Minggu, 07 Mei 2017

Merasa Tertinggal Jauh



#JJM Ke 10
Merasa Tertinggal Jauh 
 
Sumber gambar: www.solopos.com
 "Jangan pernah jadi orang yang gampang puas! Masih banyak puncak-puncak yang harus kau capai"- Anis Baswedan

Akhir-akhir ini saya sering berfikir betapa sangat tertinggal jauhnya saya dari mereka-mereka yang telah menemukan singgasananya dipintu kesuksesan. Kesuksesan disini menurut saya tidak bisa dianalogikan hanya milik mereka-mereka yang punya duit lebih dan kecukupan dari segi materi saja. Tapi menurutku esensi dari kesuksesasan adalah ketika orang itu dapat memberikan manfaat lebih bagi orang lain. Karena seperti yang kita ketahui bersama menurut baginda Rasul SAW.“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”.

Saya mungkin bisa jadi termasuk pemuda-pemuda yang kurang gaul dan kekinian, karena memang jadwal nonton, liburan, ataupun ngopi bisa dihitung  dalam  beberapa bulan terakhir ini. Semestinya kegiatan-kegiatan semacam itu menjadi jadwal rutinitas pemuda kekinian setiap minggunya. Saya lebih suka bermesraan dengan buku-buku daripada bermesraan denganya.Eits, kata ganti “nya” disini ternyata juga masih tanda tanya, he.  Saya juga mulai senang mengikuti beragam acara. Tentu acara yang saya ikuti tersebut temanya sesuai dengan passion saya. Hal-hal yang berkaitan dengan tulis menulis, leadership, entrepreneur, jurnalistik, keagamaan, dan beberapa hal yang selalu mengundang percik antusiasme dibenak saya untuk berkesempatan jadi pesertanya. Mungkin beberapa pemuda asing memaknai berbeda dalam hal yang dikatakan gaul ini. Dan saya ingin mencoba dengan sangat untuk menjadi bagian dari pemuda-pemuda asing ini. Pemuda yang merasa tidak begitu puas dengan hal-hal bersifat umum, punya tingkat kepekaan tinggi terhadap lingkungan sekitar, berfikir diatas rata-rata dan selalu melakukan pengembangan diri untuk bisa berinovasi.

Berawal dari seminar entrepreneur yang diselenggarakan oleh Hipmi PT UNAIR dan BEM FKG Unair bertempat di Gedung Garuda Muka Fakultas kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya kemarin sabtu, (06/05/2017) pikiran mengenai ketertinggalan saya dengan beberapa pemateri semakin menjadi-jadi. Bahkan saya sempat kagum dan penasaran dengan salah satu panitia seminar yang notabennya menjadi ketua Hipmi PT Unair tersebut. Namanya Galang Satria Bella diusianya yang masih sangat muda yaitu 21 tahun bahkan lebih muda dari saya, sudah mampu menciptakan obat nyamuk herbal berkemasan dari limbah kaleng rokok. Suatu kebanggaan tersendiri bagi orang tua punya anak seperti dia dan juga kebanggan kampus punya mahasiswa yang diatas rata-rata seperti beliau. Akhirnya setelah tiba dirumah naluri menulis saya kemudian bangkit lagi. Saya sebenarnya bingung  judul tulisan apa yang akan saya angkat di JJM (Jurnal Jomblo Mulia) yang ke 10 ini. Dan clingg.. Serta merta ada gambar lampu bohlam diatas kepala saya, tanda ide sudah lahir dari rahim imajinasi saya. Ya, ide y itu adalah saya ingin menuliskan beberapa paragraf tentang ketinggalan saya dengan beberapa anak muda yang telah lebih dulu sukses daripada saya. Baik mereka yang sudah saya temui secara langsung maupun yang hanya saya jumpai diInternet (Online).

Pertama-tama saya masih penasaran siapa sih sebenarnya mas Galang tersebut dan bagaiman history dari biografi hidupnya selama ini. Betul saja setelah searching saya menemukan website pribadinya. Selain punya produk buatan sendiri yaitu obat nyamuk Miredo yang saya ceritakan diatas ternyata juga sudah banyak pencapaian-pencapaian yang dia raih, seperti Juara 1 lomba Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM) Unair 2015, dll. Selain itu ternyata dia juga pernah aktif dibeberapa Organisasi salah satunya Ketua Umum LPM Mercusuar Unair 2014/2015, Reporter majalah Unair 2016 dan masih banyak lagi. Teman-teman bisa cek dan kepoin juga diwebsitenya www.galangkesatriabella.com . Jam terbang dan semangat organisasinya yang tinggi membuat dia dipercayai untuk jadi pengurus dibeberapa Organisasi. Lain halnya dengan beberapa penulis yang saya kagumi karena prestasinya yang luar biasa ditengah setatusnya yang ternyata juga masih lajang (baca: jomblo) he. Seperti mas Brilli Agung, dia adalah penulis buku  Kitab Penyihir Aksara dan 25 buku lainnya. Walaupun masih lajang tapi karya-karya dan pencapaiannya beliau tidak bisa dianggap remeh. Selain itu dia juga dikenal sebagai Authormaker yang telah jadi mentor beberapa penulis lain di Kelas Menulis Online (KMO) dan Bikin Buku Club (BBC). Tidak main-main visi hidupnya adalah “ Di tahun 2060, 7 dari 10 penulis di Indonesia ketika ditanya siapa gurunya, mereka akan menjawab Brilli Agung”.  Tak hanya itu saat ini beliau juga sedang belajar menjadi pengusaha, dengan mendirikan 3 perusahaan: 1. PT. Inspirator Juara Indonesia (Inspirator Academy), 2.PT.Valua Lidi Impressario (Valua Training), dan 3.PT.Wahana Manuskrip Semesta (Jakarta Translator). Yang paling membuat saya terkesan adalah dari ceritanya saat acara bedah buku di kampung steak Rungkut, Surabaya. Dia menceritakan semua hasil royalti dari buku pertama yang dia tulis dipergunakan untuk membiayai umrah Ibunya. Seketika itu hati saya tersentuh dan mata saya berkaca-kaca. Dan berkata dalam hati, “Selama ini apa yang telah saya berikan kepada kepada orangtuaku terutama Ibu, hingga membuat beliau menangis bahagia dengan prestasi-prestasi dan pencapaian anaknya ?”.

Kalau berbicara masalah perencanaan sesuatu baik karir, cita-cita dan lain-lain  saya mungkin lebih punya keahlian tersebut, tapi sayangnya saya belumlah menjadi pengeksekusi rencana yang baik. Memang baground saya saat ini adalah dari mahasiswa jurusan manajement. Mestinya fungsi manajement yang terbalut dalam POACE (Planning, Organizing, Actualing, Controlling dan Evaluting) saya terapkan dengan baik-baik. Tapi nyatanya saya masih terkendala difungsi actualing sebagai bentuk pengeksekusian sebuah rencana. Banyak orang yang tak kuat dan melambaikan tangan tanda menyerah. Semoga saja kita tak termasuk golongan orang-orang yang menyerah kalah tersebut. Apalagi menjadi kesatria yang kalah sebelum bertempur, jangan deh ! itu kan sangat memalukan he. Kita tentunya ingin jadi seorang pemenang bukan, yang kemudian bisa mengajak sebanyak mungkin orang untuk turut serta mengikuti jalan yang telah kita lalui. Tentunya harus kita pastikan dulu bahwa jalan tersebut memang sesuai dan sejalan dengan hukum agama dan negara kita. Amiin.

