisi kekosongan otak kita dari pengetahuan dan wawasan yang selama ini belum tersentuh.

Beberapa bulan yang lalu saya sempat mengikuti acara “Sinau Sastra” yang diselenggarakan oleh FLP (Forum Lingkar Pena) Sidoarjo. Dalam acara tersebut saya sempat mewancarai salah satu pembicaranya yaitu mas Rafif Amir Ahnaf. Beliau adalah ketua LFP Jatim, Penulis dan Motivator juga. Dari hasil wawancara dengan beliau saya mendapatkan banyak pencerahan terkait organisasi tersebut beserta arah gerak dan program-program kerja yang telah dijalankan. Berawal dari situ saya begitu tertarik dengan program-program kerja organisasinya dan berkeinginan untuk menerapkannya dalam organisasi saya.

Ide untuk membuat program tersebut kemudian saya bicarakan dengan beberapa teman-teman pengurus organisasi dan mereka menyetujuinya. Program tersebut kita namakan dengan “Project Reading Challenge”. Pesertanya adalah pengurus dan jurnalis magang dari organisasi saya. Karena organisasi kita adalah organisasi yang bergerak dibidang pers mahasiswa, maka bahan bacaan yang kita wajibkan waktu itu berupa artikel berita yang berlangsung selama dua minggu. Dalam pelaksanaanya satu hari peserta program wajib membaca minimal satu berita, “One Day One News,” kalau lebih dari itu akan lebih bagus. Di akhir sesi kita umumkan grafik jumlah berita yang telah dibaca oleh peserta kemudian yang terbanyak kita kasihkan penghargaan dan hadiah sebagai bentuk apresiasi kita terhadapnya.

Berawal dari program yang tampak sederhana tersebut, saya tidak membayangkan ternyata banyak reaksi dan respon positif dari mereka. Itu semua bisa saya baca lewat hasil jawaban kuosioner dari masing-masing peserta yang kita minta isi di google form. Berikut adalah data kuesioner dari "Project Reading Challenge" yang kita dapatkan:

Apakah program tersebut cukup menambah minat baca saudara?
22 tanggapan

Sumber: Google Form


Sangat menambah 40,9%

Cukup  menambah 54,5%
Biasa saja 4,6%
Sangat menambah
:12
Cukup menambah
:9
Biasa saja
:1










Berikan kesan anda setelah mengikuti program "Reading Challenge tersebut:22 tanggapan

Dulu saya sebelum ada program ini sangat tidak suka yang namanya membaca berita. Setelah saya mengikuti program ini, saya jadi ingin tau berita dan program ini sangat bermanfaat sekali.
Senang dan bisa lebih giat untuk membaca lagi
Semakin suka membaca berita
Perlu di adakan lagi agar minat baca lebih banyak
Menurut saya program ini sangat bagus karena biasanya kita enggan membacaa berita tapi setelah ada program ini kita jadi menyempatkan membaca walaupun sibuk
Joss
Banyak menambah wawasan dan pengetahuan tentang kejadian yg di sekitar maupun di daerah lain
Semoga bermanfaat
Good karena bisa membawa kebiasaan baru yg bermanfaat
Sangat menambah minat baca yang awalnya baca berita paling tidak 3 kali dalam seminggu dengan adanya program tsb bisa baca tiap hari dan menyadari manfaat dari baca tsb
Membuat saya menambah wawasan
Makin tahu keadaan di sekitar kita terutama keadaan Indonesia hari ini
Kesanny bikin kepala mumet cz banyak baca berita tp bikin ketagihan n tambah wawasan. Thanks yg buat program
Sangat berkesan dapat menambah pengetahuan
Sangat memotivasi menambah pengetahuan
Bisa menambah minat baca, terutama dalam membaca berita ter up date
Biasa aja, tapi seru sih 😳
Selain menambah wawasan program ini mengajak agar kita mau membaca, meskipun saat ini berada di zaman Milenial. Membaca sama hal nya membuka jendela dunia.
Dengan diadakannya program reading challenge, menambah semangat untuk lebih banyak membaca
setelah adanya program reading challenge , minat baca saya sedikit meningkat.
Setelah mengikuti program ini minat baca saya cukup meninggkat
Program Reading Challenge adalah program yang sangat menarik walaupun tidak banyak yang saya baca tapi dapat mendorong saya agar lebih banyak membaca khususnya berita

Apa pesan yang ingin anda sampaikan terhadap program tersebut agar kedepan bisa lebih baik lagi:19 tanggapan