Sidoarjo, 7 Mei 2017 | Budi Setiawan

Senin, 24 April 2017

Mencari Sebuah Ritme Hidup Didalam Organisasi

#JJM Ke 9

Mencari Sebuah Ritme Hidup Didalam Organisasi

“Sebatang panah akan mudah patah, tetapi tidak dengan sepuluh di dalam sebuah kemasan”- Pepatah Jepang

Dok. Tim Jurnalis Mahardhika





Dari kutipan pepatah Jepang diatas kita bisa memetik sedikit makna tentang sebuah organisasi. Makna yang terkandung disini adalah kita akan lebih kuat jika melakukan suatu pekerjaan secara bersama-sama untuk mencapai sebuah tujuan tertentu. Sebaliknya jika kita bersikap individualis kita akan lemah, karena sejatinya kita hidup didunia ini adalah sebagai makhluk sosial disamping sebagai makhluk individualis. Hal itulah yang menyebabkan timbulnya sebuah organisasi. Together we achive more, dengan kebersamaan tim kita akan dapat memperoleh sebuah prestasi dalam organisasi. Kata-kata ini awalnya saya dapatkan saat bekerja disebuah perusahaan yaitu di PT.Arta Boga Cemerlang Surabaya. Dan inilah salah satu quotes yang membuat saya semangat berorganisasi dikampus STIE Mahardhika Surabaya. Seringkali saya memberikan quotes ini sebagai hastag dimedia sosial dalam rangka untuk membangkitkan semangat kebersamaan dalam organisasi khususnya bagi penulis sendiri. Ya, syukur-syukur kalau teman-teman pembaca ada yang merasa termotivasi dengan tulisan tersebut saya anggap itu bonus,he.

Sebagai mahasiswa kadang kita bingung mau menentukan jadi mahasiswa yang seperti apa. Mau aktif kuliah doang, aktif diorganisasi, atau dua-duanya. Biasanya yang sulit menentukan pilihan tersebut adalah mahasiswa baru. Dilema gitu bawaannya. Kalau masuk masuk takutnya nggak bisa bagi waktu, kalau nggak daftar takutnya nyesel.hehe. Awal kuliah dulu, saya juga bingung mau gabung UKM atau Organisasi apa. Soalnya kakak-kakak senior pada waktu itu mempromosikan UKM dan organisasinya sama-sama menarik dan bisa menarik perhatian maba, saya kira dilihat dari cara pembicaraannya sepertinya mereka fresh gradute agen MLM sehingga bisa mempersuasive audiens yang ada. Berawal dari rasa penasaran dan semangat yang membara akhirnya para mahasiswa baru yang notabenenya belum tahu kehidupan kampus sebenarnya (masih polos ceritanya) daftarin diri ke UKM dan organisasi yang membuat mereka tertarik. Pada waktu itu saya daftarin diri masuk UKM jurnalis karena saya anggap ada ketertarikan dengan UKM tersebut. Alasan saya masuk UKM itu adalah saya ingin punya keahlian dalam bidang tulis menulis, terlebih sebelumya hobi saya suka membaca. Jadi saya pikir waktu itu hobi membaca sebaiknya disandingkan dengan hobi menulis, biar jodoh kali ya.he

Alasan teman-teman yang lain ikut bergabung di UKM dan Organisasi pun juga berbeda-beda. Pertama memang karena sudah ada niat entah itu mencari pengalaman baru, mencari teman baru, mencari kegiatan baru, atau hanya sekedar mencari gebetan baru dengan syarat dan ketentuan berlaku (Khusus buat jomblo) eh. Yang kedua mungkin karena ingin mencari popularitas biar cepat dikenal sama teman-teman mahasiswa yang lain dan juga dosen. Tapi menurut saya apapun motifnya, gabung di organisasi atau UKM itu baik. Walaupun sebenarnya motif atau niat yang baik menurut ajaran Islam adalah untuk mencari ilmu dan pengalaman yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, seperti yang telah dijelaskan oleh Syech Azzarnuji dalam kitab ta’alimul muta’alimnya dalam bab niat. Selain itu daripada kita keluyuran gak jelas, ngopi sambil rokoan di warkop , mabuk-mabukan di-bar, atau malah kegiatannya hanya scroll layar hp di dalam kamar berharap ada yang nge-chat padahal jomblo kan lebih baik ikut UKM atau organisasi. Iya,nggak?. Makanya yang sudah ada niatan masuk organisasi atau UKM jangan ragu untuk daftar. Segera take action mumpung masih muda. Oke, kalau udah pada daftar saya lanjut ceritanya ke pengalaman.

Pengalaman Organisasi dan UKM
Sumber foto:anakuntad.com/2015/07/4

Sebenarnya apa sih organisasi itu? Menurut wikipedia.org organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Berbicara tentang pengalaman organisasi sebenarnya saya mulia mengenal dan masuk organisasi itu waktu kelas dua SMP. Waktu itu saya mengikuti organisasi kemasyarakatan yaitu Persaudaraan Setia Hati Terate sebuah organisasi yang berfokus pada pencak silat, persaudaraan antar warga dan falsafah-falsafah yang telah diajarkan oleh pendirinya. Untuk yang di dalam sekolah saya mengikuti Osis dan menjabat sebagai wakil akan tetapi waktu itu Osis di smp saya masih jarang mengadakan meeting bersama ataupun mengadakan sebuah acara. Bisa dibilang waktu itu ke-Osis-an saya masih bisa dipertanyakan. Karena mungkin waktu itu OSIS di SMP saya belum begitu terorganisir dan hanya sebagai formalitas saja. Kemudian saya melajutkan sekolah di Madarasah Aliyah YP.KH.Syamsuddin dalam naungan sebuah pondok salaf di kota Ponorogo. Disitu semangat ke-organisasian saya bangkit lagi. Dan lagi-lagi saya bergabung di Osis, pada waktu itu menjabat sebagai bendahara II. Disini saya baru merasakan aura organisasi yang berbeda jauh dari OSIS yang pernah saya ikutin diwaktu SMP. Selain itu saya juga ikut dikegiatan pramuka BANTARA. Bantara kepanjangan dari Bantuan Tenaga Rakyat. Yang merupakan Tanda Kecapakan Umum (TKU) dari golongan pramuka tingkat Penegak. Kemudian diwaktu kelas dua MA saya sudah mengikuti empat organisasi sekaligus. Dari 4 organisasi itu Alhamdulillah saya diberi amanah untuk menjadi pengurus semua. Mulai dari OSIS saya menjabat sebagai Ketua, Pramuka BANTARA sebagai bendahara I, OSIPP (Organisasi Santri Intra Pondok Pesantren) sebagai ( maaf yang ini Saya lupa hehe), dan Safid (Sanggar Kaligrafi Durisawo) Sebagai Humas. Kebetulan waktu itu SAFID (Sanggar Kaligrafi Durisawo) itu baru dibuka dipondokku. Sehingga saya perlu menerapkan prinsip Win-win Solutions disaat dua atau tiga organisasi itu mengadakan acara dalam waktu yang sama. Terkecuali untuk OSIS pasti selalu saya prioritaskan karena memang saya harus sadar sebagai ketua tanggung jawab saya lebih besar dari yang lain.