Semoga program ini tetap berjalan seperti kemarin, dan semoga program ini membawa berkah yang tidak suka membaca jadi suka membaca. Aminnnn 😀
Lebih mensupport teman" untuk membaca dan memahami isi berita..
Jika bisa diadakan selalu agar selalu update dengan berita bukan karena ada event. Melainkan menjadi kebiasaan
Semoga budaya membaca tidak di hanya di lombakan saja tetapi bisa di gunakan sehari-hari
Bisa di agendakan program seperti ini tapi beri jeda pelaksanaan biar tidak terkesan bosan
Hadiah yang lebih menarik
Programnya bagus kalau di jadikan kegiatan rutinan
Terus lanjutkan
Mungkin waktunya bisa di perpanjang tidak di batasi jam 9 mlm
Diagendakan untuk reading chellenge selanjutnya agar minat baca makin bertambah supaya membaca berita menjadi kebiasaan dan membaca berita tidak berharap

Membangun sebuah peradaban yang baik ternyata tidak harus dilakukan dengan revolusi dan gerakan besar yang telah dilakukan oleh bapak-bapak bangsa yang fotonya terpajang di setiap lembar uang kita. Semua itu bisa kita lakukan lewat hal-hal kecil dan sederhana namun punya potensi besar untuk menjadi awal perubahan yang bersifat makro. Rofiq Hudawy penulis buku “Doakan Jangan Duakan” pernah berkata dalam status Instagramnya, “ Jika ada yang tanya bagaimana caranya menulis maka saya jawab BACALAH ! (Iqro’). Karena pada pada dasarnya penulis yang baik juga pembaca yang baik.

Semoga lewat program-program kerja yang sederhana ini akan menjadi batu loncatan kita untuk membuat program-program yang lebih besar lagi. Amiin..  Jangan berhenti melangkah kawan!  tetaplah memacu kudamu untuk terus berlari mengerjar mimpi dan menjadi bagian dari pemuda-pemuda inisiator perubahan di zaman now ini.

Sidoarjo, 11 Maret 2018 || Budi Setiawan

Minggu, 25 Februari 2018

Berkarya Untuk Bangsa dengan Aksi Nyata

Berkarya Untuk Bangsa dengan Aksi Nyata

[ JJB Ke #17]

“Kalau pemuda sudah berumur 21,22 sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa... Pemuda yang begini baiknya digunduli saja kepalanya... Revolusi belum selesai”- Bung Karno pidato HUT Proklamasi, 1949

Sumber Foto: kickandy.com


Bertepatan dengan hari raya waisak, jumat (16/2) sepekan yang lalu, Metro TV kembali menayangkan program Kick Andy. Program tersebut bertajuk “Aku Pasti Sukses”, tayangan yang begitu menarik untuk pemuda-pemuda yang mendambakan hal tersebut seperti saya. Kali ini Kick Andy ingin berbagi kisah inspiratif dengan mengundang anak-anak muda lulusan Politeknik yang punya karya luar biasa. Untuk menjadi tamu om Kick Andy dalam programnya tentu bukan sembarang pemuda yang diundang. Pemuda yang saya maksud adalah mereka yang hidupnya tidak terlalu begitu percaya dengan filosofi hidup “Biarkan hidup seperti air yang mengalir” sekali lagi tidak. Atau dengan kata lain pemuda yang normal-normal saja, punya standar hidup yang linier dan tidak melakukan sesuatu hal yang revolusioner juga. Mereka bukan itu, mereka adalah orang-orang special yang “behid the scene” kehidupanya penuh perjuangan yang luar biasa hingga menjadi aktor di balik kesuksesannya seperti sekarang ini.

Sebetulnya saya sendiri tidak melihat tayangannya secara langsung melalui channel tv. Saya hanya melihat lewat siaran ulang di website m.metrotvnews.com/kick-andy, karena baru dapat kabar dari internet di hari minggunya. Karena tertarik dengan tema yang diangkat, saya pun menonton videonya sampai selesai. Kick Andy saat itu mengundang empat orang dalam acaranya yaitu Rido Nurul Adityawan, Taufik Hidayat, Agur Yake Mulia dan Tiyo Avianto. Hadir juga dalam acaranya menteri Menristekdikti bapak M.Nasir. Ke empat inspirator Kick Andy tersebut punya spesifikasi dan cerita hidup yang berbeda-beda.

Inpirator pertama namanya Nurul Adityawan dengan karya berupa usaha bisnis kuliner spesialis ayam penyet. Dia adalah lulusan Politeknik Negeri semarang. Di usianya yang masih tergolong muda ia sudah mampu mendirikan franchise dengan jumlah total ada sekitar 640 gerai yang tersebar tidak hanya di Indonesia namun juga di beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Taiwan dan Hongkong.

Selanjutnya yaitu Taufik Hidayat. Pemuda berkacamata ini adalah pengusaha jamur yang sukses di Usia yang tergolong masih muda. Dia lulusan D3 Politeknik Negeri Bandung dan memutuskan untuk merintis bisnis jamur setelah sebelumya bekerja di perusahaan otomotif terkenal di Jakarta. Selain itu kang taufik ini juga mendirikan sekolah alam untuk para petani dan pemuda putus sekolah di desanya. Sekolah alam ini berisi penyuluhan mengenai budidaya jamur dan sayur-sayuran lain. Pembinaan ini dilakukan secara sukarela dan gratis. Dengan usahanya ini dia mampu mengangkat derajat orang tua dan keluarganya.

Inspirator ke-tiga adalah Agur Yake Mulia (22 tahun). Dia adalah pendiri Sekolah Robot Rotobot dan juga pengajar ekskul di sekolah-sekolah di Klaten, Solo dan Jogja. Sejak masih sekolah SMK Agur sudah menekuni bakatnya dan sempat menjuarai berbagai perlombaan bikin robot. Dengan prestasinya itu dia akhirnya bisa kuliah dengan mendapat beasiswa bidik misi. Luar biasanya, sejak enam bulan sekolah robotnya didirikan siswanya sudah mampu memenangkan kompetisi robotic internasional.

Terakhir ada mas Tiyo Avianto yang merupakan seorang technopreneur di bidang IT dan IoT (Internet Of Things). Dia adalah salah satu pemuda penggagas dan pengembang teknologi Ibeacon di Indonesia untuk kebutuhan Industri. FYI iBeacon adalah salah satu protokol komunikasi untuk internet of things yang dikeluarkan oleh Apple, Inc (Wikipedia). Karyanya tersebut berupa alat untuk mengefektifkan presensi di sebuah perusahaan dengan karyawan yang banyak. Alat ini sudah didistribusikan secara masal tidak hanya didalam negeri tetapi juga di beberapa negara seperti Jepang dan lain-lain.

Belajar dari mereka, kita jadi tahu bahwa SUKSES itu tak harus jadi PNS. Nurul, Taufik, Agur dan Tiyo adalah bukti bahwa sebuah perjuangan dan proses tak akan menghianati sebuah hasil. Untuk menuju tangga kesuksesan diperlukan perjuangan yang teramat panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan saja. Karena mie instan pun sebelum kita makan, kita butuh proses berupa memasaknya terlebih dahulu lalu setelah itu bisa kita sajikan dalam sebuah mangkok. Bener nggak? Jadi semua itu tak benar-benar secara instan.

Tentunya semua itu harus dibuktikan dalam aksi nyata berkarya. Banyak orang yang mendabakan sebuah kesuksesan namun masih terhalang oleh ketidak mampuan untuk berbuat aksi nyata. Para inspirator di program Kick Andy di atas dapat kita jadikan inspirasi untuk terus berproses dan berkembang. Namun, walaupun begitu saya pribadi tidak ingin jadi mereka. Suatu saat saya pasti punya cara sendiri untuk sukses yang bahkan lebih dari mereka. Bukan karena sombong, tetapi untuk memotivasi diri ini agar punya standart tinggi dan tak puas hanya menjadi orang rata-rata saja. Semoga saja kita bukan termasuk pemuda-pemuda yang akan “digunduli” oleh Bung Karno dalam pidatonya diatas hehe.

25 Februari 2018 || Budi Setiawan


Senin, 16 Oktober 2017

Bukan (Sebenar-benarnya) Orang Sibuk

[JJB Ke #16]
Bukan (Sebenar-benarnya) Orang Sibuk

“Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS.Al-Insyirah:7)

Foto pribadi

Salah satu fakta tentang kehidupan modern yang tak terbantahkan adalah betapa banyaknya orang yang merasa dirinya sibuk. Dan seperti yang kita ketahui bersama sibuk karena pekerjaan menjadi salah satu alasan yang seringkali dilontarkan. Orang sibuk dianggap sebagian orang punya nilai lebih (value-added). Orang sibuk juga dianggap menjadi manusia yang lebih penting daripada orang yang tidak punya kesibukan. Ya, menurutku pengakuan seperti itu sah-sah saja selama orang tersebut lebih produktif daripada yang lain. Dalam arti dia bisa menghasilkan hasil karya yang lebih diatas rata-rata orang.