Dok.Jurnalis Mahardhika

Keinginan untuk aktif dan masuk dalam aktivitas organisasi berlanjut juga diwaktu saya menginjak bangku kuliah. Dan seperti yang kita ketahui bersama dikampus terdapat banyak sekali organisasi dan UKM yang ada. UKM di sini bukan Usaha Kecil Menengah ya, tapi Unit Kegiatan Mahasiswa,he. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti UKM Jurnalis seperti yang saya ceritakan diawal. Disini tahun pertama masuk jurnalis masih jarang diadakan acara dan meeting, terhitung waktu itu kurang lebih hanya lima kali pertemuan dalam satu tahun. Bisa dibilang jurnalis waktu itu hanyalah semi aktif, atau bisa dikatakan hampir punah. Tapi yang membuatku terkesan adalah saat saya pertama kalinya diminta kakak pengurus untuk membuat wawancara dan berita mengenai profil seorang dosen namanya bu Wulandari Hardjanti dikampus saya. Jujur waktu itu saya senang banget ketika berita hasil wawancara dosen itu terpasang dimading, serasa benar-benar sudah menjadi jurnalis beneran,he. Menginjak tahun berikutnya tepatnya di semester tiga, estafet kepemimpinan Jurnalis diteruskan oleh mbak Angelin Selin sebagai ketua. Atas inisiatif beliau dan teman-teman lain akhirnya kita membuat struktur kepengurusan Jurnalis yang baru. Berbekal semangat yang membara, kita ingin menghidupkan kehidupan pers dikampus kembali. Program-rogram kerja yang sebelumnya berhenti kita jalankan kembali dan bahkan kita tambahi. Waktu itu saya ditunjuk untuk menjadi pengurus Koordinator mading dan berlanjut sampai sekarang. Tapi walaupun begitu, saya tidak puas hanya fokus dimading saya mencoba selalu sempatkan waktu untuk membuat artikel berita dari wawancara dengan narasumber ataupun artikel-artikel lain yang bersifat informatif. Karena saya mulai sadar bahwa roh dari UKM Jurnalis itu adalah sebuah tulisan, terutama berita. 


Dok.Hipmi PT STIE MAHARDHIKA


Untuk Organisasi saya memilih masuk di HIPMI PT (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi). Saya masuk di Hipmi bukan berarti saya udah punya usaha, sama sekali belum. Karena dalam persyaratan masuk tidak harus mempunyai usaha dulu, dan kebetulan waktu sekolah di Madrasah Aliyah dulu saya punya impian ke depan ingin jadi pengusaha, sebagai proses awal untuk mewujudkan impian itu akhirnya saya daftarlah di Hipmi PT. Sekitar satu semester berjalan saya menemukan banyak ilmu di dalam Hipmi. Menurut saya Hipmi acaranya keren-keren. Kenapa demikian? Karena salah satu alasannya adalah acara Hipmi seperti nongkrong produktif, kopi bisnis, cangkruk produktif banyak diadakan dicafe-cafe. Selain itu juga pembicaranya sudah pasti berbobot dan sudah punya usaha-usaha sendiri yang sedang berkembang. Dan yang membuatku senang adalah acara-acara seperti itu free bahkan sering juga dapat minum gratis. Yang paling menyenangkan bisa bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa dari universitas lain di Surabaya, sehingga bisa menambah teman,networking dan bisa saling bertukar pikiran. Mungkin barangkali juga bisa menambah daftar nama-nama calon masa depan kita nanti, itupun jika beruntung. Eaaa.. Setelah satu semester berjalan saya tiba-tiba ditunjuk juga sebagi pengurus bagian Humas. Sebenarnya waktu itu saya sempat menolaknya dengan dalih kalau saya belum punya pengalaman banyak dibidang wirausaha dan kebetulan saya juga pengurus di UKM Jurnalis. Tapi karena sedikit dipaksa (maaf) akhirnya saya meng-iyakan tawaran itu. Ya, harapannya semoga saya bisa mengemban amanah ini dengan baik. Dan seperti yang kita ketahui bersama menurut Rasulallah SAW. “Manusia yang terbaik adalah yang bermanfaat bagi orang lain”. Semoga saja apapun organisasi dan UKM yang kita ikutin bisa menambah pengalaman dan manfaat bagi kita dan orang-orang disekitar kita. Seperti halnya sabda Rasulallah SAW.Tersebut. Aamiiin.

Sidoarjo, 24 April 2017 | Budi Setiawan





Kamis, 13 April 2017

DOA UNTUK NEGERI

#JJM Ke 8

Do’a Untuk Negeri

“Tidaklah berkumpul suatu kaum sambil berdzikir sambil berdzikir kepada Allah ‘azza wajala kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat menyelimuti mereka, dan ketenangan hati turun kepada mereka, dan Allah menyebut (memuji) mereka dihadapan makhluk yang ada di sisi-Nya” (H.R. Muslim)

Sumber gambar: Sigit Waskito TV9 Nusantara


Gemah zikir terdengar lantang oleh ratusan ribu warga Nahdliyyin yang memadati area GOR Delta Sidoarjo dalam acara Istighozah  Kubro pada minggu (9/4/2017) yang lalu. Lantunan Do’a-doa yang dipanjatkan oleh para Kyai sepuh NU dan ratusan ribu warga Nahdlatul Ulama itu membuat hati ini serasa bergetar. Lantas perhelatan akbar warga Nahdliyyin itu mendapat sorotan dari berbagai pihak. Hal ini memang sesuatu yang sangat wajar sekali lantaran perhelatan tersebut dihadiri tidak hanya hitungan ratusan warga Nahdliyyin tapi sampai ratusan ribu. Bahkan, sampai meluber ke luar stadion dan bahu jalan raya.

KH.Hasan Mutawakil Alallah selaku Ketua PWNU Jatim menyebutkan bahwa istighosah Akbar tersebut tidak semata-mata digelar untuk merayakan harlah NU yang ke 94 saja, melainkan juga untuk mendo’akan  bangsa agar terhindar dari macam perpecahan yang belakangan ini mengemuka dipermukaan. “Kiai NU tentu beda dengan yang lain, demo Kiai NU digelar dengan Istighozah, doa bersama,” papar KH. Mutawakil saat membuka Istighozah Kubro di GOR Delta Sidoarjo pada minggu, seperti yang tertera di kelanakota.suarasurabaya.net.

Berdasarkan pada keterangan beliau. Kiai NU tidak hanya mengurusi perihal agama saja melainkan juga turut memikirkan masalah bangsa dan negara. Istighosah ini juga merupakan bagian dari peran NU agar bangsa tetap rukun dan lebih sejahtera. Terlepas dari itu jika kita cermati di media sosial banyak golongan yang saling mengkafirkan-kafirkan sesama muslim. Tidak hanya itu banyak juga diantaranya yang menggembor-gemborkan ingin mendirikan negara Islam di Indonesia padahal seperti yang kita ketahui bersama Ulama-ulama Nu menyatakan bahwa NKRI, Pancasila, UUD 45, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah sudah final, negara ini negara bangsa, bukan negara agama.