Berdasarkan kabar yang dimuat diportal berita online bbc.com disebutkan bahwa, kita merasa jauh lebih sibuk belakangan ini karena pekerjaan kita lebih banyak. Namun kita salah. Jumlah jam kerja – yang dibayar maupun tidak – tidak bertambah dalam beberapa dasawarsa terakhir. Setidaknya di Eropa atau Amerika utara. Lain halnya menurut pandangan Asisten Profesor Pemasaran di Columbia Bussiness School, Silvia Bellezza mengutarakan bahwa, “Di negara Italia, pada bulan juni, kalau anda mengatakan akan bekerja sepanjang musim panas, orang akan menganggap anda pecundang yang tidak berduit (untuk berlibur) dan tidak menarik,”bebernya.

Saat kita mendapat jawaban “sibuk” seringkali kita menjadi tidak tertarik untuk tau mereka sedang sibuk apa? Karena bisa jadi tidak ingin dianggap kepo. Namun kepada orang yang kita anggap cukup dekat, tentu saja ada keberanian untuk menanyakan atau hanya sekedar basa-basi. Alasan “sibuk” seakan sudah menjadi jurus andalan dalam medan perang di dunia modern ini.

Jika kita berbicara tentang siapa yang layak disebut sebagai orang tersibuk di Indonesia, maka kita sulit untuk menolak bahwa orang tersebut adalah presiden RI. Sebagai kepala negara dan orang nomer satu di Indonesia sudah barang tentu bisa kita anggap sebagai sesibuk-sibuknya orang. Tapi apakah benar begitu? Ternyata tidak. Ditengah anggapan bahwa presiden adalah orang tersibuk di Indonesia ternyata masih ada yang sempat dan bisa menyalurkan hobinya untuk menulis buku, bikin lagu dan menyanyi. Ya, siapa lagi kalau bukan bapak Susilo Bambang Yudoyono (SBY) atau lebih dikenal dengan nama pak Beye. Ini menjadi tamparan keras bagi saya bahwa orang yang notabene-nya nomer satu di Indonesia saja masih bisa produktif untuk menyalurkan hobinya. Lalu bagaimana dengan orang-orang kurang penting seperti saya? He.

Ah, sepertinya terlalu naif jika saya dengan pedenya menganggap diri ini sudah terlalu sibuk. Padahal kenyataannya berlawanan. Bahkan bisa jadi alasan klise itu cuma jadi pembenaran untuk tidak mengerjakan tugas-tugas kampus misalnya, atau mungkin bisa jadi alasan untuk tidak menghadiri suatu undangan dan pertemuan. Seringkali kita saat jauh dengan orang tua, mereka menanyakan kepada kita, “Kok jarang ngasih kabar to le?” lalu kita jawab,”nggih buk, soalnya saya sibuk, banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan”. Yakin sesibuk itu? Hingga memberi kabar kepada orang tua pun kita tak ada waktu? Padahal kenyataannya kita setiap hari punya saja waktu untuk update status di sosmed dan chatting gebetan atau pacar. Mungkin lebih tepatnya dibilang saja “sok sibuk” itu mungkin lebih baik.

Membuat alasan “sibuk” berarti membatasi diri saya untuk lebih produktif dalam beramal. Dan pasti akan ber-impact terhadap buah hasil dari usaha saya selama ini. Saya merasa yakin diluar sana orang-orang yang sudah sedikit banyak menemukan singgasana kesuksesannya pasti punya jam terbang yang lebih tinggi daripada kita. Kalau saya mah jangankan terbang tinggi, suruh benerin genteng yang bocorpun masih ogah-ogahan karena takut jatuh. Sepertinya saya rasa perlu belajar menjadi Spiderman, agar bisa memanjat lebih tinggi dan nggak takut jatuh lagi.

Foto pribadi



Yang harus kita sadari adalah dibalik kesuksesan pasti ada keringat, air mata dan bahkan darah yang harus rela dikeluarkan. Kemenangan kaum muslimin melawan kafir quraisy pada saat perang badar dizaman Rasulullah, tidak lepas dari perjuangan yang sangat melelahkan. Banyak air mata dan darah kaum muslimin yang harus di ikhlaskan pada pada saat itu. Bisa kita bayangkan, seandainya sahabat-sahabat nabi tidak punya keberanian mengambil resiko untuk perang jihad pada waktu itu dengan dalih “sibuk” mengurusi pekerjaan, bagaimana nasib umat muslim? Sangat mustahil bukan dari 313 pasukan kaum muslimin yang menghadapi 1000 pasukan suku quraisy memenangkan sebuah peperangan seandainya sebelum berperang nyali kaum muslimin sudah ciut.

Sidoarjo, 17 Oktober 2017 || Budi Setiawan