Sumber gambar: Dok.Pribadi


Harapan kita adalah semoga doa para kyai dan warga Nahdliyyin yang terbingkai dalam sebuah tema besar “ membuka pintu langit menggapai nurullah (Cahaya Ilahi)” tersebut bangsa kita ini diberikan keselamatan, kesejahteraan dan kemakmuran. Selain itu semoga saja bencana sosial  yang menimpa bangsa ini ada jalan keluarnya. Amin.. Tak ada lebih indah dari kata “semoga” yang kemudian kita aminin bersama.^-^

Sidoarjo, 14 April 2017 | Budi Setiawan


Jumat, 07 April 2017

Keinginan Perpisahan Yang Terpendam

#JJM Ke 7

Keinginan Perpisahan yang Terpendam

Sumber gambar: Dokumentasi pribadi


Bila mungkin memang tak bisa
Menyatukan perbedaan kita
Dan tetap bertahan
Ditengah kepedihan

Jadikan ini
Perpisahan yang termanis
Yang indah dalam hidupmu
Sepanjang waktu

Semua berakhir
Tanpa dendam dalam hati
Maafkan semua salahku
Yang mungkin menyakitimu

Semua berakhir
Tanpa dendam dalam hati
Maafkan semua salahku
Yang mungkin menyakitimu

-Lovarian, Perpisahan Termanis

Waktu aku menulis jurnal ini, malam tengah beranjak kian dalam. Malam yang sepi, sunyi nan gelap. Senantiasa menemaniku untuk menuliskan beberapa paragraf tentang kegundahan hatiku. Sebenarnya aku pun sedikit ragu untuk menuliskan jurnal ini. Pasalnya kata “Gundah” dan “Galau” adalah dua sejoli kosakata yang ingin aku hindari jauh-jauh dari tulisan-tulisanku diblog ataupun statusku dimedsos. Awalnya aku punya rencana untuk hanya memperlihatkan diriku sebagai sesosok pria yang tegar dalam segala kondisi. Tapi, pada kenyataannya aku terpancing juga untuk menuliskan kosa kata itu disini . Aku memang perencana yang baik, namun aku bukan pengeksekusi rencana yang baik. Biarlah, daripada jadi beban pikiranku untuk kemudian timbul jerawat lebih baik aku ungkapkan saja. He.

Aku tengah memikirkan apa yang selanjutnya terjadi beberapa saat lagi seandainya aku pergi. Ya, Aku ingin melepasmu, mungkin untuk beberapa saat, atau selamanya. Kepergianku bisa jadi hanya untuk kembali atau mungkin juga seperti halnya Bang Toyib yang gak pulang-pulang. Entahlah, wallahu’alam (hanya Allah yang tahu). Aku jadi bingung sendiri apakah aku pantas melafalkannya atau justru lebih baik tidak. Kamu berhak memilih dengan siapa kamu akan hidup bersama. Aku tak pernah memiliki kemampuan untuk melarangmu suka pada laki-laki yang lain karena memang belum ada ikatan apapun diantara kita. Sebagaimana aku pun bebas menentukan pilihan siapa yang akan menjadi makmumku. Maaf, jika aku harus memberikan opsi nama-nama lain di dalam do’aku selain kamu. Tak menjadikan kamu satu-satunya calon pendamping yang akan ku-ajak menelusuri jalan yang teramat panjang ini.

Aku merenungkan tentang berbagai kemungkinan saat kita berpisah kelak. Apakah dengan cara saling melambaikan tangan atau justru malah acuh tak acuh. Aku menunduk tak sanggup memandang apa yang terjadi diseberang sana. Ada kamu disana, entah sedang apa. Mungkin lebih baik aku minta burung merpati untuk ku kirimkan surat buatmu, mengabarkan bahwa aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Kuharap kamu pun begitu.

Aku sudah mencoba mengutarakan niat baik itu kepada orang tuaku. Tetapi yang seperti aku bicarakan kepadamu, bahwa ternyata keputusan mereka tak berpihak kepada keinginan kita. Mereka ingin aku menuntaskan Study-Ku sekaligus belajar agama lebih dalam lagi untuk kemudian menyempurnakan agamaku. Disaat keduanya sudah berkata demikian aku bisa apa, bukankah beliau Rasulallah SAW. Telah bersabda “Ridha Rabb terletak pada rida kedua orang tua dan murka-Nya terletak pada kemurkaan keduanya.” (Hr.Thabarani). Ya, memang aku tahu bahwa wanita butuh kepastian dan kepastian ku untuk saat ini adalah meninggalkanmu. Aku ingin pergi jauh berlayar ke lautan dan samudra untuk kemudian menenggelamkan hati pada Dia yang menguasai perkara hidup, jodoh dan mati. Apa yang mereka bilang tentang memantaskan diri, aku sedang mengusahakannya lebih saat ini.

Izinkan aku menjadi sesosok lelaki keras kepala yang berbeda. Lelaki yang dulunya percaya bahwa cinta baru datang karena terbiasa. Menjadi lelaki yang meyakini cinta yang dibangun bernaungkan kecintaan padaNya. Izinkan Aku mencintaimu setelah menghalalkanmu. Bisa jadi yang kumaksud itu memang kamu atau justru orang lain. Aku tidak ingin memperdebatkannya, biarlah Dia yang Maha pemberi cinta mengatur skenario hidup kita. Dari status-statusmu dimedsos akhir-akhir ini aku tahu, kamu berkeinginan menghapus foto-foto kenangan saat kita bertemu dulu. Tidak apa-apa, kamu boleh menghapus foto itu sesukamu. Asalkan jangan menghapus namaku dimemori otakmu, ku mohon sekali lagi jangan. Biarkan aku tetap menjadi saudara muslim kamu, yang senantiasa saling menebar salam dan senyum kapanpun kita bertemu nanti. Semoga kamu mau membaca dan tidak bosan dengan celotehan-ku ini. Good bye and see you next time.

Budi Setiawan | Sidoarjo, 7 April 2017





Rabu, 05 April 2017

Ucapan Rasa Syukur Dan Terima Kasih

#JJM Ke 6
"UCAPAN SYUKUR DAN TERIMA KASIH"
Bagaimana perasaanmu saat sesorang yang sudah kamu tolong dalam permasalahan hidupnya hingga dia keluar dari masalah tersebut, lalu dia cuek kepadamu?. Jangankan membalas kebaikan  yang telah kamu berikan, mengucapkan terima kasih saja tidak mau. Pasti dalam hati kita merasa sebel kan. Sebagai orang awam dengan tingkat keikhlasannya menengah ke bawah dan jauh dibawah keikhlasan yang Maha Ikhlas, perasaan semacam itu menurutku wajar-wajar saja. Pasalnya setiap orang ingin dihargai sebagai bentuk apresiasi kita terhadap apa karya dan manfaat yang telah dihasilkannya. Bukan hanya untuk menghargai, lebih dari itu juga untuk memberikan motivasi pada orang tersebut agar lebih semangat dan antusias dalam menebarkan manfaat dan kebaikan.

Barangkali jurnal ini ditulis memang untuk menasehati penulisnya sendiri. Dengan harapan dapat menjadi sebuah cermin intropeksi diri dan  mengingatkan pribadi yang kurang bersyukur ini. Adapun misalkan ada yang merasa tersentuh dari goresan pena ini ya alhamdulillah, saya anggap itu bonus. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampui.he

Berbicara masalah ucapan terima kasih, puncak rasa terima kasih dalam hidup ini adalah kemauan kita untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang telah dianugrahkannya.Dalam firmanNya "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).  Dalam firman tersebut sudah sangat jelas manfaat daripada bersyukur. Tapi, terkadang kita lupa akan itu semua. Prestasi dan pencapaian-pencapaian yang selama ini kita raih seolah-olah hanya dari hasil kerja keras kita untuk mencapai goal-goal itu. Padahal disamping itu ada Allah yang senantiasa memberikan semua atas buah daripada hasil kerja keras kita.

Diawal semester ke-4 perkulihaanku di STIE Mahardhika Surabaya, banyak orang-orang yang menurutku hebat dan keren yang aku temui. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah mampu membukakan pola pikirku yang semula mengkerut kini perlahan-lahan mulai melebar. Baik mereka yang kutemui secara tatap muka langsung maupun melalui medsos dan blog pribadinya. Ukuran yang membuatku menyebutnya hebat dan keren disini adalah terlihat dari aktifitas, pencapaian, pengabdian, serta pemikiran yang mereka ungkapkan secara langsung maupun tidak langsung. Ungkapan pemikiran secara tidak langsung tersebut dapat saya jumpai dimedsos maupun blog-blog pribadi mereka tempat membagi pemikirannya. Dan juga kemampuan mereka untuk memberikan motivasi dan kemanfaatan bagi orang lain. Motivasi yang memobilisasi kita untuk meraih kesuksesan dan kebaikan baik didunia hingga sampai nanti dikehidupan akhirat kelak, manfaat yang bisa kita rasakan dampaknya walaupun secara tidak langsung. Tentu sudah semestinya rasa terima kasih yang sebesar-besarnya itu aku berikan kepada mereka para inisiator kehidupan tersebut. Ah... tapi, aku merasa nyaliku masih ciut untuk mengungkapkan rasa terima kasih itu secara langsung didepan mereka yang bersangkutan. Walaupun satu atau dua diantara mereka berhasil aku ungkapkan rasa terima kasih itu kepadanya langsung. Namun bagaimana dengan yang lainnya? Ya, mungkin ungkapan rasa syukur dan terima kasih lewat coretan di blog ini dapat mewakilinya. Ku berharap begitu.





Bagiku mereka adalah penyemangat kehidupanku, aku merasa menjadi sesosok manusia yang faqir ilmu setelah kau paparkan betapa luasnya lautan ilmu tersebut. Aku merasa menjadi hamba yang hina setelah tau bahwa buah dari ilmu tertinggi itu akhlaq bukan hanya teori semata. Perasaan itu sempat hinggap dihati beberapa hari ini dan mungkin sebagai pengikatnya aku harus menuliskannya disini. Sebagai alarm yang mengingatkan bahwa aku harus bangun dari tidur panjangku mulai detik ini juga. Sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, yang menurutku bukan hanya guru tapi setiap Insan yang mau membagikan ilmunya. Sekaligus sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang diberikan Allah berupa ilmu yang bermanfaat kepadaku lewat perantara mereka. Semoga kedepan akan banyak tumbuh para inisiator kehidupan yang lain yang bertebaran dimuka bumi ini. Karena seperti yang kita ketahui bersama menurut hadist Rasulallah Saw. "sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain". Dan aku juga berharap semoga aku juga bisa seperti kalian. Belajar lebih giat lagi untuk mengejar kesuksesan kalian, lambat laun tapi pasti. Tunggu Aku.

Budi Setiawan ||Sidoarjo,5 April 2017

Sumber gambar: http://uwezu93.deviantart.com/art/Berterima-kasih-368138728

Jumat, 24 Maret 2017

TENTANG JJM


#JJM ke 5
TENTANG JJM (Jurnal Jomblo Mulia)
Ilmu itu bagai hasil panen atau buruan di dalam karung, menulis adalah ikatannya” (Imam- Syafi’i)


Awalnya saya mungkin harus jujur, bahwa menulis memang hal yang baru bagiku. Tapi entah mengapa, disetiap aku mulai goreskan pena keyboard-ku saya merasa beban pikiran dan hati ini mulai berkurang sekaligus rasa gelisah ini sedikit demi sedikit terobati. Itu yang kurasakan, seakan mendapatkan suntikan bius yang membuat hidupku tenang. Aku baru mulai tertarik dibidang ini ketika aku menginjak semester tiga di kampus STIE Mahardhika Surabaya. Berawal dari ke kagumanku pada 2 orang penulis muda yaitu Gus Rofiq Hudawy (Gus: Sebutan Putra Kyai Pesantren) penulis buku “Gus satu kata banyak tawa” dan “Doakan jangan duakan” dan bang Brilli Agung penulis buku “Penyihir Aksara” dan 25 buku lainnya. Mereka berdua seakan menjadi motivator yang membangkitkan aura menulisku. Dari mereka saya tahu bahwa menulis adalah pekerjaan mulia.
Penulis adalah pekerja keabadian. Seandainya mereka meninggal dunia karya tulis mereka akan tetap dikenang,dibaca dan diamalkan jika tulisan itu bermanfaat, dan itulah konsep daripada ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu dari 3 perkara yang tidak putus pahalanya ketika kita meninggal nanti. Ya, impian terbesarku saat ini adalah ingin jadi Writter. Minimal aku bisa menulis satu buku seumur hidupku, ya kalau misalkan lebih anggap saja itu bonus.. hehe. Apa salahnya kita bermimpi tinggi? bahkan Bung Karno pernah bilang “Bermimpilah setinggi langit seandainya kamu jatuh, kamu akan jatuh diantara bintang-bintang”.Walaupun seperti kita ketahui bahwa menulis memang bukan perkara yang bisa dibilang mudah bagi pemula sepertiku. Buktinya saat ngerjain tugas makalah saja kita banyak copas materi secara mentah-mentahan dari internet bagaimana dengan menulis sebuah buku?. Bukankah dalam Islam ada sebuah maqolah yang tak asing lagi ditelinga kita Man Jadda wajada,siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.
Lalu apa kaitannya dengan JJM? JJM adalah kepanjangan dari Jurnal Jomblo Mulia. Ini adalah judul dari kumpulan beberapa tulisan yang aku share di blog pribadiku www.pengembarailmunya.blogspot.com. Mungkin darisini teman-teman bertanya kenapa kok pakai judul “Jurnal Jomblo Mulia” ? Karena harapannya penulis jurnal ini menjadi jomblo yang lebih dari sekedar jomblo biasa. Ya kalau mau jujur sih pada intinya penulis gak mau dibilang sebagai JONES lah.hehe.. Haduh, kok malah ngomongin jomblo sih. Oke next, berbicara tentang blog sebenarnya blog-ku yang sekarang ku beri nama “PENGEMBARA ILMU” dulunya bernama “GILA SALES DAN MARKETING”. Nah, aku rasa nama yang terakhir ini lebih cocok setelah banyak pertimbangan yang aku lakukan. Walaupun disatu sisi sejak dua tahun terakhir, pekerjaanku memang bergelut didunia sales-marketing tapi aku merasa belum expert saja dibidang itu. Sehingga keputusan bulatku untuk me-rename menjadi “PENGEMBARA ILMU” adalah keputusan yang tepat, mengingat memang aku sedang berjuang untuk mendapatkan ilmu-ilmu tersebut. Dan InsyaAllah, saya berkomitmen untuk bisa ber-istiqomah menulis JMM ini diblog. Minimal dalam satu minggu satu jurnal yang saya tulis di JJM, syukur-syukur bisa setiap hari. Harapannya semoga apa yang saya tulis bisa memberikan manfaat kepada teman-teman pembaca dan khusunya bisa menjadi cambuk bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Amin.
Saya termasuk orang yang tidak begitu percaya dengan kata kebetulan. Termasuk beberapa penulis buku Best Seller yang terkenal sebut saja; Ahmad Fuadi, Ippho Santosa, Andre Hirata, Radiya Dika dll. Mereka menjadi yang seperti saat ini bukan hanya berdasarkan kata kebetulan tapi pasti mereka melalui beberapa proses yang panjang untuk meraih kesuksesan dalam hidupnya. Maka, terus berbuat untuk mimpi yang kita yakini dan layak diperjuangkan meskipun kecil merupakan langkah yang tepat. Tak ada yang tahu upaya yang mana yang akan mendatangkan hasil, tugas kita bukan memperdebatkannya. Tugas kita hanya terus berikhtiar. Untuk perkara upah sebagai buah daripada hasil. Sudah ada yang mengatur, tidak usah kwatir!
Menunjukkan kerja nyata kita dalam meraih cita-cita tersebut saya pikir memang perlu diperlihatkan kepada khalayak. Bukan semata untuk mencari polularitas, itu terlalu rendahan. Namun barangkali dengan mengabarkan kepada orang lain melalui blog, medsos dll. Kita akan memperoleh dukungan dan kekuatan. Ya, walupun kekuatan untuk memulai dan mengerjakan dari diri sendiri itu lebih ampuh. Setidaknya dengan adanya dukungan kita akan mendapatkan beberapa suplemen penambah semangat kita, yang paling penting dukungan itu bagiku adalah dari orang tua. Orangtua bisa dijadikan purnama penyemangat kita, misalnya dengan kesuksesan yang kita raih dapat membahagiankan kedua orangtua sebelum mereka meninggalkan kita untuk selamanya. 
__________________________________________________________________________
Sidoarjo, 25 Maret 2017
Budi Setiawan 


Selasa, 21 Maret 2017

Kuliah, Niat Anda Apa?

Kuliah, Niat Anda Apa?
 
sumber gambar: http://www.isigood.com/wp-content/uploads/2015/05/kuliah.jpg
Bicara masalah niat, otomatis bicara masalah hati. Apa yang diucap di bibir mungkin bisa dikarang seindah mungkin, tapi apa yang ada dihati, siapa yang tau? Hanya orang yang bersangkutan dan Allah lah yang tau. Seperti halnya kata-kata cinta yang mungkin sering kita dengar dari gebetan atau seseorang yang kita cintai. “Aku mencintaimu”,”Aku sayang kamu”,”Aku butuh kamu”,”Aku ingin kamu”,”Aku rindu kamu”, bahkan sampai bilang “Aku tak bisa hidup tanpamu”. Entah ada berapa macam variabel kalimat yang sering dipakai sebagian besar orang dimuka bumi ini untuk mengekspresikan rasa cintanya pada sang kekasih. Tapi apakah semua itu datang dari hati? Jawabannya belum tentu. Andaikan semua kata cinta datang dari hati yang terdalam maka mungkin tidak akan ada yang namanya putus cinta dan perceraian dalam sebuah hubungan. Karena dari awal kita sudah punya niat dan komitment untuk mencintainya sepenuh hati bukan separuh. Betul tidak?

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya...” Hadis ini sangat masyhur dikalangan umat islam. Niat atau motif perbuatan adalah hal pertama yang harus ditentukan sebelum mengerjakan sesuatu. Motif inilah yang membuat satu pekerjaan mempunyai nilai (Value). Pekerjaan boleh sama, tapi nilai belum tentu sama. Seseorang pemberi bisa saja dikatakan dermawan tapi jika diketahui bahwa motifnya adalah untuk kampanye pencalonan dalam satu kompetisi politik misalnya, maka tentu saja ia tak layak lagi menyandang gelar dermawan lagi. Orang bilang ada udang dibalik batu, memang betul.
Jika ditanya, untuk apa kamu kuliah? Jawabannya adalah supaya nantinya mudah  mendapatkan pekerjaan. Kuliah adalah untuk bekerja. Inilah jawaban standar yang telah terdoktrin dan tak layak dipertanyakan lagi .Sudah menjadi hal yang lumrah, bahkan menjadi semacam mitos yang tabu untuk dilanggar. Apa tidak boleh kuliah untuk cari kerja? Tentu saja boleh. Semua mahasiswa tentu tak mau menjadi pengangguran terdidik, termasuk penulis,hehehe. Apa iya kuliah targetnya hanya kerja? Harta? Atau istilah yang sering kita sebut UUD (Ujung-ujungnya duit) hehehe. Kalau memang cuma itu targetnya , untuk apa kita kuliah? Lebih baik kita dari kecil kerja cari modal dan belajar dagang. Mungkin satu atau dua tahun sudah diketahui perkembangannya.

Sejalan dengan itu Syech Imam Burhanul Islam Azzarnuji dalam kitab yang ditulisnya ”Ta’alimul Muta’alim” buku yang membahas tentang etika dalam menuntut ilmu yang dijadikan text book pesantren yang pada bab-bab awalnya membahas tentang niat belajar. Niat yang direkomendasikan dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa ” Hendaknya seorang pelajar berniat dalam menuntut ilmu adalah untuk mencari rida Allah, bekal diakhirat, membasmi kebodohan dari dirinya dan orang lain, menghidupkan agama Islam karna agama akan tegak dengan ilmu, selain itu tidak dibenarkan zuhud dan tawakkal yang disertai dengan kebodohan” Ungkap Syech Azzarnuji dalam kitab beliau. Sekilas niat-niat ini mungkin terkesan jauh dari realitas. Bahkan mungkin ada yang menanggapi “Ah., pake agama lagi apa hubunganya?”. Jawabanya adalah karena agama merupakan tuntunan hidup segala aspek kehidupan manusia, termasuk tentang niat dan mencari ilmu.

Tulisan ini sebenarnya terinspirasi video youtube deklamasi puisi Ws.Rendra yang berjudul  sajak “ Pertemuan mahasiswa “. Dalam video deklamasi tersebut secara garis besar isinya adalah mengingatkan tentang maksud baik dan tujuan kita kuliah itu seperti apa. berikut cuplikannya:

Kenapa maksud baik dilakukan
Tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya
Tanah-Tanah digunung sudah menjadi milik orang-orang dikota
Perkebuanan yang luas
Hanya menguntungkan segolongan kecil saja
Alat-alat kemajuan yang dimporty
Tidak cocok bagi petani yang sempit tanahnya
Tentu saja kita bretanya
“Maksud baik saudara untuk siapa?”
Kita mahasiswa tidak buta!!!

Sajak puisi Ws.Rendra tersebut seakan menjadi cambuk bagi saya untuk sejenak berfikir dan merenung kembali tentang niat dan tujuan saya kuliah. Hingga saya juga mencoba ikut membuat video deklamasi puisi Ws.Rendra ini dikampus STIE Mahardhika Surabaya, sebagai bentuk apresiasi saya atas rasa sangat dalamnya makna dibalik puisi tersebut. Channel youtubenya bisa dilihat di sini https://youtu.be/9vdhxgdbR18 . Yang kita takutkan disini adalah salah niat tersebut menjadi ujung pangkal dan penyebab para mantan mahasiswa yang telah menjadi pejabat rela menggadaikan idealisme, menggadaikan rakyat, bahkan menggadaikan bangsa ini. Semoga saja tidak terjadi demikian.

________________________________________________________________________

Sidoarjo, 22 maret 2017
Budi Setiawan

Sumber: Kitab Ta’alimul Muta’alim


#kuliah #mahasiswa #tentangniat #kampus #stiemahardhika #cariilmu 

Jumat, 17 Maret 2017

TENTANG PILIHAN

TENTANG PILIHAN

"Jika memang harus memilih, pilih sakit hati apa sakit gigi?" (Ridwan Kamil)😁

Terinspirasi dari status FB bapak Ridwan Kamil (Walikota Bandung) yang sempat dikenal juga sebagai bapak jomblo nasional beberapa tahun yang lalu hehe.. rasanya kok saya ingin menggerakkan pena keyboard laptopku untuk menuliskan beberapa paragraf tentang arti sebuah pilihan hidup.

jalan desa Ngrayun,Ponorogo

Berbicara tentang sebuah pilihan hidup
memang susah jika kita dihadapkan dengan dua buah pilihan, dan parahnya lagi dua pilihan itu punya sisi kelemahan dan kelebihan masing-masing. Saya contohnya, saya termasuk tipe orang yang suka pilih-pilih seperti cewek kalo lagi cari baju dimall. Hehehe..Terkadang saya sampai bilang ke temanku, "kamu aja bro yang cari bajunya dulu, aku entar aja deh". Aku bilang gitu karena aku sadar, betapa lamanya aku cari baju gara-gara ada sebuah PILIHAN yang sudah terdoktrin dalam memori otakku, hingga aku harus benar-benar jeli dalam memilih. Begitupun jika tiba-tiba ada yang bertanya padaku "kenapa kok betah jomblo?", jawabannya sudah barang tentu, karena sebuah pilihan. Bukan berarti gak laku lah ya...!! Enak aja.hahaha..
Tapi juga jangan berpikiran "jangan-jangan budi itu.........?". Gak lah, aku juga masih normal keles. Masih sama seperti yang lain suka cewek cantik, kalo memang aku gak suka sama seorang cewek terus sajak-sajak cinta yang kutulis selama ini buat siapa donk?😄Masak buat putra duyung wakaka.. gak mungkin sekali kan. »


Eh,.. malah ngomongin jodoh. Gak apalah intermezo.hehe.. oke skip.
Dalam hidup kita memang sudah terlahir karena pilihan. Buktinya dari 250 juta sperma yang masuk ke rahim seorang Ibu ,hanya satu sperma yang berhasil mencapai sel telur hingga menjadi kita seperti sekarang ini. Itu artinya kita lah yang dipilih Allah untuk menjadi Khalifah sekaligus tokoh dalam skenario hidupNya dibumi ini. Kalo dirumuskan hidup itu kan antara B-D B:Birth (Lahir) dan D:Dead (Mati), diantara itu ada huruf C yaitu CHOICE (Pilihan). Sampai disini sudah jelas kan kalau hidup ini pilihan. Ya, pilahan terhadap opsi-opsi jawaban, mungkin ada yang benar dan mungkin ada yang salah. Tinggal tugas kita memilih diantara jawaban A,B,C atau D mana yang paling benar. Bukan begitu gays?.😊😉
__________________________________________________________________________________
Sidoarjo,17/03/2017
Budi Setiawan


#pilihan #pilihanhidup #choices #liveischoice #jomblosyariah #jodohpastibertemu #photooftheday #pictoftheday #quotesoftheday #jurnal #diary #jurnalisnyamahardhika #stiemahardhikasurabaya #jurnalistik #likeforlike #lfl #lovequotes #surabayapunyacerita #instagram #instalike

Selasa, 07 Maret 2017

Jurnalistik adalah para pekerja keabadian

Jurnalistik adalah Para Pekerja Keabadian


"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang didalam masyarakat dan dari sejarah.Menulis adalah bekerja untuk keabadian.(Pramoedya Ananta Toer)

Tulisan ini aku awali dengan sedikit meminjam quotes dari bang Pram tentang profesi menulis. Mungkin itu juga menjadi sebuah jawaban ketika saya ditanya teman-teman kenapa saya memilih UKM Jurnalistik di kampus STIE MAHARDHIKA Surabaya. Entah mengapa hari ini aku ingin berbagi kisah dengan pilihanku itu. Mungkin teman-teman bertanya ada apa dibalik profesi "Jurnalistik"?

Seketika pikiranku meraba dan mengingat saat melihat tayangan video di youtube mengenai perjalan kisah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ara-Aita UIN Sunan Ampel satu tahun yang lalu. Mungkin bagi kalian yang belum lihat bisa tonton dulu di channel youtubenya https://youtu.be/szH5LYli7Mk . Sudah pada lihat? oke kita lanjut. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa Sesungguhnya pekerjaan jurnalistik sangatlah mulia, mereka pekerja keabadian. Hal itulah yang menginspirasi saya untuk menuliskan judul tulisanku kali ini.

Tak jauh dari situ menurutku ketika wartawan/jurnalis melaksanakan tugasnya secara independen sesuai dengan kode etik jurnalistik berarti dia telah memberikan informasi dan edukasi yang benar kepada publik. Prinsipnya dalam islam wartawan independen menurut perspektif saya adalah Basyiran Wa Nadhiran. Basyiran artinya pemberi kabar gembira, dan Nadziran artinya pemberi peringatan. Dari situ sudah jelas bukankah tugas jurnalis itu sangatlah mulia?. Tetapi realitanya mayoritas anak Indonesia jika ditanya apa cita-citanya setelah dewasa nanti mereka jawab "Saya ingin menjadi dokter". Ada tiga profesi yang menurutku di Indonesia belum banyak diminati, yaitu Wartawan, Penulis, dan Pengusaha. Jelas saja bisa dihitung jumlahnya yang mau menjawab "Saya ingin jadi wartawan, penulis ataupun pengusaha". Peran antara Dokter dan Wartawan sama-sama penting. Seorang dokter berperan menyembuhkan orang sakit dan seorang Wartawan berperan memberikan informasi dan edukasi kepada publik. Tergantung kita mau memilih minoritas diatas mayoritas atau tidak. Yah, mungkin memilih minoritas itu adalah hal yang begitu berat gays.^_^
_________________________________________________________________________________

Sidoarjo, 8 maret 2017
Budi Setiawan


Minggu, 26 Februari 2017

Jomblo itu bukan AIB

                                 Jomblo Itu Bukan Aib

         Apa yang teman-teman pikir jika mendengar kata JOMBLO? Kalau kita telusuri dulu pengertian jomblo ada beberapa pendapat nih, tentunya berbeda juga jika-teman ada pendapat lain. Saya sebenarnya sedikit kesulitan mencari definisi kata JOMBLO dari sumber yang recomended, misalnya dalam wikipedia arti kata JOMBLO tidak saya temukan. Baru kemudian setelah saya pergi ke KBBI (Kamus besar bahasa indonesia saya menemukan artinya di KBBI dijelaskan JOMBLO itu berasal dari kosa kata JOMLO (tanpa huruf B) yang artinya Gadis tua. Entah kenapa kata JOMLO berubah menjadi JOMBLO seperti yang sering kita dengar saat ini. Tapi seiring berjalannya waktu di era sekarang jomblo didefinisikan bukan cuma seperti itu lagi. Menurut saya pribadi Jomblo adalah satu keadaan dimana seeseorang tidak mempunyai kekasih atau pasangan hidup. Dijaman sekarang banyak yang mbully jika temannya masih jomblo, kamu termasuk orang yang dibullly tersebut atau bukan?^.^, Tapi tenang dan jangan bimbang saya tidak akan mengupas terlalu panjang tentang sengsaranya jomblo, justru sebaliknya. Jomblo itu bukan aib, memang benar begitu, kenapa? Banyak alasan yang menyatakan kengggulan dari produk-produk jomblo lho, jangan salah!. Teman-teman ada yang tau gak itu apa saja? Baiklah jadi JOMBLO disini mempunyai beberapa makna dan pernyataan yang cukup bagus diantaranya:
1.JOMBLO bukan berarti gak laku. Hanya saja belum diberikan teman/pasangan yang pasti oleh Allah dalam menjalani sebuah kehidupan.
2.JOMLBO bukan orang yang ketinggalan Zaman. Haya saja enggan berpacaran,karena masih suci dan terbebas dari jurang yang kotor & penuh dosa/kemaksiatan yang dibenci oleh Ilahi pencipta langit dan bumi.
3.JOMBLO itu berada dalam zona bebas. Iya zona bebas untuk melakukan apa saja tanpa harus tanya ini itu pada pasangannya.
4.JOMBLO bukan berarti kuper / kurang pergaulan. Hanya saja masih menunggu orang dan waktu yang tepat. Kalau bahasa kerennya katanya masih memantaskan diri.Waw..
5.JOMBLO adalah jalan /kunci meraih cita-cita tanpa adanya penghalang.
6.JOMBLO itu bebas memilih. Karena tidak ada yang melarang untuk berteman dengan cewek/cowok siapapun. Hehe,. awalnya Memang teman tapi siapa tahu nanti jadi teman hidup.. cie...^.^
7.JOMBLO Is Very Happy. Benar juga karena gak pernah patah hati (Yah.. patah hati dari mana punya pacar aja enggak).hehe.. Apalagi ketika malam minggu hujan, duh.. sengnya bukan main para JOMBLOYER. Mereka pasti langsung buka BBM dan update statusnya begini “ Alhamdulillah hujan. Selamat kehujanan ya yang lagi malming”, wkwkwk.


        Nah, pembaca yang budiman. Janganlah bersedih jika kita keadaannya belum mempunyai teman hidup / pasangan. Bukankah setiap apa yang dimuka bumi ini diciptakan untuk berpasang-pasangan.seperti adanya siang dan malang, adanya panas & hujan, adanya Laila & majnun, adanya Romeo & Juliet, adanya rama & dan sampai adanya aku dan kamu..hehehe. janganlah kita tertipu kenikmatan sementara karena kenikmatan selamanya itu lebih indah, tentunya nikmat selamanya itu harus kita balut dulu dengan sebuah ikatan yang mendapatkan lebel “HALAL” dari KUA dan sang pencipta.
Meskipun masih sendiri, tapi hidup itu harus JHS ( Jalani, hadapi, Syukuri). He..he...
Semoga bermanfaat.
Sidoarjo, 27 Februari 2017
Budi Setiawan

Sumber gambar:


Sabtu, 06 Agustus 2016

Customers Adalah RAJA


Seorang Raja adalah orang yang sepantasnya kita hormati , kita layani dan menjadi fokus utama dalam sebuah pelayanan. Dalam dunia bisnis kedudukan seorang customer adalah raja yang harus kita layani sepenuh hati tentunya dengan batasan hubungan pelayan perusahaan dengan customer saja. Bisa kita bayangkan andaikan tidak ada customer yang mau membeli produk kita lantas dari mana kita dapat income setiap bulannya untuk membiayai biaya produksi, karyawan dan pemilik perusahaan sendiri?.

Dibanyak perusahaan mereka menjadikan pelayanan customer yang baik menjadi motto perusahaannya, ada yang mengatakan "Kepuasan Anda Kebanggaan Kami", "Anda Puas Kami Bangga", dan yang agak lucu "Anda Puas Kami Lemas", hehehe.. itulah tadi beberapa motto pelayanan perusahaan yang sering mereka tulis dibrand, event, blog, dan media promo lainnya. Jelaslah kekuatan tawar (Bergaining Power) pembeli lebih kuat daripada penjual. Terlebih lagi The Power Of YES ada pada pelanggan, hanya pelanggan yang dapat mengatakan "OK" pada suatu transaksi jual beli. Oleh karena itu banyak eksekutif perusahaannya yang mengatakan kepada karyawan terutama frontliner untuk melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya, tanpa seorang pelanggan maka perusahaan dianggap tidak ada.

Penulis akan memberikan ilustrasi contoh pelayanan perusahaan kepada customer saat terjadi sebuah masalah dengan customer;

Singkat cerita, suatu hari saya yang notabenenya seorang marketer melakukan kunjungan ke cutomer yang minta katalog dan bertemu dengan saya, kemudian saya datang kasih katalog dan dia bertanya: "mas, kalo yang ukuran Jumbo ada mas?" saya bilang: "Ada pak, tapi Indent dulu dri pusat karena stock yang ready digudang kita adalah yang ukuran standart". "Iya oke mas, saya order 9 lembar ukuran jumbo ya.. kira-kira berapa hari datangnya mas?" tanya pelanggan. "Baik pak, kira-kira 4 hari pak ". Kemudian saya balik kekantor dan bertanya BM saya tentang orderan tersebut dia bilang bisa diproses asalkan minimal dropsizenya 20 lembar sedangkan yang pelanggan pesan hanyalah 9 lembar. Esok harinya saya kembali menemui pelanggan untuk memberi penjelasan dan memberikan solusi agar beralih ke ukuran standart tapi dia bersikukuh tidak mau. Terpaksa saya balik kekantor untuk minta solusi terbaik agar transaksi pelanggan tersebut deal dan pelanggan tidak kecewa. Akhirnya karena memang tidak hanya masalah dropsize order yang kurang, material dipabrik untuk produksi ukuran jumbo juga habis, Saya dengan BM saya datang ke workshopnya lagi. Sebagai seorang manajer senior BM saya memberikan solusi terbaik kepada pelanggan agar pelanggan mau membeli ukuran standart 18 lembar  + kita kasih 2 lembar gratis jadi semuanya 20 lembar. Jadi pelanggan hanya diwajibkan membayar 18 lembar produk dari 20 lembar yang kita kasih,sebagai bentuk pelayanan dan solusi kita agar pelanggan tersebut tidak kecewa. Pelanggan tersebut akhirnya mau membeli dan esok harinya barang kita kirim.

Seperti itulah bagaimana seharusnya kita memperlakukan pelanggan, pelayanan yang baik dan memberikan solusi terbaik kepada pelanggan adalah kunci untuk menjaga brand imej dan hubungan dengan pelanggan kita tetap baik.

Semoga bermanfaat.,

Sumber gambar:kaliskukis.com